About Me

My photo

Bookaholic | Movies Addic | Love Travelling | Culinary Foodie | Book Blogging | Likes Music & Dance Performance

Translate

Tuesday, May 22, 2012

Books "I'M WATCHING YOU"

Judul Asli : I’M WATCHING YOU 
[ book 3 of Karen Rose’s Series ]
Copyright © 2004 by Karen Rose Hafer
Penerbit Dastan Books
Alih Bahasa : Uswatul Chabibah
Editor : Sylfentri
Cetakan ke-01 : Januari 2009 ; 608 hlm
Cover by Expertoha ; photographer by Olly
Rate : 3 of 5

(Chicago, 29 Desember) 
Kasih Sayang … Keluarga …Kematian … Kehancuran … Balas Dendam … Keadilan
Dia menggenggam liotin tersebut, satu-satunya peninggalan dari Leah yang manis dan lincah, kini terbaring kaku dan dingin dengan sebutir peluru menembus kepalanya.
Dia meraba huruf-huruf yang tertera pada liontin tersebut … WWJD : ‘What Would Jesus Do’ … dibacanya lagi Alkitab di tangannya, ‘Pembalasan itu milikku – kata Tuhan’ karena Tuhan-lah pemilik pengadilan terakhir.
Maka Dia akan membantu Tuhan mempercepat proses pengadilan tersebut … demi Leah.

(Chicago, 18 Pebruari)
Kristen Mayhew sedang menikmati istirahat siang di restoran Owen Madden, saat ia kembali diingatkan akan kegagalannya mendakwa Angelo Conti – putra tunggal Jacob Conti, sang industrialis kaya raya, atas tewasnya Paula Gracia akibat ditabrak mobil yang dikemudikan Angelo dalam keadaan mabuk. Kelelahan dan rasa frustasi melanda diri Kristen, apalagi saat John Alden – Asisten Eksekutif Pangacara Negara sekaligus pimpinannya dimana Kristen menjabat sebagai Jaksa Penuntut Negara di Chicago, memberikan peringatan agar ia bekerja lebih keras dalam membongkar serta menjebloskan sang tersangka dalam hukuman yang setimpal.



Namun semua kegalauan yang dialami Kristen, mengalami perubahan drastis saat ia memperoleh kiriman misterius yang dimasukan dalam bagasi mobilnya. Kiriman tersebut berisikan kumpulan foto Polaroid yang menunjukkan sosok-sosok tubuh yang tampak telah tewas setelah mengalami siksaan hingga tampak mengerikan. Kristen mengenali korban-korban dalam foto tersebut sebagai Anthony Ramey – tersangka pelaku pemerkosaan beruntun ; 3 sosok tubuh anggota geng Blade – tersangka tewasnya 2 anak sekolah yang terjebak dalam perang antar geng ; Ross King – tersangka paedofil yang telah memangsa sekian banyak korban. 

Semuanya merupakan tersangka yang pernah dituntut oleh Kristen, namun mereka semua bebas dari tuduhan. Seakan belum cukup kejutan yang dialaminya, ditemukan pula surat yang ditujukan khusus secara pribadi kepada Kristen, dimana si penulis mengakui telah meng-eksekusi para tersangka demi keadilan dan demi membela kerja keras Kristen … surat tersebut diawali dengan Kristen Tersayang dan diakhiri dengan tulisan dari “Budak-mu yang Hina” , bahkan ada tambahan dalam surat yang membuat Kristen ‘merinding’ karena tulisan yang sangat pribadi, seakan-akan si pembunuh senantiasa dekat dan mengawasi Kristen bahkan ia mengetahui momen-momen tertentu dimana hanya Kristen  seorang yang mengetahui hal tersebut. 

Sementara itu Detektif Abe Reagan yang baru saja pindah dari Bagian Intel Narkotika ke Bagian  Pembunuhan di bawah pimpinan Marc Spinelli harus menyesuaikan diri dengan partner barunya – Detektif Mia Mitchell. Dan lewat pertemuan yang tidak disengaja, membuat perkenalan dirinya dengan Kristen Mayhew saat ia menemukan kotak bingkisan misterius tersebut. Secara otomatis, Abe terlibat dalam penyelidikan kasus tersebut, walaupun tak dapat dipungkiri bahwa ia menaruh perhatian khusus pada sosok Kristen. Abe memiliki dorongan untuk senantiasa mendampingi & melindungi Kristen dari teror yang muncul dari penggemarnya yang mengaku sebagai ‘Budak-nya yang Hina’ … meski Kristen senantiasa menunjukkan sosok dingin dan menjauh dari setiap pendekatan yang dilakukan oleh Abe.   

Dari petunjuk yang diberikan oleh si pembunuh, ditemukan tempat-tempat dimana para korbannya yang merupakan tersangka pelaku kejahatan telah dieksekusi & dikubur. Bukti-bukti yang ada menunjukkan kepastian bahwa masing-masing tubuh yang telah menjadi mayat telah mengalami penyiksaan berat sebelum tewas. Yang mengejutkan adalah cara-cara penyiksaan mapupun eksekusi yang dilakukan, sama dengan apa yang telah dilakukan oleh para tersangka tersebut pada korban mereka masing-masing … seakan si pembunuh membalas kejahatan masing-masing dengan keadilan yang sama. Detektif Abe Reagan & Mia Mitchell terpaksa mengakui kemungkinan terlibatnya pihak kepolisian atau pihak-pihak bagian peradilan setelah keluarnya bukti bahwa si pembunuh mengetahui tentang detil-detil kasus yang tidak pernah diungkapkan pada khalayak umum. Dan si pembunuh sebagaimana tersirat dalam setiap suratnya kepada Kristen, bahwa ia tidak akan berhenti hingga keadilan ditegakkan.


Penyelidikan semakin bertambah rumit saat para keluarga korban pelaku kejahatan yang tewas tersebut juga menerima surat yang mengingatkan mereka agar ‘menikmati hidup yang lebih tenang’ karena sang pelaku kejahatan pada keluarga mereka telah ‘menerima balasannya’ dan telah tewas. Usaha yang dilakukan untuk mencari informasi lebih lanjut mengalami jalan buntu karena masing-masing keluarga yang dihubungi ‘bersyukur’ atas keadilan yang telah mereka terima … di sisi lain Kristen yang telah menerima caci-maki serta ancaman akibat kegagalannya dalam menuntut para tersangka, semakin dikecam atas usahanya membantu pihak kepolisian menyelidiki pembunuhan tersebut. Kristen semakin terpuruk apalagi dengan adanya rongrongan Zoe Richarson, wartawan yang menguntit Kristen dimana pun ia berada. Seakan belum cukup beban yang diterimanya, Kristen harus menghadapi munculnya surat-surat baru dari si Budak Hina, yang berarti munculnya korban-korban baru … dan korban yang cukup heboh karena cara penyiksaan yang brutal yaitu Angelo Conti.

Jika Abe telah berusaha keras membantu & melindungi Kristen yang telah menarik hatinya setelah sekian tahun ia mengalami ‘mati-rasa’ akibat tragedy yang menimpa istrinya, maka kali ini tidak cukup hanya perhatian namun Abe harus memutar otak guna keselamatan Kristen saat keluarga korban termasuk Jacob Conti melampiaskan amarah guna menemukan si pembunuh  sang Budak Hina, dengan menempuh segala cara, termasuk menyiksa Kristen dengan teror pembunuhan pada orang-orang yang dekat dengannya. Kristen yang mulai terbuka & menerima kehadiran Abe di sisinya, harus memikirkan masa depan yang akan ditempuhnya, terutama saat bukan hanya nyawanya yang menjadi taruhan tapi juga orang-orang yang dikasihinya, orang-orang yang baru dikenalnya … saat maut mengintai keluarga & kerabat Abe.

Tentang penulis : 

Karen Rose adalah mantan guru SMA di bidang kimia dan fisika, yang mendapat gelar sarjana tehnik kimia dari Universitas Maryland. Pada tahun 2005 - novelnya kedua berjudul “Have You Seen Her” masuk sebagai finalis penerima penghargaan RITA sedangkan novelnya ketiga, “I’m Watching You” menerima penghargaan RITA untuk kategori Best Romantic Suspense. “Nothing To Fear” yang merupakan novel keempat masuk nominasi sebagai finalis RITA pada tahun 2006 & dinominasikan sebagai Best Suspense oleh Romantic Times Magazine & Best Fiction ole SIBA Book Award. 

Karen Rose kini tinggal di Florida bersama suami dan anak mereka. Jika sedang tidak menulis, ia gemar melakukan traveling, karate dan bermain ski.
Links Situs Resmi : www.karenrosebooks.com

Best Regards,
* Hobby Buku * 

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...