About Me

My photo

Bookaholic | Movies Addic | Love Travelling | Culinary Foodie | Book Blogging | Likes Music & Dance Performance

Translate

Wednesday, October 23, 2013

Books "HONEY TRAP"

Judul Asli : HONEY TRAP
Copyright © 2008 Julie Cohen
Penerbit QWERTY [ Kelompok Penerbit Matahati ]
Alih Bahasa : Elli J.S.
Editor : Indah N.
Proof reader : Tisa Anggraini
Lay out : MAB
Cetakan I : Oktober 2010 ; 420 hlm ; ISBN 978-602-976040-8
Rate : 3 of 5
[ WARNING : SPOILER ALERT ]

Sophie Tennant, melepas karir di dunia kepolisian untuk mengejar impian menjadi seorang detektif handal. Awalnya ia mengincar kasus-kasus orang hilang yang sekian lama terlantar, karena ketidak adaan waktu bagi personil kepolisian untuk menanganinya secara spesifik. Namun hari berganti minggu, minggu berganti bulan, ia juga tak menemukan jawabannya, sebagaimana sebuah misteri tentang masa lalunya menjadi rahasia kelam yang ia simpan rapat-rapat. Justru kasus penyelewengan dan perselingkuhan yang kerap muncul di meja kerjanya. Alhasil Sophie juga dikenal sebagai ‘Honey Trap’ – berperan sebagai penjerat kaum pria yang suka berselingkuh, dan memberikan buktinya kepada para istri, kekasih atau kerabat yang menginginkan bukti dari pria-pria brengsek ini.

Meski hasil serta imbalannya cukup memuaskan, hati Sophie semakin tidak tenang. Pada dasarnya ia membenci kasus seperti ini. Ia tak menyukai pria-pria yang ia jerat, namun ia juga lebih menderita melihat kaum wanita (mayoritas kliennya adalah wanita-wanita yang memiliki karakter serupa) yang membiarkan pria-pria brengsek itu menindas diri mereka. Dan ketika ia menangani kasus Keith Morgan – pria yang menjadi tunangan Catherine Birkbeck, atas permintaan ayahnya Piers Birkbeck, semuanya berjalan dengan sangat lancar dan sangat buruk. Ia berhasil menangkap basah Keith, yang ternyata gemar melakukan ‘kencan-perkosaan’ (date-rape) menggunakan Rohypnol. Dan Keith ternyata mengetahui jati diri sebenarnya dan sengaja membalas dendam kepada Sophie – untungnya ia memiliki bekal ilmu bela diri.



Penangkapan Keith seharusnya memberikan kepuasan tersendiri, hingga ia bertemu dengan Catherine Birkbeck di kantor polisi, berusaha membebaskan Keith – pria yang sangat dicintainya dari penjara, dan menyalahkan hingga menghina Sophie sebagi penyebab tingkah-laku Keith tersebut. Sophie bukan hanya terluka secara fisik akibat peristiwa itu, luka hati serta rasa kecewa hingga kelelahan menggelayuti dirinya. Maka ia mengambil keputusan penting, keluar dari karirnya sebagai detektif, terutama setelah Piers Birkbeck memberikan cek dalam jumlah sangat besar karena berhasil memberikan alasan kuat bagi dirinya untuk melarang putrinya menikah dengan Keith. Sophie muak dengan semua kebusukan yang ia lihat. Maka ia membereskan perlengkapannya, pindah ke tempat yang dikenal sebagai tempat wisata Stoneguard, Wiltshire.

Kini ia dikenal sebagai ahli terapis menggunakan aroma terapi dan pijatan, membantu orang-orang yang stress dan kaku otot-ototnya. Dan sekali lagi ia akhirnya tidak terlalu menyukai suasana pekerjaan yang dijalaninya. Lebih dikarenakan para kliennya, entah mengapa saling bercerita tentang rahasia serta skandal yang mereka lakukan. Sophie yang muak melihat kebusukan manusia saat menjadi detektif, kini harus menahan diri, mendengarkan celoteh orang-orang yang tanpa sadar ‘membuka’ rahasia terdalam diri mereka masing-masing. Hingga salah satu langganan tetapnya membongkar rahasia bahwa ia telah berselingkuh dengan pria beristri di kawasan itu. Celakanya, sang istri pria yang disebut-sebut, muncul kemudian di kantor Sophie, sebagai klien selanjutnya. Pertemuan antar kedua wanita yang tak terelakkan, berlanjut dengan pertengkaran sengit, saling memukul, menjambak, menendang dan menjerit. Sophie yang berusaha melerai menjadi sasaran amukan juga, hingga seorang pria yang masuk ke kantornya, membantu memisahkan kedua wanita yang saling mencakar...

[ source ]
Pria itu adalah Max DeMilo – penyanyi dari band Venusians yang sangat terkenal di tahun 80-an, dan ia kebetulan sedang berada di dekat kawasan Stoneguard, memutuhkan terapi untuk melemaskan otot-ototnya yang kaku akibat usia, karena ia sedang berlatih untuk event tour kembali band Venusians. Entah mengapa Sophie bisa langsung menyukai pria setengah baya yang periang dan ramah ini, bahkan mengeluarkan ‘unek-unek’ akibat pekerjaannya. Dan disinilah awal perjalanan baru petualangan Sophie, ketika Max akhirnya menawarkan pekerjaan sebagai ahli terapis untuk dirinya serta anggota band selama tour-keliling kota-kota empat bulan lamanya. Sophie yang mengalami kesulitan dan teror akibat peristiwa pertengkaran yang baru saja terjadi di kantornya, akhirnya memutuskan mencari suasana baru, dan menerima pekerjaan baru, mengikuti tour keliling band Venusians.

Masa depan cerah dan menyenangkan muncul dalam bayangan Sophie, terutama setelah berkenalan dengan anggota kru dan anggota band lainnya. Hingga ia bertemu dengan pria dari masa lalunya : Dominick Steele – penyanyi utama dari band Dirtysweet yang termahsyur, sekaligus korban pertama kasus ‘Honey-Trap’nya ... Kasus yang berhasil dengan sukses, dan sang istri yang menjadi kliennya, bisa melakukan perceraian dengan bukti-bukti yang dikumpulkan oleh Sophie. Kabarnya, setelah perceraian, karir Dominick yang berada di puncak, menjadi surut, bandnya pecah dan ia mabuk-mabukan hingga masuk rehabilitasi. Dua tahun lebih telah berlalu setelah Sophie bertemu pertama kali dengan Dominick, namun keduanya tetap saling mengenali setelah sekian lama.

[ source ]
Dominick Steele telah menghilang dari peredaran. Kini berkat bantuan Max – kenalan lamanya, ia diajak bergabung dengan band Venusians disaat pemain bas mereka berhalangan untuk mengikuti tour keliling. Ia telah ‘sadar’ dari mabuk-mabukan selama berbulan-bulan, namun kondisi keuangannya semakin bertambah parah. Maka penawaran dari Max merupakan jawaban dari aneka permasalahan dalam kehidupannya. Hingga ia melihat wanita cantik yang pernah menarik hatinya, sekaligus berperan sebagai penghancur kehidupannya, berdiri di hadapannya, tetap menarik meski tanpa hiasan dan dandanan sebagaimana ia mengingat dirinya saat mereka melakukan kencan buta. Baik Dominick maupun Sophie sama-sama membutuhkan pekerjaan itu, dan tiada jalan lain selain berusaha bertahan dan menghindar satu sama lain, selama 4 bulan tour-keliling band Venusians.

Kisah bergulir dengan cepat, tentang perjalanan band Venusians, tentang kehidupan para anggotanya dan hubungan antar Dominick serta Sophie. Rasa tidak suka yang awalnya muncul antar keduanya, secara perlahan berangsur menipis, terutama setelah melihat kondisi masing-masing, dalam kehidupan nyata, tanpa ‘topeng’ yang dikenakan masing-masing saat mereka pertama kali bertemu. Namun satu hal yang pasti, daya tarik yang muncul pada pertemuan awal itu, ternyata memang nyata, dan kini keduanya berusaha keras untuk mencagah hal itu muncul kembali. Perselisihan antara Dominick dengan salah satu anggota band, yang iri hati akan perhatian para penggemar terhadap Dominick, memicu kedekatan antar Sophie dan pria yang tak disangka-sangka memiliki kelebihan dibalik semua penampilan glamor yang dulu ia ingat. Kemudian muncul kasus baru yang menuntut perhatian Dominick lebih dalam kepada Sophia.

Ada pelaku kejahatan yang berusaha ‘membunuh’ Sophie, mulai dari aksi tabrak-mobil hingga teror email dan sms yang intinya hendak menyakiti Sophie. Siapakah yang meanruh dendam pada wanita ini ? Maka Sophie menyusun daftar korban serta para tersangka, termasuk kasus terakhir yang ia tangani sebagai detektif swasta : Keith Martin – yang ternyata berhasil melarikan diri dan lenyap tanpa jejak tanpa pernah melapor pada petugas pengawasnya. Sophie tak pernah takut akan apa pun, namun kini ia harus menjalani kehidupan dengan penuh kewaspadaan tinggi, karena siapa pun bisa mengincar dirinya. Dan Sophie bukanlah orang yang suka sabar menanti, ia memilih untuk menyelidiki, memburu dan menangkap sang pelaku sebelum semuanya terlambat. Sayangnya kali ini Sophie sedikit salah langkah, karena sang pelaku mengincar hal lain untuk menyakiti dirinya ...

Tentang Penulis :
Julie Cohen lulus dari Brown University, AS, dan melanjutkan pendidikan pascasarjana, di Cambridge University dalam bidang sastra Inggris dengan tesis mengenai fiksi anak. Ia kini tinggal di Berkshire, Inggris bersama dengan suami dan anak laki-lakinya, berprofesi sebagai ibu rumah tangga sekaligus penulis purnawaktu kisah fiksi roman.

[ more about the author, check at here : Julie Cohen | on Goodreads | at twitter ]

Best Regards,

Hobby Buku 

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...