About Me

My photo

Bookaholic | Movies Addic | Love Travelling | Culinary Foodie | Book Blogging | Likes Music & Dance Performance

Translate

Friday, March 9, 2012

Books "THE DEVIL'S TEARDROP"


Books “AIR MATA IBLIS”
Judul Asli : THE DEVIL'S TEARDROP
Copyright © 1999 by Jeffery Deaver
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : B. Sendra Tanuwidjaja
Cover by Eduard Iwan Mangopang
Cetakan ke-01 : Maret 2005 , 544 hlm 
Rate : 5 of 5

Sinopsis :
" Pada malam Tahun Baru 1999 sekitar pukul 09.00 pagi, seorang pembunuh yang disebut 'The Digger' melakukan penembakkan dengan senapan mesin berperedam ke tengah banyak orang di area stasiun metro yang padat. Sang pembunuh lolos tak terlihat jejak tanpa ada satu pun saksi mata, meninggalkan banyak korban tewas & terluka dalam kekacauan hebat. Satu jam kemudian, Wali Kota Gerald Kennedy menerima surat tuntutan meminta tebusan sejumlah 20 juta dolar yang harus diterima pada pukul 12.00. Jika tuntutan tidak dipenuhi maka si penulis surat akan memerintahkan The Digger beraksi kembali pada pukul 4, 8 dan tengah malam. 

Hanya si penulis surat yang dapat melakukan perintah terhadap The Digger - jika terjadi sesuatu pada si penulis surat maka The Digger akan terus beraksi. Kasus ini segera ditangani oleh FBI yang dikepalai oleh Agen Margaret Lukas sampai pada waktu penyerahan tebusan - si penulis surat tidak pernah muncul, karena ia Gilbert Havel pagi itu ditemukan meninggal dunia akibat tabrak lari. Sekarang masalah yang harus dihadapi bagaimana menemukan The Digger sebelum terjadi pembunuhan besar-besaran.

Parker Kincaid adalah ahli pemeriksa dokumen forensik, duda-cerai, ayah dari Stephie & Robby, bekerja di rumah sambil mengasuh anaknya. Parker dulunya bekerja secara aktif di FBI, tapi setelah terjadi insiden dimana salah satu tersangka berhasil menyusup kerumahnya & membuat trauma putranya Robby, maka ia memilih mengundurkan diri & bekerja di rumah hanya menerima tawaran penyelidikan dokumen sipil. 

Akan tetapi ketenangan dalam hidupnya segera berubah saat kedatangan Agen Margaret Lukas & Agen Cage meminta bantuannya karena satu-satunya yang tertinggal dari si penulis hanyalah secarik surat tuntutan. Awalnya Parker keberatan karena situasi kehidupan keluarganya akan terganggu, apalagi ia dipusingkan dengan adanya tuntutan dari mantan istrinya atas hak wali kedua anak mereka. Maka setelah mendapat jaminan penuh dari Margaret Lukas yang akan melindungi jati diri Parker beserta kedua anaknya, dimulai penelitian atas surat guna mencari tahu latar belakang yang dapat menuntun mereka pada The Digger.

Di tempat yang berbeda, The Digger yang tidak menerima berita baru dari sang otak perencana, melakukan sesuai instruksi semula, penembakkan kembali. Maka tim yang dibentuk oleh Agen Margaret Lukas terdiri dari Agen Cage, Agen C.P. Ardell, Agen Tobe Geller bagian komputer & komunikasi, Len Hardy - penghubung Kepolisian Distrik beserta Parker Kincaid harus memutar otak & berburu dengan waktu sebelum penembakkan berikut dilakukan. Surat yang ada segera dianalisa secara teliti dari segala macam aspek. Mulai dari analisa psikologi membentuk profil si penulis - jenis tinta yang digunakan - huruf & karakteristik tulisan yang menunjukkan ciri-ciri khusus - jenis kertas, dibuat dari bahan apa & dimana, semua sumber yang ada dicoba untuk menemukan hubungan yang lebih jelas. Parker Kincaid harus men-fokuskan pikirannya demi menemukan sedikit saja petunjuk. Dan gangguan melanda dirinya saat bekerja dengan Margaret Lukas, ia merasakan sesuatu yang lain yang sudah lama tidak dirasakan sejak terakhir berpisah dengan Joan, istrinya. Parker merasakan adanya daya tarik tersendiri dari diri Margaret Lukas.

Di tempat lain, Wali Kota Kennedy yang sedang risau akan pengaruh tindakan The Digger yang membawa dampak buruk terhadap posisinya menghadapi pemilihan berikutnya. Apalagi setelah sebelumnya terkena imbas masalah penyelewengan dana pendidikan. Maka Kepala Ajudan-nya  Wendell Jefferies, mencari akal dengan membuat perjanjian kerjasama dengan salah satu wartawan senior demi meningkatkan pamor Wali Kota dimata calon pemilihnya. Bahkan memanfaatkan salah satu situasi dimana dilakukan penyergapan The Digger di lokasi yang diperkirakan akan dijadikan target - dan tindakan sang Wali Kota hampir menghancurkan rencana yang telah disusun.

Tekanan yang dialami Margareth Lukas semakin berat dengan adanya gangguan dari sang Wali Kota. Dan juga perasaan resah yang tiba-tiba dirasakan denga kehadiran Parker, terlebih saat ia tidak mengindahkan peringatan sebelumnya mengenai penggunaan senjata di lapangan & hal tersebut nyaris membahayakan nyawa Parker. Disaat-saat genting, muncul informasi tak terduga dengan kedatangan seorang wartawan kriminal bernama Henry Czisman yang telah menyelidiki & menelusuri jejak The Digger - bahwa si penembak juga telah melakukan aksinya di kota-kota lain. 

Maka jejak yang samar-samar mulai tampak jelas & sasaran segera diburu. Sang pemburu menjadi yang diburu. Namun tidak semua yang tampak jelas adalah kenyataan. Karena sang otak dari rencana tersebut ternyata masih ada & ia mengendalikan The Digger pada rencana yang lain. Ancaman kematian tidak hanya pada masyarakat umum, tapi target khusus mulai dipasang, satu persatu anggota tim penyelidik menjadi korban, bahkan keluarga mereka - putra putri Parker tidak luput dari serangan. "

Kesan :
" Kisah dibuat dengan alur yang semakin lama semakin tegang & membelit dengan setting waktu yang membuat adrenalin serasa turut berkejaran dengan waktu - serta penuh kejutan yang tak terduga secara bergantian. Detil-detil khas penyelidikan forensik yang berbeda & menyegarkan. Benar-benar khas Jeffery Deaver "  

Best Regards, 
* HobbyBuku * 

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...