About Me

My photo

Bookaholic | Movies Addic | Love Travelling | Culinary Foodie | Book Blogging | Likes Music & Dance Performance

Translate

Monday, May 6, 2013

Books "ARSÈNE LUPIN vs MAFIA MAFFIA"


Books “ARSÈNE LUPIN vs MAFIA MAFFIA”
Judul Asli : LES MILIARDS d’ARSÈNE LUPIN
Copyright © by Maurice Leblanc, 1941
Penerbit Visimedia
Alih Bahasa : Julie Medikawati
Editor : Muthia Esfand
Desain cover : Nuruli Khotimah
Cetakan I : Februari 2013 ; 290 hlm
Rate : 3 of 5

Kisah dibuka dengan peristiwa yang berkaitan dengan James Mac Allermy –pemilik dan direktur Allô-Police, surat kabar ternama dalam dunia kriminologi di Amerika,  ditemukan tewas secara mengenaskan. Disusul dengan berita kematian sahabat dekatnya Frédéric Fildes, seorang ahli hukum dan sekaligus pengacara beliau. Keduanya dinyatakan tewas terbunuh namun sang pelaku tidak pernah ditangkap. Tanpa diketahui siapa pun, peristiwa pembunuhan itu disaksikan oleh seseorang, wanita muda yang cantik dan menarik bernama Patricia Johnston – sekretaris James Mac Allermy, yang menerima sebuah mandat berisi pesan rahasia seandainya terjadi sesuatu pada dirinya. Merasakan adanya , memutuskan meninggalkan pekerjaannya dan segera berangkat ke Prancis untuk menyelidiki penyebab di balik kematian sang pimpinan. Ia memiliki putra bernama Rodolphe Namun ia harus berhadapan dengan jaringan rahasia yang menamakan diri Maffia, yang tak segan-segan menempuh segala cara guna mendapatkan ‘dokumen’ yang diwariskan kepada Patricia. Nyawanya terancam bahaya besar hingga ia bertemu sosok pria menarik yang tak lain adalah Arsène Lupin.



Satu lagi karya LeBlanc yang menampilkan karakter Arsène Lupin secara utuh sejak awal hingga akhir kisahnya. Jika dalam beberapa kisah lainya, karakter pencuri budiman ini muncul sebagai sosok di balik layar, maka kali ini ia tampil di depan dan mulai sedikit membuka diri dengan menunjukkan dirinya juga manusia biasa yang bisa mengalami jatuh-bangun akibat ‘jatuh-hati’ pada wanita yang tak biasa. Secara keseluruhan, seharusnya kisah ini mampu memberikan daya tarik tersendiri, namun entah mengapa kenyamanan dalam menyelesaikan kisah ini terhambat denga gaya penuruturan yang ‘melompat-lompat’ serta berbagai kiasan yang terasa janggal di sana-sini. Karakter Lupin terkesan sangat konyol dan humor-humor serta gaya bahasanya yang sering sedikit ‘sarkatis’ tidak mampu menghidupkan suasana, bahkan saat membayangkan dialog-dialog yang terjadi, dalam bayanganku justru muncul  melodrama ala telenovela.

Apakah karena buku ini diterjemahkan langsung dari edisi berbahasa Perancis, bukannya edisi berbahasa Inggris ? Atau sang penerjemah kurang menangkap nuansa dalam kisahnya dan hanya melakukan ‘terjemahan’ secara utuh...yang jelas cukup lama waktu yang kubutuhkan untuk menyelesaikan kisah ini secara tuntas karena faktor-faktor tersebut. Untuk ide kisah, seharusnya bisa menjadi sebuah kisah misteri yang melibatkan konspirasi tingkat tinggi. Dan penggambaran sosok Lupin terus terang kurang kusukai dengan pengulang demi pengulangan akan curahan hati yang tak tersampaikan. Sebagai sosok pria Perancis sejati yang terkenal romantis sekaligus misterius, mengapa bagaikan pria lemah bahkan sosok badut yang sama sekali tidak lucu. Sungguh sayang, padahal pengharapanku akan kisah ini sangat tinggi. Entah dimana kesalahan telah terjadi, yang jelas edisi buku ini tidak mendapat ‘tempat-khusus’ sebagai bacaan favorit-ku.

Note : Novel ini merupakan karya terakhir Leblanc, dan sebagian dari isi novel ini sempat lenyap dalam serangkaian edisi yang terbit di Prancis. Hingga seorang kolektor karya beliau mampu mengumpulkan dan melengkapi keseluruhan kisah termasuk bagian-bagian yang hilang. Edisi terjemahan ini dibuat berdasarkan novel utuh yang masih berbahasa Prancis. [ pengantar dari penerbit ]

Tentang  Penulis :
Maurice Marie Émile Leblanc, dilahirkan pada tanggal 11 November 1864 di Rouen, Normandy, Prancis, dari sebuah keluarga kaya dengan tradisi Prancis yang kental. Ia merupakan putra kedua dari pasangan Émile Leblanc – seorang pria keturunan Italia, dengan Blance Brohy. Saat perang di Prancis pecah pada tahun 1870, ia berusia 6 tahun. Setelah sempat mengeyam pendidikan di Rouen, Jerman serta Italia, akhirnya ia memutuskan untuk bekerja pada firma milik keluarganya, yang menyebabkan dirinya meneruskan pendidikan di sebuah sekolah hukum di Paris. Pada masa inilah Leblanc menemukan keasyikan tersendiri dalam dunia menulis. Pada akhirnya ia mengabaikan bisnis keluarga serta sekolahnya, kemudian beralih menekuni dunia menulis sebagai penulis cerita kriminal di majalah amatir, sekaligus sebagai reporter untuk surat kabar Prancis seperti Figaro, Gil Blas, dan Echo de Paris. Leblanc akhirnya drop-out dan memilih fokus untuk menekuni profesi sebagai penulis. Tahun 1889, dia menikah dengan Marie-Ernestine Lalanne, tetapi bercerai pada tahun 1895.

Novelis Prancis yang menginspirasi Leblanc dalam dunia penulisan adalah Gustave Flaubert serta Guy de Maupassant. Novel pertamanya dipublikasikan pada tahun 1887 dengan judul Une Femme, yang bertema psikologi. Namanya belum cukup diakui di Prancis hingga ia menulis cerita lepas pertamanya yang memunculkan sosok Arsène Lupin, terbit pertama kali di majalah Je Sais Tout Vol. 6, tanggal 15 Juli 1905. Sosok Arsène Lupin yang disebut sebagai ‘the French Conan Doyle’ ditampilkan sebagai pencuri ulung yang cerdik mendapat sambutan luar biasa dari kalangan pembaca. Ketenaran Maurice Lupin dengan tokoh Arsène Lupin dianggap hanya bisa disaingi oleh Sir Arthur Conan Doyle, sang pencipta tokoh detektif ternama Sherlock Holmes. Kepopuleran karya Doyle menjadi sumber insiprasi para penulis lain untuk menghasilkan tulisan tentang kisah detektif yang serupa dengan sosok Sherlock Holmes, termasuk Leblanc. Namun alih-alih sosok detektif, ia menciptakan sosok pencuri budiman dengan gaya yang sangat Prancis. 

[ source ]
Sosok Arsène Lupin merupakan pria bangsawan Prancis yang perlente, santun, serta penuh tata krama dan tampak terhormat, memiliki sisi lain yang digambarkan sebagai humoris dengan sifat bercanda yang nakal, cerdik dan memiliki kemurahan hati yang cukup unik sebagai pencuri. Nama awal karakter yang ia ciptakan semula adalah Arsène Lopin hingga seorang politisi setempat dengan nama serupa protes, dan ia ganti menjadi Arsène Lupin. Dalam kisah debutan ini, Leblanc mempertemukan sosok Arsène Lupin melawan karakter Sherlock Holmes, yang bersaing dalam menghadapi kasus di wilayah Prancis. Setelah kisah ini terbit, pihak Sir Arthur Conan Doyle mengajukan keberatan resmi atas penggunaan nama Sherlock Holmes. Sehingga pada edisi terbitan 1908, diganti menjadi berjudul Arsène Lupin contre Herlock Sholmès, dan karakter Watson dirubah menjadi Wilson (dalam edisi terbitan Amerika, nama Sherlock Holmes dirubah menjadi Holmlock Shears).

Leblanc menghabiskan masa 25 tahun dalam hidupnya dengan menulis aneka kisah mengenai sosok Arsène Lupin. Karakter sang pencuri budiman ini kemungkinan besar terinspirasi dari seorang pencuri cerdik dari Prancis bernama Maurice Jacob yang senantiasa menghiasi halaman depan surat kabar Prancis pada era 1900-an. Namun ada pula yang mengatakan salah satu buku yang mempengaruhi Leblanc dalam menulis serial petualangan Arsène Lupin, adalah Les 21 Jours d’un Neurasthénique karya Octave Mirbeau yang terbit di Prancis pada tahun 1901 melalui sebuah  buku yang berkisah tentang pencuri budiman bernama Arthur Lebeau. Karena dedikasinya dalam dunia literasi Prancis, Leblanc mendapat penghargan Légion d’Honneur. Beliau meninggal dunia di Perpignan pada tahun 1941. Bekas rumahnya di Etretat kini dijadikan Museum Maurice Leblanc.

[ more about the author, books and related works, check on here : Maurice LeBlanc | on IMDb | on Gutenberg | on Wikisource ]

Best Regards,
* Hobby Buku * 


No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...