About Me

My photo

Bookaholic | Movies Addic | Love Travelling | Culinary Foodie | Book Blogging | Likes Music & Dance Performance

Translate

Thursday, March 15, 2012

Books "THE BLIND MAN OF SEVILLE"


Books : “ SI BUTA DARI SEVILLA ”

Judul Asli : THE BLIND MAN OF SEVILLE 
( book 1 of Javier Falcon Series )  

A Novel by Robert Wilson

Copyright © 2003 by Harper Collins Publishers

Penerbit Dioma Publishing

Alih Bahasa : FX Bambang Kussriyanto

Editor : L. Heru Susanto Pr.

Lay-out : Lusia Susanti

Cover by Sova WKB Hermanto

Cetakan ke-01 : Mei 2008 ; 612 hlm

Rate : 2,5

Sinopsis :

(Sevilla, Spanyol – April 2001)

Saat masyarakat bergembira menyambut liburan dan perayaan Semana Santa – Pekan Suci, pihak kepolisian dikejutkan dengan masuknya laporan pembunuhan keji terhadap Raul Jimenez – seorang pengusaha restoran terkenal di Sevilla. Tubuh korban ditemukan terikat erat di kursi yang dihadapkan pada sebuah layar TV. Lidah dan kelopak mata korban telah dipotong, sehingga kedua bola matanya seakan melotot keluar – menimbulkan kesan bahwa korban dipaksa menonton sesuatu yang mengerikan di layar TV hingga ia tewas.

Selain itu si pembunuh tampaknya sengaja meninggalkan kaset video yang diberi judul Keluarga Jimenez di kotaknya. Saat kaset tersebut diputar, awalnya hanya berisi rekaman kegiatan keluarga Jimenez di berbagai tempat, kemudian mulai mengarah pada kegiatan yang disembunyikan seperti kunjungan rutin Consuelo Jimenez-istri Raul Jimenez di suatu tempat yang dapat diduga tempat kekasih gelapnya, bahkan adanya rekaman saat Raul Jimenez pergi ke kawasan pelacuran, semuanya menunjukkan bahwa si pembunuh telah menguntit keluarga Jimenez selama beberapa waktu. Dan rekaman yang terakhir yang paling mengejutkan karena menunjukkan kegiatan terakhir yang dilakukan oleh Raul di ruangan tempat mayatnya kemudian ditemukan, rekaman yang menunjukan kegiatan Raul dengan seorang pelacur wanita – hal itu menunjukan bahwa si pembunuh telah berada di dalam ruangan bersama calon korbannya.

Keberadaan Raul di dalam ruangan yang hampir kosong membuktikan kebenaran berita bahwa Raul membawa keluarganya pindah ketempat baru setelah urusan penjualan usaha restaurannya berhasil. Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa pada hari itu Raul masih berada di tempat tersebut – seorang diri ? Hasil penyelidikkan menunjukkan bahwa Raul sendiri yang memundurkan jadwal ‘pembersihan’ perabot dengan alasan masih ada kegiatan yang harus dilangsungkan – dan ini berarti si pembunuh bisa jadi ‘orang dalam’ yang mengetahui secara persis jadwal serta kegiatan Raul beserta keluarganya.

Tentu saja tersangka utama adalah istri kedua Raul yaitu Consuelo Jimenez, yang diketahui justru menentang penjualan bisnis restaurant yang berkembang pesat. Consuelo Jimenez tidak seperti kebanyakkan istri-istri pengusaha besar – bukan saja lebih muda & cantik namun ia juga sangat cerdas & terbukti merupakan otak dibelakang kesuksesan usaha-usaha restauran Jimenez yang terkenal. Apalagi terbukti bahwa diantara kedua pasangan suami-istri itu, masing-masing menyimpan kehidupan seksual yang berbeda. Maka tak pelak lagi jika Inspektur Ramirez, asisten Inspektur Kepala Kepolisian Sevilla yang ambisius bersikeras untuk memojokkan dua orang wanita yang terlibat dalam kehidupan Raul beberapa hari terakhir, yakni istrinya – Consuelo Jimenez atau Eloisa Gomez – pelacur yang menemani Raul pada saat-saat akhir sebelum ia tewas dibunuh.

Meski kelihatannya kasus tersebut mudah diselesaikan, namun ada beberapa ‘lubang’ yang terasa aneh & janggal dalam kasus pembunuhan itu. Dan semakin dalam penggalian akan latar belakang sosok Raul Jimenez, semakin besar lubang yang terjadi – yang  menimbulkan pertanyaan-pertanyaan baru. Detektif Javier Falcon – Inspektur Kepala Bagian Pembunuhan Kepolisian Sevilla, belum pernah menjumpai kasus seaneh ini sepanjang karirnya. Apalagi saat ia menemukan keberadaan fakta bahwa ayahnya – Fransisco Falcon, sang pelukis terkenal yang telah meninggal dunia beberapa waktu sebelumnya, ternyata memiliki hubungan yang cukup dekat dengan almarhum Raul Jimenez, demikian juga dengan Consuelo Jimenez.

Alih-alih menyelidiki latarbelakang Raul lewat Consuelo, justru membuat Javier Falcon teringat akan warisan dari ayahnya – rumah yang sekarang ditinggalinya setelah perceraiannya dengan istrinya-Inez. Entah mengapa ia diingatkan akan keengganan untuk membereskan barang-barang peninggalan ayahnya, apalagi memasuki studio lukis tempat ayahnya biasa bekerja. Tekanan akan pekerjaan tanpa disadari memberikan beban tambahan bagi dirinya yang mengalami berbagai peristiwa menyakitkan yang berusaha dilupakannya. Dan justru dalam kasus Raul Jimenez yang harus segera dituntaskan ( juga  lebih dikarenakan kedekatan korban dengan pejabat pimpinan Javier ), maka perlahan namun pasti – luka lama serta dendam sekian tahun mulai terkuak tanpa dapat dihindari lagi, terutama oleh Javier Falcon.

Sang pembunuh yang dijuluki Si Buta dari Sevilla ( karena cara penyiksaan yang dilakukan dengan mengelupas kelopak mata korbannya ) baru memulai rencananya dengan Raul Jimenez, dan korban-korban lain segera menyusul dengan cepat. Mulai dari si pelacur Eloisa Gomez hingga sosok yang dikenal sebagai Ramon Salgado – agen penjual lukisan Fransisco Falcon. Pembunuhan Ramon Salgado tepat sebelum janji pertemuannya dengan Javier Falcon, dimana sebelumnya Ramon menjanjikan suatu informasi tentang Raul Jimenez dengan imbalan Javier memperbolehkan dirinya masuk ke dalam studio sanggar Fransisco Falcon. 

Modus operandi yang sama – penyiksaan terhadap diri Ramon menjelang kematiannya, serta rekaman video yang sengaja ditinggalkan oleh pembunuh, semua menuntun Javier untuk menelusuri barang-barang peninggalan ayahnya. Dan disanalah ia menemukan kotak dengan surat dari ayahnya, yang berisi pesan untuk membakar semua peninggalannya tanpa tersisa – demi ketenangan kehidupan Javier. Namun keingin tahuan yang besar justru mendorong Javier bertindak sebaliknya – yakni membuka dan ia menemukan buku harian sang maestro Fransisco Falcon. Sesuai dengan ‘janji’ dalam surat, maka secara perlahan Javier memasuki kehidupan masa lalu, kehidupan yang membentuk sosok yang kemudian dikenal dengan nama Fransisco Falcon – yang menjadi terkenal dan kaya raya namun menyimpan kepedihan serta rahasia kelam tentang dirinya serta keluarganya.

Buku harian ayahnya secara bertahap mulai membuka kegelapan yang juga tanpa disadari menjadi bagian kehidupan anak-anaknya, terutama si bungsu Javier Falcon – putra kesayangan ayahnya. Javier mulai mengetahui kebiasaan aneh & menjijikkan ayahnya yang ternyata ‘menyukai’ anak laki-laki dalam mempertahankan pekerjaannya. Dari buku harian itu pula terbentuk suatu pola akan hubungan Ramon Salgado – Raul Jimenez – Fransisco Falcon, suatu persekongkolan akan kejahatan yang mengakibatkan hilangnya beberapa nyawa.

Javier Falcon merasakan suatu ikatan tersendiri dengan si pembunuh, apalagi saat secara misterius dan disengaja – si pembunuh mulai menghubungi dirinya secara langsung dan mengancam akan keselamatan Javier. Terbiasa dengan kondisi pekerjaannya yang senantiasa bersinggungan dengan bahaya, membuat Javier tidak terlalu ‘memperhatikan’ peringatan si pembunuh, hingga terjadi kecelakaan mengerikan yang menimpa seseorang yang dikasihinya – maka Javier sadar bahwa tinggal menunggu waktu sebelum ia ‘dijemput’ oleh si pembunuh. Si Buta dari Sevilla, akan datang menagih hutang serta pembalasan akan kematian keluarganya sekian tahun yang lampau, sekaligus memberikan penghormatan pada Javier Falcon dengan memberikan pengetahuan serta kejelasan tentang masa lalu yang terkubur dalam-dalam di sudut gelap benak Javier semasa kecil … peristiwa kematian misterius ibunya, serta menghilangnya ibu tiri yang dikasihinya … semua akan menjadi jelas tepat menjelang ajal menanti diri Javier Falcon.

Kesan :

Buku ini termasuk lumayan ‘berat’ bukan dalam hal materi, tapi lebih karena cara penyampaian yang menggunakan sudut pandang orang pertama ( Javier Falcon ) sesekali dimasuki dengan kisah dari buku harian Fransisco Falcon, yang merupakan kilas balik dari masa lalu – ditambah dengan detil waktu serta penggambaran situasi lokasi & penggambaran kejiwaan Javier Falcon, membuat pembacaan buku ini menjadi lebih lambat … ya, jadi harus sedikit bersabar dalam menyelesaikan buku 600 hlm ini.

Plotnya di awal sangat menarik, namun di tengah-tengah jika tidak berhati-hati bisa jadi menjadi sedikit ‘boring’ dengan alur yang melambat & dengan setting yang terkadang meloncat ( masa lalu & masa kini ) … namun menjelang akhir, mulai kembali alur menjadi menegangkan & endingnya lumayan bagus, paling tidak penulis tidak membiarkan pembaca bertanya-tanya dan semua misteri terjawab pada akhir kisah buku ini. Yang jelas, butuh sedikit visualisasi dalam menikmati kisah ini, karena itu jika dibuat suatu film dari buku ini, maka alur serta settingnya benar-benar akan menjadi lebih hidup dengan penggambaran detil-detil dalam setiap aspek ( cara ini yang ku-gunakan dalam meningkatkan antusiasme penyelesaian pembacaan ).

Berapa skor yang diperoleh ? Untuk ide serta kreatifitas ku-beri nilai 4 bintang dari 5 bintang, untuk kenikmatan serta kecepatan pembacaan ku-beri nilai 3 dari 5 ( karena alasan tadi, agak ‘lemot’ di tengah-tengah, untung tidak mogok … karena endingnya bagus ).

P.S. Buku ini ku-selesaikan diselingi dengan penyelesaian pembacaan 3 buku lainnya he..he.. ( The Thirthteen Tale, Imperium & The Wednesday Letter )

Best Regards, 
* HobbyBuku * 

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...