About Me

My photo

Bookaholic | Movies Addic | Love Travelling | Culinary Foodie | Book Blogging | Likes Music & Dance Performance

Translate

Wednesday, June 12, 2013

Books "THE EXORCIST"

Judul Asli : THE EXORCIST
Copyright © 2011 by William Peter Blatty
Penerbit : Serambi
Alih Bahasa : Ingrid Nimpoeno
Editor : Anton Kurnia
Cetakan I : Mei 2013 ; 448 hlm
Rate : 4 of 5

Perkenalan diriku dengan salah satu kisah misteri dan horor yang mencekam ini dimulai dengan menonton film adaptasi-nya yang masuk dalam daftar The 100 Scariest Movie Moments serta tayangan wajib bagi penggemar American Horor film. Maka ketika mendengar bahwa edisi terjemahannya akan segera rilis, sungguh menggugah rasa penasaran seperti apa novel yang menggemparkan kalangan pencinta misteri.

Kisah dibuka dengan adegan penggalian situs arkeolog yang melibatkan Pastor Lankester Merrin, yang mendadak memperoleh semacam ‘peringatan’ akan kehadiran musuh lamanya – sosok yang telah ‘berperang’ dengan dirinya selama bertahun-tahun, kemudian menghilang, dan kini akan tiba saatnya bagi dirinya untuk berhadapan kembali ...



Perjalanan bergulir menuju Washington D.C. dimana aktris ternama Chris MacNeil sedang sibuk dengan pekerjaan barunya. Karena pengambilan gambar memakan banyak waktu di wilyah itu, Chris memutuskan menetap secara permanen dengan membeli rumah demi kepentingan putrinya Regan (11 tahun), apalagi setelah ia berpisah dengan sang suami. Mereka menyukai kehidupan hanya berdua, bersama kedua pelayan, pasangan suami-istri setengah baya bernama Karl dan Willie, dan sesekali kehadiran Sharon Spencer – gadis menyenangkan yang menjadi tutor Regan serta sekertaris humas Chris.

Suatu hari, muncul kejanggalan dalam kediaman tersebut yang berbuntut pada serangkaian hal-hal yang tak mampu dijelaskan. Seperti gangguan seperti bunyi garukan tikus di loteng tepat di atas kamar tidur Regan, hingga tempat tidur yang ‘bergerak-gerak’ menurut perkataan gadis cilik itu, disertai suara-suara aneh yang hanya bisa didengar olehnya. Permainan Papan Ouija dengan sosok tak terlihat yang dipanggil Kapten Howdy, disertai perilaku serta kepribadian Regan yang secara perlahan berubah, dari anak yang lincah, manis dan periang, menjadi ‘moody’ dan berkelakuan janggal, termasuk ‘buang-air-kecil’ di atas karpet ruang tamu saat sang ibu sedang menjamu tamu-tamu khusus.

Ketika para ahli kesehatan, dokter hingga psikiater tak mampu memberikan diagnosa yang pasti, hanya berusaha melakukan berbagai terapi fisik serta obat-obatan, namun semuanya menemui jalan buntu. Regan semakin memburuk dan kondisinya berubah sangat drastis dalam hitungan hari. Ia acapkali berkelakuan seakan-akan ada ‘sosok’ lain dalam dirinya, yang mengatakan kata-kata cabul dan menghujat, terkadang berbicara dengan bahasa aneh yang sama sekali tak dikenali. Penurunan mental dan kejiwaan disertai kondisi fisik yang memburuk ketika ia tak mampu makan maupun asupan nutrisi, karena khawatir akan melukai diri sendiri (dan juga orang lain, seperti yang pernah terjadi), gadis ini harus diikat kuat-kuat di atas tempat tidurnya.

Saat Chris MacNeil sudah dalam kondisi putus asa, salah satu dokter menyarankan cara alternatif, yaitu ‘eksorsisme’ – upacara pengusiran setan atau iblis yang dilakukan oleh pastor Katolik. Hal ini membawa kepergiaan Chris untuk meminta bantuan Pastor Damien Karras dari Serikat Jesuit yang juga memiliki gelar dokter ahli psikiatris. Semula Pastor Damien menolak permintaan Chris karena praktek ‘eksorsis’ sudah lama tidak dilakukan semenjak tehnik pengobatan modern serta terapi mampu membantu berbagai kasus kejiwaan. Bahkan ketika ia ikut serta untuk melihat kondisi Regan, beliau masih belum yakin sepenuhnya bahwa gadis ini ‘dirasuki’ oleh iblis. Sebaliknya dari hasil penyelidikan, ia mengambil kesimpulan bahwa Regan mengalami gangguan kejiwaan dan berusaha menarik perhatian terutama semenjak perceraian kedua orang tuanya.

Membaca novel yang merupakan hasil terjemahan dari edisi khusus revisi dari sang penulis, mampu memberikan gambaran lain dari sekedar kisah horor mencekam yang tertera pada film adaptasinya. Tehnik ‘eksorsis’ pernah diakui sebagai cara efektif untuk ‘mengusir’ kekuatan jahat (dianggap dari iblis atau setan) yang diterapkan oleh pastor Gereja Katolik Roma. Namun di jaman yang lebih modern hal ini ‘ditolak’ untuk dilakukan karena perkembangan kondisi kejiwaan sang penderita acapkali mampu dipulihkan atau diredakan melalui metode terapi serta penggunaan obat-obatan. Untuk menerapkan upacara ‘eksorsis’ juga harus mendapat ijin khusus dari Roma, Vatican, sehingga proses penyelidikan harus dilakukan dengan seksama sebelum disetujui. Hal ini berkaitan dengan isu serta politik agar jangan sampai tersebar bahwa pihak Gereja Katolik menyetujui hal-hal yang berkaitan dengan keyakinan ‘makhluk atau entitas’ lain selain yang diakui oleh Gereja.

Kejadian ini mirip dengan prosedur untuk mengakui kebenaran serta kesaksian orang-orang yang dianggap Suci atau memperoleh gelar Santo dan Santa. Mereka semua baru mendapatkan ‘kepercayaan’ dari pihak berwenang (yaitu Vatican) setelah ratusan hingga ribuan tahun kemudian. Terlepas dari ‘kehati-hatian’ yang dilancarakan oleh pihak-pihak tertentu, penulis bertujuan menyajikan sisi lain dari kehidupan para penghuni yang cukup tertutup dari masyarakat umum. Melalui sosok Damien Karras – pemuda brilian yang mendapat fasilitas pendidikan dan disekolahkan oleh Gereja, mengabdikan hidupnya demi membantu rekan serta kolega dalam kapasitas sebagai konsultan serta psikiater. Akan tetapi bagaimana ia mampu mengatasi konflik pribadi yang berkecamuk di dalam benak serta pikirannya ? Terutama saat ia mulai mempertanyakan seberapa besar keyakinan dalam dirinya untuk menunaikan tugas serta kewajibannya.

Sebagai seorang Pastor ia diajarkan untuk melihat kebaikan serta kelebihan pada setiap manusia, mempercayai sepenuhnya akan apa pun yang terjadi atas kehendak-Nya, serta membimbing manusia-manusia yang tersesat ke jalan yang benar menurut ajaran Gereja. Namun ia juga dibesarkan dalam pendidikan sebagai sosok psikiater yanng berusaha menyelami pikiran terdalam manusia-manusia yang terganggu, stress dan depresi. Seiring dengan penugasannya di kawasan pemukiman yang cukup rawan, disertai kekhawatiran akan kondisi ibu kandungnya yang hidup seorang diri dalam kondisi tidak terlalu kuat, tanpa bisa mendampingi langsung karena ikatan dinas yang membuatnya harus menetap di kota yang berbeda, semuanya tertuang dalam karakter pria yang kekar dan kuat bagai seorang atlet.

Peran Regan MacNeil ibarat mediator saat terjadi dialog antara Pastor Karras dengan ‘sang-iblis’ – uniknya hal ini mirip dengan mimpi-mimpi buruk serta percakapan yang juga terjadi dalam benak sang pastor saat ia mempertanyakan keberadaan-Nya di dalam hatinya. Kehadiran Pastor Merrin yang datang untuk membantu upacara ‘eksorsis’ juga menunjukkan bahwa beliau yang dianggap sebagai ahli tentang topik tersebut, juga memiliki kelemahan yang akhirnya merenggut nyawanya. Kisah ini bisa jadi merupakan fakta adanya ‘pengaruh’ yang cukup kuat hingga bisa ‘merasuk’ dalam tubuh fisik manusia dan pihak Gereja berusaha memerangi kekuatan jahat tersebut dengan berbagai cara. Meski ada aturan-aturan penting yang harus ditaati, faktor utama dalam metode ini adalah keyakinan yang kuat untuk mengusir pihak lain, bukan melenyapkan.

Nah, bukankah dalam kehidupan sehari-hari yang kita jalani, hal ini juga senantiasa muncul mesti tidak dalam wujud ‘kerasukan’ – bagaimana memerangi ‘kejahatan’ dengan memiliki keyakinan kuat dan teguh. Sosok Chris MacNeil yang mengaku sebagai ateis dan hanya mempercayai sesuatu yang berdasarkan logika bukan sekedar keyakinan membabi-buta terhadap sesuatu yang tidak bisa dibuktikan secara ilmiah. Dan disinilah pertentangan idealisme dalam diri Pastor Karras tentang kedua hal tersebut muncul mengusik dirinya. Keyakinan bulat versus Logika serta nalar. Terlepas dari problematika yang terlontar dalam kisah ini, penulis membeberkan berbagai fakta penunjang dan menyerahkan pilihan kepada para pembaca, kebenaran manakah yang akan Anda pilih ?

[ Note : kisah ini merupakan edisi khusus peringatan ke-40 dengan lampiran serta tambahan revisi yang belum pernah tercantum di edisi-edisi sebelumnya. Sayangnya edisi terjemahan ini tidak disertai ilustrasi khusus yang juga tercantum di dalam buku asli edisi khusus, membuat diriku menjadi penasaran berat (-__-) Dan pertanyaan selanjutnya, apakah penerbit juga akan mengambil sekuel kisah ini : The Legion sebagai pelengkap bagi para pembaca ? Sebelum menutup uraian yang cukup panjang ini, sebagai pelengkap, silahkan berkunjung ke blog HobbyBuku’s Classic untuk review Books Into Movies : The Exorcist ]

Tentang Penulis :
William Peter Blatty, lahir di New York, 1928. Pria lulusan Georgetown University ini telah menulis sejumlah buku dan skenario film, termasuk A Shot in the Dark. Novel The Exorcist pertama kali rilis pada tahun 1971 dan menempati posisi buku terlaris versi New York Times selama 57 minggu berturut-turut (lebih dari setahun). Pada tahun 2011 diterbitkan ulang dengan sejumlah revisi terbaru sebagai persembahan bagi para penggemarnya, sebuah edisi cetakan peringatan ulang tahun ke-40. Buku edisi terjemahan Indonesia terbitan Serambi ini dibuat berdasarkan edisi terbaru ini. Selain menuai sukses dalam bidang literatur, The Exorcist telah diangkat ke layar lebar pada tahun 1973 disutradarai William Friedkin, yang mendapat sambutan besar di kalangan perfilman serta penjuru dunia, Ini juga memberikan penghargaan Oscar kepada William Peter Blatty selaku penulis skenario film adaptasinya.  

Kesuksesan ‘The Exorcist’ baik novel maupun film adaptasinya, mendorong muncul sekuel film dengan judul ‘The Exorcist II : The Heretic” yang berkisah tentang perjalanan Regan MacNeil setelah beranjak dewasa. William Blatty kemudian menulis novel sekuel-nya dengan judul ‘The Legion” yang kemudian diadaptasi pula ke layar lebar dengan judul “The Exorcist III : Legion”, yang disusul dengan pembuatan prekuel kisah ini dalam “Exorcist : The Beginning” dan “Dominion : Perquel to The Exorcist”

[ more about the autor, books, and related works, check on here : William P. Blatty | on IMDb | Blatty WorksThe Exorcist (Novel) | The Exorcist (Movie) | The Exorcist Fansite ]

Best Regards,
Hobby Buku

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...