About Me

My photo

Bookaholic | Movies Addic | Love Travelling | Culinary Foodie | Book Blogging | Likes Music & Dance Performance

Translate

Monday, September 16, 2013

Books "AFFAIR NEXT DOOR"

Books “AFFAIR NEXT DOOR”
Judul Asli : THAT AFFAIR NEXT DOOR
[ book 1 of Amelia Butterworth Series ]
Copyright © 1897 by Anna Katherine Green | published by The Knickerbocker Press
Penerbit Visimedia
Alih Bahasa : Diana A. Santoso
Editor : Fitria Pratiwi
Proofreader : Tim Redaksi Visimedia
Desain Sampul & Lay-out : Nuruli Khotimah
Cetakan I : Juni 2013 ; 408 hlm ; ISBN 979-065-184-8
Rate : 3,5 of 5
~ Re-Blogged from HobbyBuku's Classic ~

Membaca kata pengantar yang menyebutkan bahwa ini adalah salah satu karya penulis wanita yang jauh ‘mendahului’ sang Ratu Misteri Dame Agatha Christie dalam penulisan kisah misteri sekaligus menciptakan karakter utama detektif wanita pertama dalam sejarah penulisan genre ini, merupakan salah satu alasan utama mengapa diriku ‘tergugah’ rasa penasaran untuk segera membaca buku pertama sang tokoh utama Amelia Butterworth ini.



Kisah dibuka dengan adegan menjelang tengah malam, ketika sosok Amelia Butterworth memperhatikan kehadiran kereta dengan dua orang penumpang yang turun dan memasuki kediaman di sebelah rumahnya. Yang membuat Amelia tertarik, ia mengetahui fakta bahwa pemilik kediaman tersebut, yaitu keluarga Van Burnam pada saat itu sedang berpergian keluar Eropa. Kediaman yang telah kosong mendadak didatangi pengunjung pada waktu diluar kebiasaan, sungguh menarik perhatiannya. Apalagi setelah beberapa saat, salah satu pengunjung, sosok seorang pria pergi meninggalkan kediaman itu dengan terburu-buru. Yang berarti pengunjung yang tersisa, seorang wanita tetap tinggal di rumah kosong seorang diri...sesuatu yang cukup janggal menurut Miss Butterworth.

Keesokan paginya, ketika ia pergi meninggalkan rumahnya, untuk memenuhi rasa penasaran, ia melihat kembali kondisi kediaman tetangganya. Anehnya kediaman itu tetap tertutup rapat, gelap, sama sekali tidak menampakkan adanya seorang wanita yang tinggal di dalamnya. Didorong oleh perasaan tak enak, Miss Butterworth mendesak seorang polisi yang kebetulan lewat untuk menyelidiki hal tersebut. Ketika muncul pula wanita yang bertugas membersihkan kediaman tersebut, muncul keraguan karena ia memastikan tidak ada satu orang pun yang tinggal di sana, namun Amelia Butterworth bisa cukup keras kepala jika menyangkut ‘naluri-nya’. Akibat desakan tiada henti dari beliau, maka sang polisi disertai petugas kebersihan, memasuki dan memeriksa kediaman tersebut. Akhirnya pengunjung wanita yang misterius ditemukan. Permasalahannya, ia telah tewas, dan tubuhnya yang telah kaku, tertindih rak buku yang cukup besar sehingga wajahnya sulit dikenali.

Kisah bergulir dengan cepat, ketika para penyelidik muncul untuk menemukan jawaban dibalik misteri siapakah korban tersebut dan bagaimana ia bisa tewas di dalam sebuah rumah kosong. Amelia Butterworth yng diminta tetap tinggal karena kapasitasnya sebagi saksi penting, turut memutar otak dan mempelajari kondisi di sekelilingnya. Hasil pengamatan serta pemikiran Amelia, yang juga muncul dalam kesaksiannya, menggugah keingin-tahuan dari salah satu penyelidik. Pria yang cukup tua namun memiliki pandangan mata awas serta cerdas itu adalah Ebenezer Gryce – detektif unggulan yang terkenal karena mampu memecahkan kasus pelik yang dikenal sebagai Leavenworth Case. Beliau pula yang meminta agar Amelia Butterworth melakukan ‘beberapa’ tindakan pengawasan menyangkut kasus ini.

Saat membaca deskripsi tentang sosok Amelia Butterworth, dugaan awalku secara otomatis lari pada sosok Miss Jane Marple – salah satu karakter utama dalam kisah karya Agatha Christie. Walau sama-sama mendapat julukan ‘perawan tua’ kedua karakter ini tidak memiliki sifat yang serupa, selain rasa ‘usil’ untuk melihat-mengamati-menyelidiki hal-hal di sekelilingnya. Meski tidak menyebutkan usia secara jelas, dugaanku Amelia Butterworth jauh lebih muda dibandingkan Jane Marple, berkisar antara 30-40 tahun, dan memiliki daya tarik tersendiri yang acapkali mengundang kaum pria untuk mendekatinya. Namun karena sifatnya yang cukup blak-blakan dalam mengungkapkan buah pikirannya, membuat beberapa pria justru mundur teratur. Amelia Butterworth bisa dikatakan sangat cerdas dan awas, memiliki keyakinan tinggi akan pengetahuan serta kemampuannya, dan kegemarannya untuk menonjolkan diri yang bisa dikaitkan dengan kesombongan, terkadang menghambat proses penyelidikan yang sedang dilakukannya.

Keunikan lainnya adalah hubungan atau bisa dikatakan partnership antara dirinya dengan Mr. Ebenezer Gryce, yang mewakili generasi yang lebih tua dan memiliki pengalaman lebih besar. Namun beliau harus mengakui, pengetahuan Amelia tentang sifat dasar manusia, terutama menyangkut kaum wanita (sesuatu yang kurang mendapat perhatian dari kaum pria di masa itu), justru membantu Amelia selangkah lebih maju dari penyelidikan yang dilakukan oleh Mr. Gryce. Jangan berharap kerjasama mereka layaknya Poirot-Hastings atau Sherlock-Watson, keduanya justru bersaing dan berlomba siapa yang lebih cepat menemukan pemecahan dari misteri kasus yang mereka hadapi. Karena Amelia Butterworth adalah wanita yang suka pada tantangan dan tidak pernah mau diremehkan oleh siapa saja. Jika mengamati pertarungan ‘ego’ antar kedua sosok ini sunguh menggelitik, masing-masing menunggu siapa yang akan ‘mengalah’ terlebih dahulu, hingga akhirnya kesepakatan berupa saling ‘barter-informasi’ yang terjadi karena keduanya tidak bersedia saling mengakui keunggulan lawan ...

Selain karakter-karakter utama yang menarik, penulis menyajikan situasi yang cukup kompleks dengan alur kisah yang naik-turun secara bergantian, mengguncang emosi sekaligus rasa penasaran untuk mengungkap siapakah sebenarnya sosok pelaku dibalik layar dan yang terpenting apa alasannya dibalik peristiwa pembunuhan wanita yang misterius ini ? Membaca kisah sepanjang 400 halaman ini sungguh perjuangan berat – lebih terutama karena rasa ingin-tahu yang sangat besar untuk membalik langsung pada halaman terakhir, untuk mengetahui siapakah pelaku sebenarnya.

Pembaca akan digiring menelusuri jejak penyelidikan yang dilakukan oleh Amelia Butterworth, yang juga mengalami ‘jalan-buntu’ berulang-kali atau salah sasaran, hingga akhirnya sang pelaku muncul dengan sendirinya akibat ulah seseorang yang menaruh dendam kesumat. Saling-silang penyelidikan sekaligus persaingan antara Mr. Gryce dan Miss Butterworth, digambarkan cukup seru sekaligus menggelitik karena keduanya pada akhirnya menelusuri jalur yang sama sekali berbeda, dan menjelang akhir tiada yang salah maupun benar antar keduanya, karena semuanya merupakan kepingan puzzle yang tersebar di segala penjuru, menyesatkan dan membingungkan. Dengan ending yang cukup mengejutkan, kisah ini ditutup dengan campuran antara kepuasan karena menemukan satu lagi kisah misteri yang layak dijadikan koleksi bacaanku, dan juga ketidak-puasan karena ingin membaca seluruh karya penulis lainnya, terutama yang paling terkenal ‘The Leavenworth Case’ yang menampilkan Ebenezer Gryce pertama kali – buku yang juga mendapat pujian dari penulis misteri Wilkie Collins, apakah penerbit Visimedia berkenan menerjemahkan dan menerbitkan pula buku ini ???

Tentang Penulis :
Anna Katherine Green lahir di Brooklyn pada tanggal 11 November 1846, putri dari pasangan Catharine Ann Whitney Green dari James Wilson Green, yang merupakan salah satu pengacara terkenal di New York. Awalnya ia memiliki ambisi untuk menjadi penulis puisi dan roman, yang membawanya pada korespondensi dengan Ralph Waldo Emerson untuk proses penulisan kreatifnya. Namun justru novel misterinya yang pertama ‘The Leavenworth Case’
(1878) yang mendapat sorotan serta pujian dari penulis misteri ternama Wilkie Collins, bahkan menduduki mendapat penghargaan sebagai buku Internasional Bestseller Amerika yang pertama. Dan hal ini membawanya untuk menekuni penulisan novel misteri-detektif.

Prestasinya dalam bidang akademis menunjukkan keinginan untuk senantiasa belajar hal-hal baru. Dibuktikan ketika pada tahun 1866, ia menyelesaikan pendidikan dari Ripley Female College (sekarang disebut Green Mountain College) di Poultney, Vermont, dan ia merupakan sarjana perempuan pertama untuk ilmu seni. Pada tahun 1877, ia bertemu dengan Charles Rohlfs yang berprofesi sebagai aktor. Meski ada perbedaan usia 7 tahun lebih muda, keduanya menikah pada tanggal 25 November 1884 di Gereja Congregational Selatan, Brooklyn. Setelah menikah, Rohlfs memilih beralih profesi menjadi desainer furniture dan Green mengelola penerbitan buku sembari tetap melakukan aktifitas penulisan karyanya.

[ source ]
Putri pertama mereka, Rosamond lahir di tahun 1885, dan pada tahun berikutnya Green menerbitkan ‘The Mill Mystery’ dan ‘Risifi’s Daughter’. Pada Mei 1887, ia melahirkan anak kedua : Sterling sekaligus mengeluarlan novel terbarunya berjudul ‘7 to 12 : A Detective Story’ pada bulan Juni. Tahun 1892 Green kembli melahirkan anak ketiga yang diberi nama Roland, sekaligus menerbitkan Cynthia Wakeham’s Money. Selain mengelola penerbitan bukunya dan merawat ketiga anaknya, Green tetap meluangkan waktu membantu dan berkolaborasi bersama suaminya dalam bisnis furniture.

Novel detektif karyanya yang paling terkenal, memperkenalkan tokoh detektif Ebenezer Gryce dari Kesatuan Kepolisian New York Metropolitan. Namun, dalam novelnya ‘That Affair Next Door’         (1897) ; ‘Lost Man’s Lane : A Second Episode in the Life of Amelia Butterworth’(1898) ; dan ‘The Circular Study’ (1900), selain sosok Mr. Gryce, beliau memperkenal karakter detektif wanita pertama bernama Amelia Butterworth, sosok mandiri, cerdas, memilih untuk tidak menikah karena menyukai kebebasan dan suka ‘usil’ mencari-tahu urusan orang lain. Selain itu beliau juga menciptakan karakter Violet Strange – gadis yang bekerja sebagai detektif amatir untuk kepolisian dalam kumpulan cerpen ‘The Golden Slipper and Other Problems for Violet Strange’ (1915).

Sumber insiprasi karya-karya beliau adalah penulis Edgar Allan Poe dan Emile Gaboriau, yang dianggap sebagai mentor dalam bidang penulisan fiksi detektif. Sosok sang ayah yang berprofesi sebagai pengacara turut menambah wawasan beliau seputar dunia hukum, dan kisah yang dituturkan oleh Ralph Waldo Emerson (yang secara tidak langsung menjadi ‘dosen-pembimbing’ Green dalam penulisan kreatif), tentang agen intelijen perempuan semasa Perang Sipil Amerika, menjadi sumber ide karakter-karakter utama karyanya. Pada tanggal 11 April 1935, beliau wafat pada usia 88 tahun di kediamannya di Buffalo, New York, setelah secara produktif menghasilkan 40 buah buku.

[ more about the author and related works, just check at here : on Wikipedia | on Goodreads | at OnlineLiterature | Her Works | Amelia Butterworth Series ]

Best Regards,

* Hobby Buku * 

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...