About Me

My photo

Bookaholic | Movies Addic | Love Travelling | Culinary Foodie | Book Blogging | Likes Music & Dance Performance

Translate

Monday, March 18, 2013

Books "TAKE NO PRISONERS"



Books “OPERASI PEMBEBASAN”
Judul Asli : TAKE NO PRISONERS
[ book 2 of the Black Ops. Series ]
Copyright © 2008 by Cindy Gerard
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : Irman Dolly Armaya
Editor : Agus Hadiyono
Cover by Marcel A.W.
Cetakan I : Maret 2013 ; 424 hlm 
Rate : 2,5 of 5
 
Sam Lang, anggota pasukan elite Black Ops. Inc – pasukan khusus yang mengemban tugas-tugas rahasia ke selaga penjuru dunia, sedang menjalankan misi penyamaran : mengintai Fredrick Nader – warga negara Jerman yang juga merupakan otak di belakang aksi teroris serta perdagangan gelap di wilayah Honduras bersama rekannya Johnny Duane Reed, ketika ia menerima kabar mengerikan tentang keluarganya. Berita yang menyebabkan dirinya segera mengundurkan diri dari tugasnya, dan memilih hidup tersembunyi di peternakan keluarga di Las Vegas, Nevada.

Tiga bulan kemudian, Sam memperoleh kunjungan tak diduga dari sahabatnya Reed, yang mencoba menariknya kembali untuk aktif dalam misi khusus : mengejar dan menjerat Fredrick Nader. Reed memberikan data-data bahwa mereka (pasukan Black Ops.) telah menemukan jalan untuk menangkap Nader. Jalan tersebut melalui wanita bernama Abbie Hughes – yang bekerja sebagai pembagi kartu blackjack di kasino sembari meneruskan kuliah di UNLV. Dan yang menghubungkan mereka adalah Corry Hughes – adik Abbie yang diketahui telah melakukan berbagai ‘pekerjaan-kotor’ sebagai kurir bagi kegiatan Nader. Tugas Sam Lang adalah mendekati Abbie dan mencari tahu rahasia yang disembunyikan oleh kakak beradik Hughes.


[ source ]
Abbie yang baru saja bercerai dari suaminya, tertarik dan mulai membuka diri terhadap pendekatan Sam Lang. Tanpa diduga, keduanya menemukan kecocokan, dan Abbie mendapati dirinya merasakan kebahagiaan yang telah lama menghilang dalam kehidupannya. Namun di saat hubungan keduanya semakin intens, di saat itu pula Sam Lang harus menunjukkan identitas aslinya kepada Abbie, apalagi ketika intel menyebutkan adanya aktifitas aneh dalam kegiatan Nader. Abbie harus menghadapi kenyataan pahit dan sakit hati atas ‘pengkhianatan’ Sam Lang, dengan memperalat dirinya. Namun ia tak bisa berlama-lama menghindari dan menjauhi Sam Lang, terutama ketika sebuah kenyataan mengerikan muncul dihadapannya. 

Cory Hughes – satu-satunya kerabat, adik tersayang yang juga menderita semasa kanak-kanak akibat siksaan dan perlakuan kedua orang tua mereka, kini berada dalam kondisi sulit. Nyawanya dalam bahaya besar, karena ia terlibat dalam transaksi yang menyebabkan kemurkaan Nader, yang berniat menyiksa habis-habisan sebelum membunuh Cory. Semuanya disebabkan oleh sebutir permata langka yang ‘dicuri’ oleh anak buah Nader, rekanan Cory yang melimpahkan beban kesalahan kepada Cory yang tidak tahu menahu. Abbie tak memiliki kekuatan ataupun cara untuk membantu adiknya keluar dari situasi itu. Maka hanya ada satu jalan, ia harus ‘memanfaatkan’ Sam Lang beserta pasukan Black Ops untuk menyelamatkan nyawa Cory. Dan Abbie harus siap mengorbankan dirinya sebagai umpan – memancing Nader keluar dari persembunyiannya.

[ source ]
Buku kedua seri Black Ops. Inc. – menyajikan variasi kisah dengan tokoh Sam Lang, pria misterius yang pendiam dan tenang, sahabat Johnny Duane Reed yang tampan, penggoda, perayu wanita dan sangat supel. Walau sifat dan karakter keduanya bertolak belakang, namun hubungan erat antar keduanya tak terpisahkan. Hingga Sam Lang memutuskan melepas sebuah hal yang berkaitan dengan Black Ops. – demi keselamatan keluarganya yang masih tersisa. Namun bayang-bayang masa silam menghantui dirinya, hingga ia sadar bahwa penyelesaiannya harus ditempuh dengan menemukan pelaku yang menghancurkan keluarganya : Fredrick Nader.

Dipadu dengan karakter wanita : Abbie Hughes – yang memiliki masa lalu silam dan berhasil bangkit dari keterpurukan dan siksaan keluarganya, menyelamatkan dirinya serta adiknya, Cory yang hidupnya penuh kekacauan. Sedikit berbeda dengan buku pertama, dimana karakter Jenna lebih kelam akibat trauma siksaan selama dalam tahanan teroris. Buku kedua ini lebih terasa menyenangkan dan adegan romansa, dengan bumbu konflik perseteruan antara mafia di bawah pimpinan Fredrick Nader dan Desmond Fox, memperebutkan berlian-berlian Tupacka sebagai simbolisasi kekuasaan masing-masing, tanpa memperdulikan berapa banyak nyawa melayang demi memperoleh benda tersebut. Sebuah bacaan yang cukup ringan dan singkat, dengan bumbu adegan seru serta menegangkan. 

[ more about the author and related works, check on here : Cindy Gerard’s Site | on Wikipedia ]

Best Regars,
* Hobby Buku * 

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...