About Me

My photo

Bookaholic | Movies Addic | Love Travelling | Culinary Foodie | Book Blogging | Likes Music & Dance Performance

Translate

Friday, October 18, 2013

Books "THE FIRST CASE OF POIROT"

Books “THE FIRST CASE OF POIROT”
Judul Asli : THE MYSTERIOUS AFFAIR AT STYLES
Copyright © 1920 by Agatha Christie | first published by Bodley Head in America
Penerbit Visimedia
Alih Bahasa : Lulu Fitria Rahman
Editor : Muthia Esfand
Proofreader : Tim Redaksi Visimedia
Desain Sampul & Lay-out : Nuruli Khotimah
Cetakan I : Juli 2013 ; 276 hlm ; ISBN 979-065-189-9
Rate : 3.5 of 5
[ also read another edition ; my review at : HERE ]

Siapa yang tak kenal dengan nama Agatha Christie, yang mendapat julukan Ratu Misteri berkat novel-novel yang mengangkat genre penulisan kisah detektif misteri para era baru di abad ke-20. Mungkin Anda pernah mendengar nama Sir Arthur Conan Dole yang mempopulerkan karakter Sherlock Holmes atau Edgar Allan Poe dan Wilkie Collins yang bisa dianggap sebagai pencetus ide penulisan ‘detective-mystery’. Namun berkat Agatha Christie, pembaca dibawa memasuki dunia kriminalitas serta para penegak keadilan di masa Perang Dunia dan era modern. Uniknya dengan kemajuan tehnologi dan peradaban, beliau bukan menyoroti dari unsur tersebut, misalnya penggunaan gadget canggih ala Agen 007 (kisah yang dipopulerkan oleh penulis Ian Fleming), tokoh utama dalam kisah-kisah yang ditulis merupakan sosok unik yang memiliki pemahaman tentang sifat dasar manusia serta penggunaan pendekatan secara psikologis untuk memecahkan suatu misteri dan menangkap sang pelaku.



Salah satu karakter utama yang cukup unik, ia ciptakan adalah Hercule Poirot, seorang detektif ternama asal Belgia, yang mengungsi dan akhirnya menetap di Inggris pada masa peperangan. Jika Anda membayangkan seorang detektif selalu membawa kaca pembesar, memakai mantel kotak-kotak dan topi, meneliti setiap sudut ruangan dan merangkak ke sana kemari mencari petunjuk, maka ini adalah penggambaran detektif ala Sherlock Holmes atau generasi sebelumnya. Justru melalui karakter Hercule Poirot, penulis menyajikan sudut pandang lain, bahwa sebuah penyelidikan mampu dilakukan tanpa harus turun tangan langsung untuk mendapatkan aneka petunjuk serta bukti-bukti fisik. Pendekatan serta analisa yang lebih akurat, dilakukan dengan mengamati interaksi antar manusia, suasana dan tentu saja sifat dasar manusia itu sendiri. Terlepas dari semua hal yang kesannya berbau tehnis ini, karakter pribadi Hercule Poirot cukup menarik untuk disimak lebih lanjut.

Kisah yang dimulai di sebuah kediaman bernama Styles Court, merupakan awal kisah perjalanan sosok Hercule Poirot serta sahabat sekaligus rekan kerjanya, Kapten Arthur Hastings. Mereka bertemu setelah sekian lama berpisah, pada masa-masa peperangan melanda Eropa. Kapten Hastings, yang mengalami luka cedera semasa perang, harus menjalani masa pensiun dini, dan di sanalah ia bertemu dengan kenalan lama, John Cavendish – putra sulung keluarga Cavendish. Styles Court adalah kediaman keluarga Cavendish, yang kini bukannya diurus oleh John Cavendish sebagai penerus keluarga, melainkan dimiliki dan diatur dalam kendali Emily Cavendish / Inglethorp – ibu tirinya yang telah menikah kembali dengan Alfred Inglethorp. Hubungan antara Emily dengan kedua anak tirinya, John dan Lawrence, tidak berjalan dengan baik, ditambah dengan pernikahan kedua dengan pria asing yang usianya lebih muda 20 tahun dari wanita pewaris harta kekayaan Cavendish, membuat situasi rumah tangga di Styles Court berjalan dalam suasana menegangkan.

Kehadiran Arthur Hastings sebagai kenalan lama keluarga, sekaligus berperan sebagai narator dalam kisah ini, memberikan gambaran serta suasana yang terjadi pada setiap anggota keluarga. Cara Emily Inglethorp yang otoriter dalam menjalankan peraturan di kediamannya, membuat hampir setiap penghuninya harus bergantung sepenuhnya pada kemurahan hati beliau (terutama berkaitan dengan masalah keuangan), mudah diraba bagaimana kesan pembaca terhadap situasi ini. Dan bagaikan sebuah Impian yang menjadi kenyataan, Emily Inglethorp mendadak meninggal dunia. Sayangnya kematian beliau bukan saja mendadak tetapi juga mengundang kecurigaan, yang terbukti pada akhirnya bahwa beliau tewas diracuni. Situasi dan ketegangan antara para penghuni semakin memuncak. Kecurigaan antara satu sama lain, dan fakta bahwa satu-satu pelaku yang bisa meracuni Emily adalah mereka yang tinggal bersama dengannya, membuat situasi cangguh dan tak nyaman bagi mereka semua.

Kehadiran sosok Hercule Poirot, yang dikenal dan diterima di keluarga Cavendish, yang bisa berperan lebih leluasa dibandingkan pihak berwajib, tidak memudahkan untuk menangkap sang pelaku yang cukup licin dan cerdik. Dan sebagai perwakilan serta kenalan keluarga, Poirot juga mengambil berbagai tindakan yang cukup aneh, bukan saja untuk menegakkan keadilan dan membekuk sang pelaku. Ia juga berperan sebagi penyatu keluarga yang terpecah-belah dan hancur satu demi satu akibat ketidak-percayaan dan ketidak-bahagiaan yang menyelubungi anggota keluarga Cavendish selama bertahun-tahun. Jika digambarkan sebagai suatu kisah misteri belaka, melalui karya perdananya, penulis justru sangat menonjolkan unsur-unsur dari pendekatan psikologis yang sangat memukau pada setiap karakter kisah ini. Memadukan unsur melodrama yang menyentuh hingga humor yang menggelitik, tak pelak ini merupakan salah satu bacaan wajib bagi penggemar misteri, terutama jika Anda ingin mengenal karakter-karakter karya Agatha Christie yang unik dan menarik. Jangan lupa, nantinya Anda akan bertemu kembali dengan keluarga Cavendish dalam sebuah kisah Agatha Christie yang terkenal : Curtain (Tirai) ...

[ more about the author, check my post ALL ABOUT AGATHA CHRISTIE ]

This Post also include in



Best Regards,

Hobby Buku

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...