About Me

My photo

Bookaholic | Movies Addic | Love Travelling | Culinary Foodie | Book Blogging | Likes Music & Dance Performance

Translate

Monday, October 7, 2013

Books "MR. JUSTICE RAFFLES"

Books “PENCURI LEGENDARIS DARI INGGRIS”
Judul Asli : MR. JUSTICE RAFFLES
[ book 4 of A.J. RAFFLES Series ]
Copyright © E.W. Hornung | first published by Smith, Elder & Co. in 1909
Penerbit Visimedia
Alih Bahasa : Melody Violine
Editor : Fitria Pratiwi
Proofreader : Tim Redaksi Visimedia
Desain Sampul & Lay-out : Nuruli Khotimah
Cetakan I : Maret 2013 ; 422 hlm ; ISBN 979-065-173-2
Rate : 3.5 of 5
~ Re-Blogged from HobbyBuku’s Classic ~

Siapa yang tak kenal dengan sosok A.J. Raffles – pemain kriket yang terkenal akan kemampuannya di lapangan permainan. Sosoknya yang menawan, tampan dan pandai bergaul, selalu memikat khalayak umum serta para penggemarnya. Namun hanya sedikit bahkan bisa dikatakan tiada satu pun dari mereka yang mengetahui secara persis, siapa sebenarnya sosok beliau. Hanya ada satu orang yang mengetahui ‘rahasia-kelam’ dibalik penampilan Raffles yang sempurna itu. Ia adalah Harry ‘Bunny’ Manders – adik kelas sekaligus sahabat serta rekan Raffles dalam bidang yang sama sekali berbeda.



Kalangan sosialita papan atas mengenal Raffles sebagai salah satu dari mereka. Sebenarnya Raffles beserta rekannya Bunny, melakukan ‘penyamaran’ yang nyaris sempurna, demi menutupi aktifitas rahasia yang menjadi sumber penghasilan kehidupan mereka di kalangan atas. Mereka atau tepatnya Raffles adalah pencuri budiman (gentleman thief) yang mencari korban kaum kaya raya, terutama yang suka memamerkan harta serta simpanan berharga mereka. Atau pihak-pihak yang menyombongkan kemampuan sistem keamanan mereka yang tak bisa ditembus, menimbulkan sebuah tantangan tersendiri bagi sang pencuri budiman ini.

Dalam dua kisah pendahulu yang telah kubaca (The Amateur Cracksman dan Raffles : The Further Adventures of The Amateur Cracksman), pembaca diajak menelusuri aneka petualangan sosok ini dan rekan kerjanya. Sedikit perbedaan yang cukup berarti, jika dalam kisah-kisah sebelumnya, dibuat dalam format cerita pendek, membuat rangkaian petualangan yang sangat menarik namun sayangnya tanpa disertai perkembangan dan penggalian lebih dalam terhadap karakter masing-masing ....maka kisah kali yang merupakan sebuah novel utuh, mampu menambah kekurangan yang terjadi dalam kisah-kisah pendek tersebut.

Mengambil lokasi serta periode waktu sebelum Raffles serta Bunny berangkat sebagai sularelawan Perang Boer, kisah ini merupakan ‘pertarungan’ yang cukup menegangkan antar Raffes serta Bunny berhadapan dengan Dan Levy yang dipanggil sebagai Mr. Shylock (karakter dalam kisah “The Merchant of Venice” karya Shakeaspeare, yang mengacu pada sifat serta karakter serupa dalam kisah ini) – seorang pedagang kaya raya yang juga berprofesi sebagai rentenir yang sangat licik dan keji. Kali ini Raffles memanfaatkan kemampuannya sebagi pencuri bukan untuk kepentingan pribadi semata melainkan untuk membantu kenalannya yang dijerat dalam perangkap Dan Levy hingga tak mampu membayar hutangnya.

Kisah ini menjadi sangat menegangkan karena ternyata lawan yang mereka hadapi tidak mudah tertipu oleh ‘permainan’ yang diatur oleh Raffles. Dan ketika ia menyadari siapa sebenarnya Raffles, permainan yang semula hanya digunakan untuk menjerat korban-korban tak berdaya, memeras mereka hingga titik darah penghabisan, kini Dan Levy berniat melakukan hal serupa pada Raffles. Sebuah perangkap serta ancaman akan pengungkapan rahasia sisi kehidupan lain Raffles, dimanfaatkan oleh seorang penjahat untuk memperalat Raffles, menggunakan kemampuannya demi kepentingan pribadinya. Mampukah Raffles serta Bunny meloloskan diri dari lawan mereka yang licik dan keji ini ?

Tentang Penulis :
Ernest Wiliam Hornung (7 Juni 19866 – 22 Maret 1921) adalah novelis asal Inggris yang terkenal dengan karyanya yang mengambil tokoh utama sosok pencuri budiman (gentleman thief) bernama A.J. Raffles, yang hidup di London, Inggris pada akhir abad ke-19 (era Victorian) dan berpetualangan menjelajahi kawawan Eropa.

Lahir sebagai anak bungsu dari delapan bersaudara, dari pasangan John Peter Hornung (1821 – 1886) dan Harrietnée Armstrong (1824 – 1896), ia banyak menghabiskan masa kecilnya di Prancis dan Inggris. Sempat bersekolah di Uppingham School selama 4 tahun namun karena penyakit asma yang dideritanya, ia harus meninggalkan sekolah pada tahun 1883 dan pindah ke New South Wales, Australia.

Kehidupan barunya di Australia ini yang memberi ilham pada karya pertamanya ‘A Bride from the Bush (1890) hingga bergabung dengan Society of Authors an Reform Club. Pada tanggal 27 September 1893, beliau menikah dengan Constance             Aimée Monica Doyle (1868 – 1924), yang juga merupakan saudara perempuan penulis ternama Sir Arthur Conan Doyle (1859 – 1930).

Tokoh utama A.J. Raffles pertama muncul pada terbitan Cassel’s Magazine sepanjang tahun 1898 berupa cerita pendek, hingga kemudian dikumpulkan menjadi kumpulan cerpen berjudul ‘The Amateur Cracksman’ (1899). Kesuksesan kisah ini menjadi bahan pembicaraan, bahkan tidak sedikit yang menduga adanya pengaruh Sir Arthur Conan Doyle yang telah dikenal melalui karyanya serial cerita pendek petualangan detektif unik Sherlock Holmes dengan rekannya Dr. Watson (demikian pula dalam karya E.W. Hornung ini karakter A.J. Raffles memiliki sahabat serta rekan setia yang dipanggil ‘Bunny’ Manders, yang berperan sebagai narator dalam perjalanan kisah Raffles).
Jika Sherlock Holmes adalah tokoh penegak hukum dan keadilan, maka A.J. Raffles justru sebaliknya, ia diburu oleh pihak berwajib. Musuh-musuhnya juga bermunculan dari kalangan dunia hitam. Terutama sesama pencuri atau bahkan perampok keji yang mengincar ‘mangsa’ sama namun selalu dikalahkan oleh kecerdikan Raffles. Kesuksesan ‘The Amateur Cracksman’ membuat beliau kembali menghadirkan petualangan Raffles dan Bunny dalam ‘The Black Mask’ (1901) atau yang diterbitkan dalam edisi berjudul ‘Raffles : The Further Adventures of the Amateur Cracksman’ – yang berakhir dengan tragedi ketika tokoh utama tewas sebagai sukarelawan dalam Perang Boer Kedua di Afrika Selatan (1899 – 1902).
Ketika para pembaca dan penggemar meminta dimunculkan kembali kisah Raffles, dan tawaran dari penerbit bermunculan, maka beliau menulis kisah terbaru dengan judul ’A Thief In The Night’ (1905). Meski kisah ini merupakan petualangan terbaru, beliau menolak untuk menghidupkan kembali sosok Raffles (sebagaimana yang dilakukan oleh Sir Arthur Conan Doyle setelah ‘mematikan’ karakter Sherlock Holmes, kemudian ‘dihidupkan’ kembali dalam ‘The Return of Sherlock Holmes’ setelah desakan para penggemar dan penerbit), sehingga karya ketiga yang diterbitkan ini berisikan petualangan Raffles dan Bunny sebelum ia terjun dalam konflik Perang Boer di Africa.
‘Mr. Justice Raffles’ merupakan satu-satunya novel yang beliau tulis (pertama kali rilis di tahun 1909), dan karena itu pengembangan karakter Raffles serta Bunny lebih menarik dan matang dibandingkan cerita-cerita pendek yang ditulis sebelumnya. Beberapa detail yang muncul juga memberikan gambaran lebih jelas siapa sebenarnya sosok Raffles yang serba misterius dan tertutup, dan bagaimana ia bisa dekat dengan Bunny Manders yang memiliki sifat serta karakter berbeda dengan dirinya.
[ more about the author and related works, just check at here : E.W. Hornung | on Wikipedia | on Goodreads | Movies Adaptations | Raffles Series ]
Best Regards,

Hobby Buku

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...