Translate

Friday, March 9, 2012

Book "THE DEVIL'S DNA"


Judul Asli : THE DEVIL’S DNA
From “Slipping Into Darkness”
Copyright © 2006 by Peter Blauner
Penerbit Dastan Books
Alih Bahasa : Ella Elviana
Editor : Yus Ariyanto
Cetakan ke-01 : Juli 2008 ; 532 hlm
Cover by Expertoha ; photographer by Nathan B. Dappen
Rate : 2,5  of 5

Sinopsis :
1983 – Allison Wallis, berstatus dokter muda ditemukan tewas secara mengenaskan di dalam apartemen-nya di Manhattan. Kasus tersebut menjadi sorotan masyarakat, apalagi korban seorang wanita yang disukai setiap orang & tampak tak memiliki musuh. Pihak kepolisian mendapat sedikit tekanan dalam menangkap tersangka, dimana Detektif Francis X. Loughlin bertugas menangani kasus tersebut berhasil menyudutkan tersangka bernama Julian “Hoolian” Vega, pemuda berusia tujuh belas tahun, pelajar sekolah Katolik & penggemar fiksi-ilmiah, putra dari pengawas gedung apartemen Allison. Julian terbukti sering mengunjungi Allison bahkan ia adalah orang terakhir yang kemungkinan besar melihat Allison hidup. Kegigihan Francis berhasil menjerat Julian hingga ia dihukum penjara sebagai pembunuh – kasus ditutup.

2003 – Detektif Francis telah menjalani tugasnya sebaik mungkin, hingga sekarang saatnya menikmati masa-masa menjelang masa pensiun dirinya. Namun kondisi kesehatan tidak menunjang saat ia divonis akan mengalami kebutaan dalam kurun waktu yang singkat. Bahkan masalah baru muncul saat ia menangani kasus pembunuhan yang menjadi sorotan umum. Korbannya seorang wanita muda berprofesi sebagai dokter muda bernama Christine Rogers. Kemiripan kasus ini dengan kasus yang ditanganinya di tahun 1983, membuat Francis mempertanyakan apakah ini hasil dari pelaku yang sama ? Bahkan diketahui kemudian bahwa Julian “Hoolian” Vega telah dibebaskan lebih cepat dari waktunya & terlihat berada di dekat lokasi pembunuhan pada waktu yang sama.

Francis segera turun-tangan menemui Julian – namun bocah ingusan yang mampu diintimidasi di masa lalu telah berubah menjadi lelaki dewasa yang memiliki kemampuan membela diri, apalagi Julian menyatakan bahwa dirinya tak bersalah pada tuduhan 20 tahun lalu & ia tak akan membiarkan dirinya dijebak pada tuduhan yang sama kali ini. Julian Vega berusaha menikmati kehidupan baru sebagai manusia bebas – namun musuh yang telah menjebaknya, detektif Francis menerobos masuk kembali dalam hidupnya, berusaha mengembalikan dirinya dalam penjara atas tuduhan pembunuhan baru.

Maka Julian yang telah membekali diri dengan pengetahuan hukum selama di penjara, mengangkat tongkat peperangan terhadap Francis – bahkan Julian juga berhasil meminta bantuan pengacara terkenal – Debbie A, yang berani dalam membela klien dengan memanfaatkan segala cara, bahkan menentang detektif kawakan seperti Francis Loughlin. 

Detektif  Francis harus berhadapan dengan Debbie yang berusaha mengorek kredibilitas masa lalunya. Ia pun harus kembali pada keluarga Allison Wallis & menyampaikan bahwa adanya penyelidikan baru yang berkaitan dengan kematian Allison. Tom Wallis, kakak Allison mengkhawatirkan kesehatan ibunya, Eileen Wallis yang mengalami gangguan jiwa serta depresi akibat kematian putri kesayangannya – bahkan ia yakin bahwa Allison masih hidup & mayat yang ditemukan & dimakamkan bukannya Allison. 

Seakan belum cukup masalah yang harus dihadapi, Francis dikenakan peringatan keras dari pimpinan Kepolisian untuk meninggalkan penyelidikan yang melibatkan Julian – terutama setelah ditemukan bukti baru berupa DNA yang ada di bawah kuku Christine Rogers adalah DNA Allison Wallis yang telah dinyatakan tewas terbunuh oleh Julian Vega,  20 tahun yang lalu.

Detektif Francis X. Loughlin harus berlomba dengan waktu untuk segera memecahkan misteri serial pembunuhan ini – terutama saat penglihatannya semakin gelap, sebelum ia mencapai kebutaan total.

Sementara Julian Vega juga harus mempercepat penyelidikan pribadi yang dilakukan guna menemukan saksi kunci yang mengetahui secara pasti peristiwa pembunuhan 20 tahun lalu di apartemen Allison Wallis, dengan Francis yang senantiasa mengejar dibelakangnya, menunggu saat-saat untuk bisa menjebloskan dirinya kembali dalam kurungan kelam.

Semakin lama, kedua pihak yang bertentangan akhirnya terlibat dalam misteri rahasia keluarga mengerikan yang dipendam 20 tahun lebih & sekarang saatnya kebusukan tersebar – menunggu proses ‘pembersihan’ yang menuntut korban berdarah …

Kesan :
“ Kisah mengenai kehidupan manusia yang senantiasa menyimpan rahasia & kebusukan masing-masing, terlepas dari latar belakang maupun status sosial. Saat menghadapi kondisi terburuk bahkan menjelang ajal, barulah mereka mau membuka ‘mata-hati’ akan kesalahan yang dilakukan selama ini. Dengan memberikan latar belakang penyelidikan secara forensik maupun peraturan-peraturan hukum, penulis mampu merangkai menjadi kisah thriller dengan aspek psikologi atas sifat dasar manusia dengan segala keanehan yang ada. “

Tentang Penulis :
Peter Blauner adalah penulis kaliber internasional & pemenang Edgar Allan Poe Award. Karya-karya fenomenal diantaranya : The Intruder, Slow Motion Riot & The Devil’s DNA. Peter kini tinggal di Brooklyn bersama istri & kedua anaknya.

Link Situs Resmi : www.peterblauner.com 

Best Regards, 
* HobbyBuku * 
 

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...