About Me

My photo

Bookaholic | Movies Addic | Love Travelling | Culinary Foodie | Book Blogging | Likes Music & Dance Performance

Translate

Tuesday, November 18, 2014

Books "THE SILKWORM"

Books “ULAT SUTRA”
Judul Asli : THE SILKWORM
by Robert Galbraith
Copyright © 2014 by Robert Galbraith Limited
First published in Great Britain in 2014 by Sphere
Cover design & photography : Sian Wilson
Cover © Little Brown Book Group Limited 2014
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : Siska Yuanita
Alih Bahasa puisi : M. Aan Mansyur
Desain sampul : Marcel A.W.
Cetakan I : Oktober 2014 ; 536 hlm ; ISBN 978-602-03-0981-1
Rate : 3.5 of 5

Cormoran Strike is back !! Setelah sukses dalam memecahkan kasus yang melibatkan kematian Lula Landry – aktris terkenal yang kematiannya dianggap sebagai aksi bunuh diri oleh pihak kepolisian. Akibatnya Cormoran lebih dikenal oleh khalayak umum dan orang-orang dari berbagai kalangan mulai mencari dan menghubungi dirinya. Kepopularitasan yang mendadak terjadi ini berdampak pada kehidupan pribadi sang detektif swasta, dari wartawan, reporter hingga paparazi yang menunggu di depan kantornya, hingga telepon dari pihak yang serius membutuhkan bantuannya hingga mereka yang sekedar iseng atau meminta bantuan secara gratis. Keuntungannya, Cormoron bisa memilih kasus-kasus yang tidak terlalu sulit namun memberikan imbalan jasa yang sangat tinggi. Sayangnya, sebagian besar kasus yang berpotensi memiliki imbalan besar itu juga jenis pekerjaan yang membosankan dan acapkali membuat Cormoran nyaris kehilangan kesabarannya. Dan puncaknya pada suatu hari, kala suasana hatinya sedang tidak baik, calon klien yang mahal membuatnya jengkel akibat sikapnya yang arogan dan melecehkan, membuat Cormoran memilih untuk menangani klien baru, seorang wanita setengah baya yang mencari suaminya yang menghilang.



Leonora Quine bukanlah istri konglomerat atau pengusaha ternama. Suaminya Owen Quine adalah seorang penulis yang dikatakan memiliki bakat namun nyaris tak mampu menghasilkan tulisan yang membuat keluarganya kaya raya. Kini ia menghilang tanpa jejak atau pesan selama berhari-hari. Leonora meminta bantuan Cormoran untuk menemukan sang suami dan membawa pesan agar ia segera pulang karena keluarganya, terutama sang putri yang memiliki ‘kebutuhan khusus’ memerlukan bantuannya. Leonora menolak untuk melaporkan kehilangan sang suami, karena ia memiliki sejarah suka menghilang selama berhari-hari, sekedar membuat sensasi bagi lingkungan sekelilingnya. Berdasarkan perhitungan bisnis, ini bukanlah jenis kasus yang layak untuk dikerjakan oleh Cormoran, ia bahkan cukup pesimis akan pembayaran jasanya. Namun sesuatu menggerakan Cormoran untuk tetap melalukan penyelidikan dan mencari Owen Quine. Dan ternyata tugas ini tidak semudah yang ia bayangkan, karena satu demi satu kenalan Owen yang ia hubungi, tidak satunya yang mengetahui dimana gerangan ia berada. Di saat penyelidikan Cormoran nyaris berada pada titik buntu, akhirnya pria tersebut berhasil ditemukan. Sayangnya ia sudah berwujud mayat yang mengerikan dengan luka-luka yang aneh.

[ source ]
Dari sekedar mencari tahu tentang sosok Owen melalui rekan kerja, kenalan, hingga musuh bebuyutnya, Cormoran semula hanya bermaksud mendapatkan gambaran jelas agar bisa lebih mudah menemukan pria ini. Kini ia harus kembali melacak kumpulan wawancara dan kembali kepada orang-orang yang ia jumpai, untuk mengetahui kebenaran tentang kehidupan Owen, dan menemukan alasan mengapa ia dibunuh dengan cara yang cukup mengerikan. Petunjuk demi petunjuk mulai mengarahkan Cormoran pada dua sisi kisah yang berbeda. Tentang sosok Owen Quine – penulis berbakat yang kurang dihargai dan tidak berhasil dalam menghasilkan sebuah karya tulis yang masuk jajaran bestseller. Namun ada pihak-pihak yang dengan jelas menyatakan bahwa tulisan Owen adalah ‘sampah’ yang tidak bernilai dan menjijikan. Bahwa ia manusia yang tidak memiliki akhlak atau moralitas dalam melakukan apa pun atau memperlakukan orang-orang di sekelilingnya dengan sangat buruk. Keterangan dan masukan yang saling bertolak-belakang ini membuat Cormoran bertanya-tanya, siapa sebenarnya yang berkata dengan jujur dan siapa yang berbohong atau menutupi hal-hal tertentu yang menjadi penyebab kematian Owen ...
Menurut kabar, Anda memiliki sebuah bukuDi dalamnya Anda telah mengutip dengan cerdiknyaNama-nama para pelanggar kejahatanYang mengendap-endap di kota[ ~ The White Devil by John Webster | quote from The Silkworm p. 111 ]
Situasi semakin buruk ketika salah satu kenalan lama Cormoran ternyata menjabat sebagai detektif kepolisian yang mengalami tekanan untuk segera menangkap pelaku kejahatan. Perbedaan prinsip dan intuisi yang dimiliki Cormoran, bertentangan dengan pihak kepolisian, dan ketika mereka menangkap tersangka utama, Cormoran justru berusaha keras untuk mencari jalan membebaskan sang tertuduh. Karena ia yakin pelaku sebenarnya masih berkeliaran di luar dengan bebas. Sayangnya ia juga harus berlomba dengan waktu untuk membuktikan ‘teori-teori’ yang dimentahkan oleh pihak berwenang. Salah satu dampak keberhasilan Cormoran mengungkap kasus Lula Landry, justru mempermalukan posisi pihak berwajib di mata awam, dan tentu saja mereka menyalahkan Cormoran yang dianggap sengaja menjadi sensasi pribadi, dan berusaha sekuat tenaga untuk menghalangi sang detektif swasta untuk tidak membuat ‘kekacauan’ baru menyangkut kasus Owen Quine. Mampukah Cormoran sekali lagi membuktikan insting dan intuisinya untuk mengungkap kebenaran mengalahkan pihak berwajib ?

[ source ]
Kasus terbaru sang detektif swasta Cormoran Strike ini cukup menggugah rasa penasaran, apalagi dengan penemuan kondisi korban yang tidak dapat dikatakan ‘wajar’ ... ditambah dengan bumbu pengungkapan ala Dante Inferno, membuatku cukup berharap kisah kali mampu memikat hatinya sebagai pecinta kisah misteri. Sayangnya harapan dan ekspektasi tersebut tidak mampu bertahan cukup lama. Menjelang pertengahan bisa diduga siapa gerangan pelakunya, sehingga sampai akhir kisah kesan misterius menghilang begitu saja. Namun di sisi lain, unsur petualangan dan action yang muncul cukup memuaskan dan mampu mengusir sedikit rasa bosan ketika mendapati akhir kisah sudah terbayang di benakku. Hal lain yang tak kalah menarik adalah perkembangan hubungan unik antara Cormoran dan Robin, apalagi situasi semakin seru karena Robin disibukkan dengan persiapan pernikahannya, meski ia lebih tertarik mendampingi Cormoran dalam aksi seru memburu pelaku pembunuhan, yang membuat situasi yang serba tidak menyenangkan dengan tunangannya. Dan hingga akhir, satu-satunya yang masih membuatku bakalan tertarik untuk melanjutkan petualangan Cormoran berikutnya, tidak lain karena ingin tahu bagaimana nasib Robin dan Cormoran secara pribadi ...
Ha-ha-ha, kau terjerat jaring-jaringmu sendiriSeperti ulat sutra
[ ~ The White Devil by John Webster | quote from The Sikworm p. 502 ]
[ more about this author & related works, just check at here : Robert Galbraith | on Goodreads ]

~ This Post are include in 2014 Reading Challenge ~
234th Book in TBRR Pile

Best Regards,

Hobby Buku

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...