Translate

Friday, March 9, 2012

Books "SPEAKING IN TONGUES"


Books “LIDAH TAK BERTULANG”
Judul Asli : SPEAKING IN TONGUES
Copyright © 1999 by Jeffery Deaver
Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : B. Sendra Tanuwidjaja
Cetakan ke-01 : September 2008 ; 448 hlm
Cover by Marcel A.W. 
Rate : 4

Sinopsis :
Tate Collier, seorang pengacara terkenal, mendadak melakukan perubahan  drastis dalam kehidupannya. Ia mengundurkan diri dari gemerlap kota besar, berpisah dengan istri serta meninggalkan putrinya, memilih hidup di tanah pertanian warisan keluarganya di pedalaman Virginia hanya ditemani seekor anjing kesayangan.

Tak ada yang mengetahui alasan dibalik tindakan Tate tersebut, termasuk putri tunggalnya Megan – yang hanya bertemu saat kunjungan mingguan di kediaman Tate. Perpisahan antara Tate dengan ‘Bett’ Beatrice Susan McCall membawa dampak pada perkembangan pribadi Megan hingga menjadi anak pemberontak, bergaul dengan orang-orang yang ‘salah’ & pada akhirnya setelah nyaris tewas dalam suatu kejadian memalukan – Megan diwajibkan menjalani konsultasi terapi dengan Dr. Hanson, seorang psikoterapi. Dan mimpi-mimpi buruk yang senantiasa membayangi Megan semakin menjadi, bahkan Megan seringkali meragukan ‘kewarasan’ dirinya & semua mengalami perubahan saat kehadiran Dr. Bill Peters yang menggantikan Dr. Hanson untuk sementara waktu karena harus mendampingi ibunya yang mengalami kecelakaan. Megan menaruh kepercayaan pada Dr. Bill Peters yang tampan serta simpatik & mengungkapkan isi hatinya yang terdalam, kemarahan terhadap ayah-ibu-bahkan tunangan baru ibunya, hubungannya dengan kekasih berkulit hitam, serta semua hal yang dirahasiakan selama ini dituangkan dalam tulisan yang ditujukan kepada Tate serta Bett … dan setelah Megan selesai mengungkapkan semua rahasia kelam tersebut, ia dibius & dibawa pergi oleh Dr. Bill Peters.

Di tanah pertaniannya, Tate yang sedang menanti kedatangan Megan sebagai kunjungan rutin, menemui keanehan serta kejanggalan di kediamannya. Dan saat kedatangan Bett tanpa disertai Megan, maka Tate memutuskan menghubungi temannya, Detektif Dimitri Konstantinatis aka Konnie dari Kepolisian County Fairfax. Dari hasil penyelidikan sementara ditemukan bahwa pakaian-pakaian Megan beserta ranselnya hilang, dan ditemukan jadwal kereta menuju New York plus terdapat kertas-kertas berisi tulisan Megan-penuh kemarahan & kata-kata kasar terhadap Tate maupun Bett, maka disimpulkan bahwa Megan sengaja menghilang, lari dari kedua orang tuanya. Baik Tate maupun Bett shock – terutama saat membaca surat Megan terhadap mereka. Namun hati kecil Tate merasakan suatu kejanggalan, sehingga ia memutuskan melakukan penyelidikan menelusuri jejak Megan.

Berdua dengan Bett, Tate berusaha mendapatkan informasi tentang putri mereka, mulai dari berusaha  menemui Amy Walker-sahabat Megan, dan anehnya tidak dapat ditemui setiba mereka dikediaman keluarga Walker. Kemudian saat mencari Dr. Hanson ternyata ia ditangkap saat ditemukan melakukan pembunuhan terhadap diri ibunya, Greta Hanson. Bahkan saat berusaha mencari Robert Eckhard, guru voli Jefferson High-sekolah Megan, ia diciduk pihak berwajib dengan tuduhan sebagai tersangka ‘pedofil’ – padahal ia salah saksi yang dapat mengenali kendaraan yang telah menguntit Megan selama beberapa waktu. Bahkan bekas pacar Megan, Joshua LeFevre juga menghilang & tidak dapat dihubungi. Tate & Bett dihadapkan pada kenyataan pahit bahwa kehidupan yang mereka jalani tidak seperti yang selama ini tampak diluar, bahwa banyak kekecewaan diantara mereka & sekarang kegetiran tersebut membawa putri mereka ke jalan yang kelam.

Tanpa disadari terutama oleh Tate bahwa pemicu kejadian tersebut berakar dari masa lalu yang dihindarinya, masa lalu yang membuat Tate mengambil langkah meninggalkan karirnya sebagai Penuntut Umum yang cemerlang & menyepi di pedalaman hanya menangani kasus-kasus kecil. Tate Collier yang dijuluki sebagai ‘iblis lidah-perak’ karena kepiawaiannya dalam membujuk & mengarahkan pendengarnya sehingga kasus-kasus hukuman mati yang ditangani selalu menang – akhirnya mengalami ‘kejatuhan’ saat hati nurani dirinya tak mampu menerima akibat dari perbuatannya.

Penculik Megan McCall dikenal dengan nama Dr. Bill Peters, namun ia juga dikenal dengan nama William McComb-agen FBI Unit Anak Hilang & Ekploitasi atau menjadi siapapun juga demi kelancaran pelaksanaan rencananya. Nama sebenarnya adalah Dr. Aaron Matthews, ia seorang psikoanalisis & pandai memanipulasi pikiran orang lain … dan saat ini ia mengerahkan segenap kemampuan & pikirannya hanya pada satu tujuan : membalas dendam pada Tate Collier yang telah mengirim putra tunggalnya Peter Matthews ke vonis hukuman mati atas pembunuhan beberapa pasien Rumah Sakit dimana ia praktek & tempat dimana Peter dirawat.

Aaron Matthews akan menyekap Megan & membuat Tate merasakan penderitaan  sebagaimana dirinya saat kehilangan Peter untuk selamanya. Aaron menyusup masuk ke dalam kehidupan Tate, meracuni pikiran Megan bahwa kedua orang tuanya tidak memperdulikan bahkan membenci kehadiran dirinya, membuat Betty Sue terpaksa berpisah dengan tunangannya Brad Markham dengan cara yang memalukan, bahkan penyebab tertangkapnya Dr. Hanson, Robert Eckhard & percobaan pembunuhan terhadap Joshua LeFevre yang mencoba menyelamatkan Megan bahkan mengalihkan tuduhan pembunuhan sadis Amy Walker terhadap diri Tate setelah ia berhasil memperdaya Detektif Konnie untuk memperoleh bukti-bukti hasil penyelidikkan atas hilangnya Megan & menjebak Konnie atas peristiwa tabrak-lari yang menimbulkan korban jiwa.

Tate Collier akhirnya menyadari bahwa rahasia kelam yang menyebabkan kehidupannya berubah dratis beberapa tahun lampau – kini menghadang dirinya & nyawa Megan, seseorang yang dikasihinya tergantung pada bagaimana ia menemukan & menghadapi seorang psikopat berbahaya yang sangat cerdik. Saat kedua orang yang memiliki kemampuan ‘lidah tak bertulang’ saling berhadapan, hanya satu cara yang dapat mengalahkan lawan masing-masing – membuka rahasia terkelam dari kehidupan masing-masing, rahasia yang sangat menyakitkan karena merupakan Fakta akan Kebenaran & Kejujuran.

Kesan :
Sekali lagi Jeffery Deaver mampu menghadirkan karya yang berbeda sekaligus mencekam. Dengan setting & plot waktu yang cepat, pembaca dibawa memasuki dunia dimana kehidupan manusia sebenarnya. Jika semua atribut seperti status sosial, pekerjaan, kekayaan, warna kulit, agama & keyakinan, kenalan & relasi, semua dihilangkan maka yang tertinggal hanya pribadi itu sendiri. 

Mengambil sosok Tate Collier & Dr. Aaron Matthews sebagai tokoh utama, penulis membawa kita untuk melihat sampai sejauh mana manusia mampu berbuat bahkan menyakiti orang-orang yang dikasihi demi alasan untuk melindungi namun justru berbalik menjadi boomerang yang menghancurkan. Baik Tate maupun Aaron mengambil keputusan yang merubah kehidupan mereka & saat langkah yang diambil membawa akibat yang tak terduga & berpengaruh pada kehidupan orang lain, mereka melarikan diri dari tanggung jawab dengan dalih bahwa kesalahan bukanlah 100% ada ditangan mereka, dan pada akhirnya mereka pun harus saling berhadapan dengan Kebenaran.

Dibuka dengan kisah “Beruang-Beruang Yang Berbisik” – suatu kisah menunjukkan betapa rentan jiwa manusia hingga mudah terpedaya oleh kasak-kusuk yang tidak diketahui kebenaran. Lewat pencerminan karakter Tate Collier yang bersembunyi dibalik luka hati akibat perselingkuhan istrinya, berimbas pada kepahitan yang tanpa disadari tercermin pada sikapnya terhadap Megan, sebagaimana seringkali orang dewasa / orang tua melupakan kepekaan & kehalusan perasaan seorang anak kecil, maka luka tersebut turut membekas pada hati Megan yang membuatnya membenci ayahnya sebagai tameng karena kehilangan rasa cinta yang dirindukannya. Sebagaimana banyak orang melakukana kesalahan, Tate hanya memenuhi kebutuhan ‘keluarga’ secara fisik namun pemenuhan rohani dilupakan, yang menyebabkan kekosongan dalam hati Tate.

Ketidak-dewasaan Betty Sue dalam menghadapi berbagai hal yang mengecewakan dirinya, kehilangan cinta sejati akibat perselingkuhan dirinya membuat sosok seorang Ibu hilang & menjadi seorang wanita yang mencari perlindungan diantara pria-pria lain. Sedangkan Megan, gadis berusia 17 tahun, di masa akil-balik justru dihadapkan bahwa kehidupannya yang masih sangat panjang terasa menakutkan karena tiada seorang pun yang menginginkan dirinya, bahkan saat Joshua LeFevre, pria kulit hitam yang menawarkan cinta sepenuhnya justru membuat dirinya merasa tidak nyaman ( Megan menyebut dirinya sendiri Megan Sinting, sebagai ekspektasi yang ia pikirkan atas penerimaan dirinya ).

Demikian pula sosok Aaron Matthews, yang mencari pembenaran dalam tindakan menuntut keadilan, ia menganggap bahwa Tate yang bersalah atas kematian Peter, namun sesungguhnya Peter telah lama mati justru akibat perbuatan ayahnya, tindakan Tate hanyalah jalan yang membuka alternatif lain dalam sejarah kehidupan Peter Matthews. Aaron bermain dengan api untuk merubah nasibnya, jika Sang Pencipta mampu melakukan perubahan, mengapa dirinya sebagai prototype tidak mampu melakukan hal yang sama ? Maka kejatuhan pada akhirnya yang terjadi pada diri Aaron Matthews. Ia ingin Tate merasakan luka hati & keluarganya terpecah belah,  dan ternyata luka hati masing-masing justru mempersatukan keluarga yang terpisah – keluarga yang terbentuk bukan dari hubungan darah langsung namun ternyata kuat dalam kasih & keyakinan.

Ini kisah dimana masing-masing pihak mencari perhatian, penghargaan & pengakuan akan dirinya, dan pada akhirnya ditemukan pemahaman bahwa untuk dihargai & dicintai tidak membutuhkan hubungan kekerabatan asalkan mau memberikannya terlebih dahulu dengan segenap hati, seperti juga hubungan manusia dengan Pencipta-Nya.

Jika dalam The Bone Collector atau Devil’s Teardrop, penulis banyak memberikan detil-detil penyelidikan forensic, dan dalam Blue Nowhere membahas tentang kehidupan social & pribadi seorang hacker, maka lewat Speaking In Tongues bukanlah sekedar kisah thriller semata, tapi membuka pemahaman akan sifat-sifat dasar manusia yang senantiasa memiliki kesamaan dimanapun berada. Walau bukan sejenis kisah filosofi, setelah selesai membaca, mau tidak mau pikiran pun terbawa, mengesampingkan segi dramatisasi - kisah ini bisa terjadi pada siapa saja bahkan pada diri kita semua. 

Best Regards, 
* HobbyBuku * 

2 comments:

  1. Saya baru mau baca salah satu bukunya The Sleeping Doll. Sepertinya penulis satu ini lebih ke arah psikologi ya untuk misterinya

    ReplyDelete
  2. Bukan ... malah lebih ke thriller-suspence, cmn yg judul ini sama Sleeping Doll tentang crime-psycology ( Sleeping Doll itu serial Kathryn Dance yang memang seorang crime-psycology ), klo baca yang serial Lincoln Rhyme malah tentang forensik :D

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...