About Me

My photo

Bookaholic | Movies Addic | Love Travelling | Culinary Foodie | Book Blogging | Likes Music & Dance Performance

Translate

Friday, November 23, 2012

Books "SHE WENT ALL THE WAY"


Books “KISAH DI BALIK LAYAR”
Judul Asli : SHE WENT ALL THE WAY
Copyright © 2002 by Meggin Cabot
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : Ade Dina Sigarlaki
Desain & ilustrasi sampul : www.loremipsumdesign.net
Cetakan I : Oktober 2004 ; 448 hlm
Rate : 4 of 5

Kisah dibuka dengan kehebohan berita dunia entertainment di tabloid-tabloid, surat kabar hingga televisi. Berita pernikahan aktor Bruno di Blase dan aktris Greta Woolston – pasangan pemain utama film Hindenburg yang meraih penghargaan Oscar sebagai film terbaik. Yang membuat berita ini lebih heboh, sang aktor sebelumnya terikat sebagai kekasih Lou Calabrese – penulis skenario Hindenburg yang juga memperoleh penghargaan Oscar berkat karyanya. Sedangkan sang aktris merupakan kekasih Jack Townsend – aktor kenamaan serta pewaris keturunan Townsend yang kaya raya sekaligus terpandang. Maka tak dapat dipungkiri, kedua ‘bekas’ pasangan ini, diburu oleh para paparazi serta reporter yang haus akan gosip terkini. Satu-satunya yang mampu membuat mereka melarikan diri dari situasi tersebut, adalah tugas ‘shooting’ pengambilan adegan film terbaru mereka Copkillers IV yang diambil di wilayah terpencil di Alaska. 

[ source ]
Perjalanan mereka bertiga, Lou Calabrese, Jack Townsend dan Vicky Lord – istri terbaru sutrada Tim Lord sekaligus sahabat Lou, berganti rencana, ketika Vicky mendadak mendapat pangggilan darurat dari rumahnya. Maka kedua orang yang saling tidak menyukai satu sama lain, dan tidak nyaman dengan kondisi mereka masing-masing saat itu, terpaksa harus tetap berangkat berdua bersama sang pilot helicopter carteran. Tanpa disangka-sangka, disinilah awal petualangan yang akan merubah masa depan mereka masing-masing. Dimulai saat sang pilot yang mengaku bernama Sam, mengacungkan pistol ke kepala Jack saat mereka berada di atas udara. Ia mengaku disewa seseorang untuk melenyapkan jejak dengan cara apa pun. Sebelum Sam mampu bertindak lebih lanjut, terjadi kekacauan di dalam helicopter. Antara Lou dan Jack yang berusaha menggagalkan tindakan Sam, yang akhirnya berbuntut pada kecelakaan, dan helicopter mereka jatuh terhempas di tanah.  


Mengalami kecelakaan, terdampar di suatu tempat di wilayah pegunungan bersalju dan terpencil, Lou dan Jack mendapati bahwa kondisi mereka akan semakin bertambah parah. Bukan saja harus bertahan hidup dan mencari jalan keluar, mereka juga harus menghindar dan bersembunyi dari orang-orang tak dikenal yang memiliki satu misi : membunuh mereka. Lou bahkan harus membunuh salah satu di antara orang-orang tersebut demi menyelamatkan Jack. Yang membuat Lou semakin jengkel, sikap Jack yang meyakini bahwa ia tidak memiliki bayangan siapa tokoh dibalik layar yang menyewa para pemburu itu untuk menghabisi nyawa Jack dengan segala cara. Masalahnya Lou mau tak mau terlibat di dalamnya, dan itu berarti nyawanya juga terancam. Sembari tetap berlari dan mencari persembunyian, hubungan keduanya yang dingin dan kaku, perlahan mulai hangat dan menyukai satu sama lain. 

[ source ]
Jika Jack semula tampak acuh dengan kehadiran Lou, kini ia tak mampu melepaskan bayangan wanita itu dari benaknya. Sedangkan Lou, ia bergulat antara hati dengan otaknya, yang satu mengarahkan untuk menerima ‘uluran-persahabatan’ Jack, yang lainnya bagai alarm yang senantiasa mengingatkan dirinya, siapa Jack – playboy yang berganti-ganti pasangan bak berganti pakaian. Apalagi pengalamannya dengan ‘mantan tunangan’ yang akhirnya memilih menikah dengan wanita lain yang baru dikenalnya, meninggalkan hubungan yang terjalin selama 10 tahun lebih. Mampukah Lou menepis godaan yang ditawarkan oleh Jack dan fokus pada tujuan baru dalam kehidupan karirnya ? Dan yang paling penting, bagaimana ia menemukan jalan keluar dari kejaran mara-bahaya yang mengincar di belakang punggung mereka berdua ?

Satu lagi karya penulis serba bisa Meg Cabot yang telah membuktikan dirinya mampu menulis dalam berbagai kategori. Dikenal lewat karya Teenlit Princess Diaries yang menjadi serial bestseller terutama setelah Disney memutuskan membuat adaptasi film dari novelnya yang dibintangi oleh Anne Hatthaway sebagai Mia Thermapolis. Kemudian berturut-turut serial novelnya dari Mediator, Underworld, Queen of Babble hingga seri misteri Heather Wells, mendapat respons luar biasa dari kalangan pembaca serta penggemarnya. Bahkan peralihan dari kategori penulis kisah remaja menjadi penulis kisah dewasa, tetap mempertahankan ciri khas Meg Cabot yang segar dan penuh intrik menggoda, dengan kematangan serta plot yang menegangkan sekaligus menarik para pembacanya. 

Kisah ‘She Went All The Way” ini mungkin dikategorikan sebagai chicklit, namun diriku melihat sesuatu yang berbeda, sebagaimana penulis menuliskan serial Heather Wells. Ini bukan sekedar chicklit, tetapi drama suspense menegangkan dengan bumbu roman yang penuh humor. Sungguh beruntung diriku sempat membaca buku yang kini sudah termasuk barang langka karena termasuk edisi ‘jadul’ – apalagi ternyata bagus sekali  (^_^) .... membuat diriku penasaran untuk hunting-baca buku-bukunya yang lain yang juga sudah masuk edisi ‘jadul’ ___ my comment “Just Love IT !! “


Tentang Penulis :
Meg Cabot ( nama aslinya Meggin Patricia Cabot ), lahir di Bloomington, Indiana, Amerika Serikat pada tanggal 1 Februari 1967. Ia merupakan penulis Amerika yang sangat produktif dalam menulis dan telah menghasilkan lebih dari 50 judul buku. Karyanya yang terkenal diantaranya seri The Princess Diaries, yang telah diangkat ke layar lebar oleh Walt Disneys Pictures dengan judul yang sama. Kemudian seri Mediator  tentang remaja yang memiliki kemampuan supranatural, serial detektif lewat Heather Wells Mystery, serangkaian chicklit, historical romance dan tentu saja seri Underworld yang merupakan adaptasi dari kisah Mitologi Yunani yaitu Persephone yang diculik oleh Hades – dewa penjaga gerbang kematian, dan dipaksa menemaninya tinggal di Underworld. Meg Cabot telah memperoleh banyak penghargaan atas karya-karyanya, hingga kini buku-bukunya terjual lebih dari 15 juta kopi, dan ia masih tetap giat menulis sampai kapan pun ...

[  more about Meg Cabot & her books, visit at Meg Cabot Sites ]


Best Regards, 
* Hobby Buku * 
 

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...