About Me

My photo

Bookaholic | Movies Addic | Love Travelling | Culinary Foodie | Book Blogging | Likes Music & Dance Performance

Translate

Friday, March 9, 2012

Books "THE GHOST"


Books “ SANG PENULIS BAYANGAN “
Judul Asli : THE GHOST
Copyright © 2007 by Robert Harris
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : Siska Yuanita
Cover by Eduard Iwan Mangopang
Cetakan ke-01 : November 2008 ; 320 hlm 
Rate : 3 of 5

Sinopsis :
Adam Lang – mantan perdana menteri Inggris, sedang menyusun buku kisah autobiografi-nya saat musibah menimpa ajudan politik, peneliti serta penulis memoarnya Michael James McAra. Yang menjadi permasalahan adalah kematiannya yang tidak wajar, ditambah dengan munculnya isu yang menyerang Adam Lang yang menempatkan dirinya sebagai tersangka pelaku kejahatan perang.

Untuk membersihkan nama baik serta membuka jalan untuk membela diri, maka diambil keputusan untuk memakai jasa penulis lain – seorang penulis bayangan yang cukup terkenal guna meneruskan tugas McAra. Dengan janji pembayaran yang sangat besar, si penulis yang belum pernah menulis memoar tokoh politik, apalagi tokoh dengan haluan politik yang tak disukainya, akhirnya menyanggupi tugas yang harus selesai dengan batas waktu hanya satu bulan.

Dalam waktu singkat, si penulis meninggalkan Inggris menuju Boston, Amerika sesuai perjanjian dalam kontrak bahwa ia harus menyelesaikan tulisan tersebut di kediaman Martin S. Rhinehart ( pemilik Rhinehart Publishing UK ) di Martha’s Vineyard – tempat dimana Adam Lang beserta pengiringnya berdiam selama kampanye di Amerika. Disana, ia bertemu dengan Adam Lang didampingi istrinya Ruth Lang yang karakternya merupakan kebalikkan dari sang suami.

Saat meneliti tulisan-tulisan yang telah disusun oleh McAra, si penulis mulai menyadari akan beratnya tugas yang diembannya – karena naskah yang sudah ada sangat tidak layak bahkan dapat dikatakan sangat tidak menarik sebagai suatu karya memoar. Dan lewat  informasi Amelia Bly – asisten kepercayaan Adam Lang, diketahui bahwa beliau  terancam akan terkena ’penalti’ karena telah menerima sejumlah uang muka akan penulisan buku tersebut namun belum dapat memberikan naskah yang layak bagi penerbit. Walau pun mengetahui bahwa tugasnya tidaklah mudah, si penulis pantang menyerah, ia menggunakan metode yang berbeda untuk memberikan suatu karya penulisan yang lebih layak & dijamin akan membuat senang pihak penerbit.

Rencana awal untuk merubah total isi naskah McAra agar lebih ‘hidup’ serta menimbulkan kesan mendalam tentang sang mantan perdana menteri dengan menggunakan tehnik wawancara langsung dengan subyek yakni Adam Lang – berjalan dengan baik pada awalnya, sampai sebuah telephone langsung yang diterima Adam Lang di suatu hari merubah segalanya. 

Kabar buruk tersebut adalah berita resmi tentang mantan menteri luar negeri Inggris – Richard Rycart yang pernah dipecat dari Kabinet oleh Adam Lang pada periode pemerintahan sebelumnya & sekarang menjabat sebagai duta besar luar biasa PBB untuk Masalah-Masalah Kemanusiaan telah melaporkan Adam Lang ke Mahkamah Internasional berdasarkan bukti-bukti nyata yang mampu menunjukkan Adam Lang sebagai konspirator dalam penculikkan ilegal empat orang warga negara Inggris yang diduga sebagai tersangka teroris dan menyerahkan mereka ke tangan pihak Amerika. Para korban ditangkap oleh SAS ( dinas rahasia Inggris ) yang kemudian diserahkan kepada CIA dimana mereka ditahan serta disiksa hingga salah satu diantara mereka meninggal dunia akibat serangan jantung. Mahkamah Internasional telah meneliti serta mengabulkan permintaan untuk mengadili Adam Lang sehubungan dengan kasus itu – maka di setiap negara yang mengakui hukum Mahkamah Internasional wajib menangkap serta menyerahkan Adam Lang untuk diadili.

Kehebohan berita tersebut membawa berbagai reaksi. Ruth Lang meminta agar Adam segera pulang ke London, Inggris – berkumpul dengan keluarga serta berusaha menarik kembali simpati masyarakat Inggris. Jika dalam setiap keputusan Adam Lang selalu menghargai & menuruti nasehat Ruth, maka pada saat itu beliau justru mengambil langkah yang bertentangan – yakni segera berangkat beserta tim-nya menuju ke Washington D.C. guna berkampanye sekaligus menemui sekutu-sekutu di pemerintahan Amerika meninggalkan Ruth di Martha’s Vineyard. Walaupun dapat dipahami keberangkatan tersebut merupakan salah satu langkah guna mencegah penangkapan Adam Lang sebelum menyusun kekuatan untuk melawan ( Amerika salah satu negara yang tidak menyetujui hukum Mahkamah Internasional, sedangkan Inggris justru terikat untuk mematuhi hukum tersebut ).

Si penulis yang semula tinggal di hotel dekat kediaman Marty Rhinehart, saat kehebohan terjadi diperintahkan untuk keluar dari hotel dan pindah di salah satu kamar yang tersedia – kamar bekas McAra. Walau pun enggan, namun ia terikat kontrak untuk segera menyelesaikan naskah yang deadline-nya semakin dipercepat gara-gara kehebohan yang terjadi. Semakin lama, ia merasa kesulitan melakukan tugasnya, sebagian besar dikarenakan keanehan-keanehan yang dialami dalam proses pekerjaannya. Dimulai dari peristiwa penyerangan serta perampasan salinan naskah yang diperolehnya dari Sidney Kroll – pengacara Adam Lang, tepat setelah pertemuaannya dengan pihak penerbit di Inggris. Belum lagi masalah perjanjian tentang kontrak kerahasiaan yang harus ditanda-tangani dan yang lebih aneh saat ada yang menghapus data dari email pribadinya yang berisi file naskah McAra yang ia kirim sendiri ke alamat emailnya – seolah ada yang membayangi dan memantau setiap langkahnya.

Namun ada sesuatu yang ‘hilang’ – dalam usaha penyusunan naskah yang akan mencerminkan siapa sebenarnya Adam Lang, si penulis justru mendapati bahwa sosok Adam Lang merupakan ‘hantu’ karena ia tak dapat menangkap kebenaran ‘esensi’ pribadi Adam Lang. Di tengah keraguan serta dalam upaya mengetahui latar belakang sosok yang akan ditulisnya, ia menemukan berkas-berkas penelitian di dalam lemari pakaian McAra ( ditemukan secara kebetulan saat ia sedang beres-beres kamar barunya yang sebelumnya merupakan kamar McAra ). Ketika melihat foto-foto lama, di salah satu foto tercantum sebuah nomer yang membangkitkan rasa ingin-tahunya. Betapa terkejutnya si penulis saat ia mencoba menghubungi nomer tersebut karena terhubung langsung dengan Richard Rychart – orang yang justru melaporkan Adam Lang. Apakah ada hubungan khusus antara McAra dengan Richard Rychart ? Bagaimana dengan kematian McAra yang menimbulkan banyak tanda tanya ?

Dalam usaha menelusuri penelitian McAra, si penulis justru menemukan hal-hal mengerikan yang menyangkut masa lalu Adam Lang sehingga timbul pertanyaan besar dalam dirinya – apakah sosok penuh kharisma tersebut benar-benar tak bersalah atas tuduhan terhadap dirinya ataukah beliau merupakan aktor berbakat di atas panggung maupun dalam kehidupan sehari-hari ? Pada akhirnya semua petunjuk akhir justru mengarah pada suatu konspirasi mengerikan yang telah merenggut nyawa seseorang yang dikenalnya, penulis memoar Adam Lang – Michael McAra, dan ia sangat yakin gilirannya akan segera tiba …

Kesan :
Sebuah kisah fiksi dengan alur yang semakin lama semakin menegangkan serta penuh intrik, yang membuat pembacanya akan senantiasa waspada dengan menggunakan sudut pandang orang pertama pada tokoh utama – si penulis bayangan. 

Hal ini semakin memperkuat berita bahwa Robert Harris menulis kisah ini sebagai ‘unek-unek’ terhadap tindakan Tony Blair – bagaikan tokoh si penulis bayangan terhadap mantan perdana menteri Inggris Adam Lang. Dan yang pasti … endingnya sungguh mengejutkan, membuat pembaca mau tak mau berpikir, berapa banyak dari kisah tersebut yang benar-benar fiksi atau yang merupakan kebenaran yang ditutup-tutupi ?
Sebagaimana komentar Fox Mulder kepada rekannya Dana Scully ( =agen FBI dalam film X-Files ) : “ The Truth Is Out There “

Tentang Penulis :
Robert Harris adalah penulis laris dari Inggris. Hasil karyanya telah diterjemahkan ke dalam 37 bahasa. Lahir di Nottingham pada tahun 1957, Harris lulus dari Cambridge, bekerja sebagai wartawan BBC, kemudian menjadi editor politik Observer, dan akhirnya kolumnis di Sunday Times dan Daily Telegraph. Tahun 2003 dia dianugerahi penghargaan Columnist of the Year dari British Press Award. Saat ini Harris tinggal di Hungerford, Inggris, bersama istri dan empat anaknya.

Novel pertamanya yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia serta diterbitkan oleh PT Gramedia Utama Pustaka adalah Imperium dan sekuel-nya Conspirata, menyusul epic-novel Pompeii. Namun dalam prosenya, Robert Harris justru sempat menunda penulisan sekuel Imperium demi memuntahkan unek-uneknya dalam novel The Ghost ini. Adam Lang, tokoh perdana menteri dalam fiksi ini sangat mirip dengan Tony Blair, mantan Perdana Menteri Inggris, sampai ke detail-detailnya; misalnya tentang istri Blair, asistennya, bahkan pemecatan menteri luar negeri dari kabinetnya.

Seperti diketahui, Harris berteman dengan Blair sejak tahun 1992, bahkan menjadi satu-satunya wartawan yang mendampingi Blair ketika terpilih menjadi Perdana Menteri Inggris. Namun, seiring berlalunya waktu, Harris menentang banyak kebijakan Blair, dan yang paling terakhir adalah invasi ke Irak. Sebelum itu, kabarnya Harris telah diminta berkolaborasi dalam penulisan memoar Tony Blair, tapi kemudian urung dilakukan. Novel The Ghost diterbitkan tak lama sebelum Random House mengumumkan kesepakatan penerbitan memoar Tony Blair yang dihargai jutaan dolar.

Novel ini telah diadaptasi ke layar lebar dengan Roman Polanski sebagai sutradara, dan dibintangi Pierce Brosnan, Nicolas Cage, serta Tilda Swinton. Bahkan skenario film ini ditulis sendiri oleh Polanski, bekerja sama erat dengan Robert Harris. 

Best Regards, 
* HobbyBuku * 

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...