About Me

My photo

Bookaholic | Movies Addic | Love Travelling | Culinary Foodie | Book Blogging | Likes Music & Dance Performance

Translate

Monday, February 25, 2013

Books " THE STONEHENGE LEGACY"



Judul Asli : THE STONEHENGE LEGACY
Copyright © Sam Christer 2011
Penerbit : Elex Media Komputindo
Alih Bahasa : Shandy Tan
Editor : Ratna Kusumastuti
Cetakan I : Februari 2013 ; 450 hlm
Rate : 3,5
Gideon yang sangat kukasihi,

Barangkali kau bertanya-tanya mengapa aku bunuh diri.

Jawabannya tak mudah.

Ketika kau masih kecil,

Aku merancang permainan berburu harta karub untukmu,

Dan kau selalu mencari kejutan yang kusembunyikan.

Sekarang, aku ingin memperingatkan : Jangan kau percaya pada siapa pun.

Putraku tercinta, kau adalah anak ekuinoks. Lihatlah melewati titik balik matahari dan fokuslah pada terbitnya bulan baru.

Ayahmu yang mengasihimu dan sangat menyesal,

Nathaniel
[ source ]

Gideon Chase – arkeolog sekaligus pengajar di Cambridge University, terhenyak saat menerima kabar kematian sang ayah yang tak terduga. Hubungan mereka berdua telah renggang selama bertahun-tahun, masing-masing menjalani kehidupan terpisah tanpa saling berhubungan. Kini ia harus kembali ke kediaman Profesor Nathaniel Chase yang terkenal, untuk menyelesaikan semua hal yang ditinggalkan oleh beliau...terutama karena ia ingin mencari tahu, apa alasan di balik peristiwa bunuh diri tersebut.

Inspektur Detektif Megan Baker – baru berusia 31 tahun, namun wajahnya menampakkan beban hidup yang harus ditanggungnya. Berpisah dengan sang suami yang berselingkuh, dan kini justru menjabat sebagai kepala Dinas Intelejen Pusat, sedangkan dirinya masih harus berkutat menangani kasus-kasus kejahatan tanpa ada kesempatan untuk memperoleh promosi. Pontang-panting membagi waktu antara pekerjaan dengan putra semata wayang yang baru berusia 4 tahun, tanpa diduga ia harus bertemu Gideon Chase dan menyelesaikan kasus Nathaniel Chase.

Caitlyn Lock – gadis cantik dan sangat menarik, menghabiskan waktunya di Inggris untuk bersenang-senang dan berpesta pora dengan kalangan selebriti maupun anak-anak dari golongan atas. Meski dijaga ketat oelh pengawal pribadi yang ditugaskan oleh sang ayah, ia mampu mencuri-curi waktu, menyelinap untuk menghabiskan waktu dengan pria-pria yang menarik. Hingga satu kali ia salah langkah, kepergiannya secara diam-diam dengan pria asing asal Inggris yang menawan, justru membawa dirinya pada kelompok fanatik yang mengerikan. Caitlyn – putri tunggal Wakil Presiden Amerika Serikat Thom Lock, lenyap tanpa jejak pada suatu malam. 

[ source ]
Diawali dengan peristiwa bunuh-diri salah satu tokoh terkenal dan kaya-raya Nathaniel Chase, ketiga manusia yang tak pernah saling mengenal apalagi bertemu muka, akan bersatu dalam menghadapi kelompok supreme aliran keyakinan kuno yang mempercayai bahwa keseimbangan alam harus terus dijaga dengan segala cara : termasuk melalukan ritual pengorbanan darah dan daging manusia kepada bumi pertiwi. Sebuah konspirasi tingkat tinggi yang melibatkan tokoh-tokoh penting negara, pejabat pemerintah, petinggi militer, dan pihak kepolisian, memungkinkan pelaksanaan ritual tersebut berjalan dengan lancar dan dalam selubung perkumpulan rahasia selama bertahun-tahun. 

Hingga suatu hal menyebabkan salah satu mata rantai penghubung terputus. Keputusan darurat harus dilakukan. Namun bagaimana dengan pihak-pihak yang mulai mencurigai adanya ketidak-beresan dalam rekayasa yang dilakukan secara terorganisasi oleh kelompok ini ? Dan bagaimana sosok manusia awam mampu menembus pertahanan organisasi yang melibatkan tokoh-tokoh penting di belakang layar, atau bahkan membongkar kegiatan terlarang yang mereka lakukan ? Dengan menggunakan latar belakang sejarah Situs Stonehenge yang terkenal akan misteri dibalik keberadaannya – penulis bukan saja menyajikan fakta namun juga mengolahnya menjadi sebuah fiksi historis dengan bumbu misteri serta thriller yang menegangkan. Dari awal hingga akhir, tak sekejab pun pembaca diberi kesempatan untuk berhenti – justru rasa penasaran semakin mendorong untuk membalik halaman demi halaman untuk mengetahui rahasia di balik semua misteri yang perlahan terbuka satu demi satu ...

Batu-batu itu menakjubkan

Begitu pula kuasa gaib yang mereka simpan

Orang-orang sakit

Mendatangi batu itu

Dan mereka mencucinya

Dan menggunakan airnya untuk membasuh penyakit mereka
~ Laghamon ~
Tentang Penulis :
Sam Christer adalah salah satu nama pena selain John Trace yang digunakan oleh Michael ‘Mike’ Morley. Semenjak kelahirannya, beliau merupakan yatim-piatu. Hidup dan dibesarkan dari satu panti asuhan ke panti asuhan lain, hingga dalam perawatan orang tua asuh, ia menjadi pribadi yang mandiri serta menaruh perhatian terhadap masalah sosial di sekelilingnya. Bekerja di bidang jurnalistik, kemudian berlanjut menjadi seorang pembawa berita hingga menanjak menjadi seorang produser. Karir serta kesibukanny bertambah seiring kenaikan posisi mulai dari Direktur Eksekutif untuk Endemol TV, kemudian sebagai Wakil Presiden, Pimpinan Bidang Kreatif serta Produksi Internasional bagi Sony Pictures Television International. Berbagai karya dokumentasi yang dikerjakan, memperoleh penghargaan di kalangan media, diantaranya ‘Murder In Mind about Dennis Nilsen’ – termasuk juga games misteri interaktif yang diciptakannya ‘Monkeys Skulls & Crosses’.

Novel pertamanya berjudul ‘Spider’ rilis pada tahun 2008, ditulis menggunakan nama aslinya. Menyusul ‘The Venice Conspiracy’ (2010) dan ‘The Rome Prophecy’ (2011) yang ditulis dengan nama pena John Trace, yang merupakan novel berseri. Dengan nama pena Sam Christer, beliau menulis ‘The Stonehenge Legacy’ (2010), ‘The Turin Shroud Secret’ (2012),  dan ‘The Camelot Code’ (2013). Kini beliau tinggal di Derbyshire bersama istri dan ketiga anaknya. 

[ source ]
[ more about the author and related works, check on here : Sam Christer  | Stonehenge History ]

Best Regards,
* Hobby Buku * 

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...