Translate

Monday, October 7, 2013

Books "RAFFLES : THE FURTHER ADVENTURES OF THE AMATEUR CRACKSMAN"

Books “RAFFLES : PETUALANGAN PENCURI KELAS ATAS”
Judul Asli : RAFFLES : FURTHER ADVENTURES OF THE AMATEUR CRACKSMAN
[ book 2 of A.J. RAFFLES Series | also known as : “THE BLACK MASK” © 1901 ]
Copyright © by E.W. Hornung | From Project Gutenberg E-Book #707 ; Nov.01.1996
Penerbit GagasMedia
Alih Bahasa : Endang Sulistyowati
Editor : Ayuning
Proofreader : Patresia Kirnandia
Lay-out : Wahyu Suwarni
Desain Sampul : Dwi Anissa Anindhika
Cetakan I : 2012 ; 264hlm ; ISBN 979-780-608-1
Rate : 4 of 5
 ~ Re-Blogged from HobbyBuku’s Classic ~

Dalam buku pertama petualangan A.J. Raffles, kisah ditutup dengan tertangkapnya Bunny dan sosok Raffles yang sempat melarikan diri dengan terjun ke Laut Mediterania, kemudian lenyap tanpa jejak. Bunny Manders menjalani masa tahanan dengan tenang, dan mendapati dirinya tak mungkin kembali pada kehidupan lamanya, bergaul di kalangan atas, bertemu dengan kerabat serta kenalannnya, karena nama baiknya telah tercemar dengan status mantan narapidana. Meski ia memliki kemampuan serta kecerdasan, tiada tempat yang bersedia memberikan pekerjaan memadai, kecuali surat kabar yang menerima hasil tulisannya sebagai penulis lepas.



Maka ketika sebuah telegram aneh menyarankan agar ia melamar posisi sebagai perawat pria bagi seseorang bernama Mr. Maturin, ia tak ragu-ragu untuk mencobanya, demi memberikan pemasukan tambahan untuk kehidupan sehari-hari. Mr. Maturin adalah sosok pria tua nan ringkih yang pemarah, hidup seorang diri bersama dokter muda yang selalu mengawasi kondisinya, dan ia mencari perawat pria yang harus memenuhi kriteria serta syarat-syarat yang ditentukan untuk bekerja dengan imbalan gaji yang cukup menarik.

Keraguan Bunny bahwa dirinya memenuhi persyaratan, segera terhapus ketika Mr. Maturin bersedia menerima dirinya. Ketika akhirnya Dokter Theobald yang merawat dan menjaga pria itu ‘diusir’ dengan alasan khusus, barunya Bunny menyadari siapa sebenarnya Mr. Maturin, tidak lain adalah sahabatnya yang telah hilang ditelan lautan dan dinyatakan meninggal oleh pihak berwajib maupun khalayak umum. Mr. Maturin adalah A.J. Raffles yang menyamar demi jaminan keamanan serta keselamatan dirinya. Inilah kisah pertama ‘No Sinecure’ (Bukan Pekerjaan Enteng) yang membuka petualangan baru Raffles sang pencuri budiman dengan rekannya Bunny Manders, dan mereka kembali berpetualang di Inggris.

Raffles kembali menemukan kesenangan dan kesegaran dengan adanya Bunny selaku pendamping yang memastikan penyamaran dirinya tak diketajui siapa pun. Namun bahkan Bunny pun sulit mengekang keinginan Raffles jika menyangkut hasrat untuk ‘beraksi’ menempuh tantangan serta bahaya.  Ketika Raffles berniat melakukan pencurian di British Museum yang dijaga ketat, maka kisah ‘A Jubilee Present’ (Hadiah Perayaan Enam Puluh Tahun) menjadi salah satu kesukaanku. Bukan saja kecerdikan Raffles muncul disini, melainkan juga rasa humor aneh yang muncul ketika ie berhasil mencuri ‘artefak’ di depan mata para penjaga museum kemudian mengirimkan kembali sebagai hadiah ulang tahun ke-60 pada Ratu Victoria (^_^)

Sosok Raffles yang selalu tertutup dan terkadang muram, semakin sering muncul setelah pertemuannya kembali dengan Bunny. Ia tak pernah mau menyinggung masa lalu ketika ia diduga telah tewas. Namun suatu hari ia memutuskan menceritakan kisah yang membuatnya berubah menjadi pria lain hanya dalam semalam. Kisah ketika ia terdampar di kepulauan Elba dan menetap di sepanjang kawasan Napoli, hidup sangat sederhana namun bahagia. Terutama ketika ia bertemu dengan gadis cantik nan menarik bernama Faustina. Meski keduanya saling jatuh hati, namun bayang-bayang gelap membayangi kehidupan mereka, terutama Faustina yang telah terikat janji dengan sosok iblis.

Kisah ‘The Fate of Faustina’ (Takdir Faustina) berakhir dengan tragedi mengerikan yang meninggalkan luka dalam di hati Raffles. Pria tampan dan selalu tampil menawan serta menarik di masa lalunya, berubah total dan menyimpan kewaspadaan tinggi karena ancaman balas dendam dari musuh yang dibiarkan tersiksa (dan kemungkinan tewas menderita) ketika ia meninggalkan kawasan Napoli dan kembali menuju Inggris. Dan apa yang selama ini ia khawatirkan, akhirnya muncul. Dimulai dengan rangkaian peristiwa aneh, dimana Raffles maupun Bunny dibuntuti beberapa orang. Dan suatu hari, akhirnya Raffles masuk dalam jebakan musuh yang sangat mengerikan.

Ketika Bunny yang tak memiliki pertunjuk sedikit pun dimana Raffles diculik dan disekap, muncul seseorang yang memberikan petunjuk untuk menyelamatkan Raffles, masalahnya mereka berlomba dengan waktu yang sangat pendek untuk menempuh lokasi yang harus ditempuh dalam kurun waktu yang tidak singkat. Mampukah Bunny menyelamatkan jiwa Raffles ? Simak dalam kisahnya di ‘The Last Laugh’ (Tertawa Paling Akhir).

Petualangan Raffles dan Bunny semakin seru sekaligus menegangkan karena pihak-pihak yang tak menyukai ‘ketenaran’ sang pencuri budiman, mulai ‘mencium’ keberadaanya. Tak pelak kehidupan Raffles / Mr. Maturin penuh dengan intrik dan konflik. Di satu sisi ia menyamar sebagai pria tua sakit-sakitan yang selalu berada di atas kursi roda, di sisi lain acapkali saat kegelisahan memicu dirinya untuk beraksi, maka Bunny Manders harus membantu sepenuh hati dan pikiran, karena ia harus menjaga baik Raffles maupun Mr. Maturin.

Kisah ‘To Catch A Thief’ (Menangkap Seorang Pencuri) menuturkan saat pencuri yang keji dan tak segan-segan menghabisi nyawa lawannya muncul dihadapan Raffles. Sedangkan ‘An Old Flame’ (Mantan Kekasih) menimbulkan bahaya yang mengncam masa depan Raffles ketika dirinya dikenali oleh wanita yang posesif serta egois. Sedangkan ‘The Wrong House’ (Rumah Yang Salah) merupakan salah satu kisah yang mengundang gelak tawa ketika duet Raffles dan Bunny ‘salah’ membobol kediaman sasaran yang berbalik menyerang mereka, dan mereka harus melawan dan melarikan diri dari sekawan bocah laki-laki penghuni asrama.


Sebagai penutup yang juga merupakan anti-klimaks ‘The Knees Of The Gods’ mengungkap refleksi sosok Raffles dalam menilai kualitas serta perjalanan kehidupannya. Ketika semua keburukan dunia muncul dihadapannya, saat kejahatan terhadap jiwa dan harga nyawa manusia dipertaruhkan, ternyata ia masih memiliki ‘hati-nurani’ untuk berjuang di sisi kebenaran – meski itu harus dibayar dengan taruhan nyawa....

Tentang Penulis :
Ernest Wiliam Hornung (7 Juni 19866 – 22 Maret 1921) adalah novelis asal Inggris yang terkenal dengan karyanya yang mengambil tokoh utama sosok pencuri budiman (gentleman thief) bernama A.J. Raffles, yang hidup di London, Inggris pada akhir abad ke-19 (era Victorian) dan berpetualangan menjelajahi kawawan Eropa.

Lahir sebagai anak bungsu dari delapan bersaudara, dari pasangan John Peter Hornung (1821 – 1886) dan Harrietnée Armstrong (1824 – 1896), ia banyak menghabiskan masa kecilnya di Prancis dan Inggris. Sempat bersekolah di Uppingham School selama 4 tahun namun karena penyakit asma yang dideritanya, ia harus meninggalkan sekolah pada tahun 1883 dan pindah ke New South Wales, Australia.

Kehidupan barunya di Australia ini yang memberi ilham pada karya pertamanya ‘A Bride from the Bush (1890) hingga bergabung dengan Society of Authors an Reform Club. Pada tanggal 27 September 1893, beliau menikah dengan Constance             Aimée Monica Doyle (1868 – 1924), yang juga merupakan saudara perempuan penulis ternama Sir Arthur Conan Doyle (1859 – 1930).

Tokoh utama A.J. Raffles pertama muncul pada terbitan Cassel’s Magazine sepanjang tahun 1898 berupa cerita pendek, hingga kemudian dikumpulkan menjadi kumpulan cerpen berjudul ‘The Amateur Cracksman’ (1899). Kesuksesan kisah ini menjadi bahan pembicaraan, bahkan tidak sedikit yang menduga adanya pengaruh Sir Arthur Conan Doyle yang telah dikenal melalui karyanya serial cerita pendek petualangan detektif unik Sherlock Holmes dengan rekannya Dr. Watson (demikian pula dalam karya E.W. Hornung ini karakter A.J. Raffles memiliki sahabat serta rekan setia yang dipanggil ‘Bunny’ Manders, yang berperan sebagai narator dalam perjalanan kisah Raffles).
Jika Sherlock Holmes adalah tokoh penegak hukum dan keadilan, maka A.J. Raffles justru sebaliknya, ia diburu oleh pihak berwajib. Musuh-musuhnya juga bermunculan dari kalangan dunia hitam. Terutama sesama pencuri atau bahkan perampok keji yang mengincar ‘mangsa’ sama namun selalu dikalahkan oleh kecerdikan Raffles. Kesuksesan ‘The Amateur Cracksman’ membuat beliau kembali menghadirkan petualangan Raffles dan Bunny dalam ‘The Black Mask’ (1901) atau yang diterbitkan dalam edisi berjudul ‘Raffles : The Further Adventures of the Amateur Cracksman’ – yang berakhir dengan tragedi ketika tokoh utama tewas sebagai sukarelawan dalam Perang Boer Kedua di Afrika Selatan (1899 – 1902).
Ketika para pembaca dan penggemar meminta dimunculkan kembali kisah Raffles, dan tawaran dari penerbit bermunculan, maka beliau menulis kisah terbaru dengan judul ’A Thief In The Night’ (1905). Meski kisah ini merupakan petualangan terbaru, beliau menolak untuk menghidupkan kembali sosok Raffles (sebagaimana yang dilakukan oleh Sir Arthur Conan Doyle setelah ‘mematikan’ karakter Sherlock Holmes, kemudian ‘dihidupkan’ kembali dalam ‘The Return of Sherlock Holmes’ setelah desakan para penggemar dan penerbit), sehingga karya ketiga yang diterbitkan ini berisikan petualangan Raffles dan Bunny sebelum ia terjun dalam konflik Perang Boer di Africa.
‘Mr. Justice Raffles’ merupakan satu-satunya novel yang beliau tulis (pertama kali rilis di tahun 1909), dan karena itu pengembangan karakter Raffles serta Bunny lebih menarik dan matang dibandingkan cerita-cerita pendek yang ditulis sebelumnya. Beberapa detail yang muncul juga memberikan gambaran lebih jelas siapa sebenarnya sosok Raffles yang serba misterius dan tertutup, dan bagaimana ia bisa dekat dengan Bunny Manders yang memiliki sifat serta karakter berbeda dengan dirinya.
[ more about the author and related works, just check at here : E.W. Hornung | on Wikipedia | on Goodreads | Movies Adaptations | Raffles Series ]
Best Regards,
Hobby Buku 

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...