About Me

My photo

Bookaholic | Movies Addic | Love Travelling | Culinary Foodie | Book Blogging | Likes Music & Dance Performance

Translate

Tuesday, September 18, 2012

Books "DON'T TELL"



Judul Asli : DON’T TELL 
[ book 1 of Karen Rose’s Series  ]
Copyright © 2003 by Karen Rose Hafer
Penerbit Dastan Books

Alih Bahasa : Nyi Indah Kristianingsih
Editor : Uki Dimas Germawan
Desain Sampul ; m_shuzue@yahoo.com
© photographer Thye Gn
Cetakan ke-1 : Oktober 2010 , 544 hlm

Ashville, North Carolina. Mary Grace Winters sekali lagi masuk rumah sakit. Namun kali ini kondisinya sangat parah. Kaki dan tangannya patah, luka memar memenuhi seluruh tubuhnya, dan ia mengalami kelumpuhan. Tiada yang mengetahui bagaimana hal ini bisa terjadi. Yang tersiar hanyalah ia terjatuh dari tangga. Dan ditemukan dalam kondisi nyaris sekarat oleh putranya Robbie yang masih kecil. Namun kebenaran akan kejadian itu berada jauh dari jangkauan khalayak umum. Bahwa Mary Grace telah dianiaya oleh sang suami selama bertahun-tahun. Sulit membuktikan hal itu, terlebih karena suami Mary Grace adalah Rob Winters – petugas kepolisian setempat.

Sembilan tahun kemudian, di Chicago. Caroline Stewart bersama putranya Tom yang telah berusia 14 tahun, adalah Mary Grace dan putranya yang telah berhasil melarikan diri dari teror sang suami dan memalsukan kematian mereka. Namun hal itu tak berlangsung lama, ketika kepolisian Tennessee menemukan bangkai kendaraan yang membuktikan bahwa itu adalah kendaraan Mary Grace sebelum mereka lenyap. Sesuai prosedur, mereka menghubungi pihak yang berkaitan yaitu Rob Winters – yang tetap mencari keberadaan mereka.



[ source ]
Tanpa mengetahui bahaya yang akan mengancam kenyamanan hidup baru mereka, Mary / Caroline sedang mempersiapkan diri menemui atasan barunya Dr. Maximillian Alexander Hunter – pengganti Eli Bradford, atasan sekaligus mentor dan penolong hidup Caroline, yang baru saja meninggal akibat usia lanjut. Tanpa menduga bahwa sosok atasan barunya ini sangat berbeda dengan Eli. Dr. Max Hunter adalah pria menarik dengan tubuh besar dan gagah, jelas dia tidak terlalu tua seperti bayangan Caroline. Sejak pandangan pertama, keduanya merakan ada sesuatu yang menarik jiwa mereka satu sama lain. Meski berusaha mengenyahkan perasaan aneh yang tumbuh diantara keduanya, dengan menjalankan tugas masing-masing, pikiran mereka dipenuhi oleh kehadiran satu dengan yang lain.

Di sisi lain, Caroline berusaha membantu Dana Dupinsky – sahabat terbaik yang telah membantunya selama dalam pelarian. Dana membangun Hanover House – sebuah rumah persinggahan bagi para wanita yang teraniaya beserta anak-anaknya, mereka yang telah melarikan diri dari suami-suami penyiksa, akan ditampung dan diberikan identitas baru untuk tinggal di lokasi lain. Persahabatan Caroline dan Dana tetap berlangsung hingga ia memiliki tempat tinggal sendiri di Chicago dan memperoleh pekerjaan tetap. Tiada hari berlalau tanpa ia senantiasa bersyukur atas kesempatan kedua yang diperolehnya.

[ source ]
Namun bahaya mulai mendekati, karena Rob Winters melakukan pelacakan, menelusuri jejak-jejak pelarian istrinya serta anaknya. Rob tak segan-segan membunuh, namun kali ini ia berniat menangkap dan menyiksa istrinya yang berhasil mengelabui dan melarikan diri darinya. Mampukah Caroline menyelamatkan hidupnya yang kesekian kali saat ia akhirnya berhadapan dengan musuh serta ketakutan terbesar sepanjang hidupnya ? Bagaimana ia mampu melarikan diri jika Rob mengancam akan melukai bahkan membunuh orang lain, jika ia tak mau menuruti perkataannya ? Dan bagaimana hubungan Caroline dengan Max yang diam-diam juga memiliki rahasia kelam dalam hidupnya ... rahasia yang menggerogoti jiwanya hingga ia tak memiliki harga diri, hingga ia bertemu dengan Caroline ?

Saat pertama kali membaca Nothing To Fear, topik tentang KDRT yang diberikan oleh penulis sangat menarik perhatianku, dan menjadi salah satu kisah favorit dalam seri novel Karen Rose ini. Dan ternyata penerbit edisi terjemahan ini tidak mengeluarkan sesuai urutan kisahnya, meninggalkan berbagai pertanyaan yang cukup janggal di benakku. Nah, ketika akhirnya edisi pertama seri ini muncul, maka segara kucari dan kubaca Don’t Tell yang mengawali kisah perjalanan dana Dupinsky dan Caroline Stewart ini. Kembali penulis mampu menyajikan sebuah kisah drama dengan bumbu suspense yang bukan hanya menegangkan namun penuh dengan detil-detil konflik yang akan menjadi dasar pengembangan kisah-kisah ini sebagai suatu serial yang mengasyikkan. 

[ source ]
Dan di sini pula tokoh-tokoh keluarga Hunter dan keluarga Stewart yang nantinya akan muncul kembali, sebagaimana juga dengan keluarga Reagan maupun keluarga Ciccotelli, serta Vartanian (yang menjadi suatu seri tersendiri). Sejauh ini Karen Rose merupakan penulis favoritku untuk genre Romance Suspense, dibandingkan Beverly Barton yang lebih cenderung ke drama romance ataupun Lisa Jackson. Kelebihan Karen Rose adalah penggambaran detil akan kasus-kasus kejahatan, bahkan adegan-adegan yang lumayan brutal terkadang muncul, namun justru mempertegas sisi kejahatan bukan hanya sekedar fisik namun lebih ke arah mental. Bagi yang tidak terbiasa mungkin penulisan beliau bisa dikatakan vulgar dalam arti tanpa tedeng aling-aling, namun menurutku justru beliau bagaikan ilmuwan yang menyajikan suatu kekerasan yang terjadi apa adanya --- bahwa suatu kejahatan harus disajikan dan dipertunjukkan bukan untuk kesenangan melainkan agar kita bisa belajar bagaimana menjadi manusia yang utuh secara lahir dan batin.

Tentang penulis :
[ source ]
Karen Rose adalah mantan guru SMA di bidang kimia & fisika, yang mendapat gelar sarjana tehnik kimia dari Universitas Maryland. Pada tahun 2005 - novelnya kedua berjudul “Have You Seen Her” masuk sebagai finalis penerima penghargaan RITA sedangkan novelnya ketiga, “I’m Watching You” menerima penghargaan RITA untuk kategori Best Romantic Suspense. “Nothing To Fear” yang merupakan novel keempat masuk nominasi sebagai finalis RITA pada tahun 2006 & dinominasikan sebagai Best Suspense oleh Romantic Times Magazine & Best Fiction ole SIBA Book Award. 

Karen Rose kini tinggal di Florida bersama suami & anak mereka. Jika sedang tidak menulis, ia gemar melakukan traveling, karate & bermain ski.

Links Situs Resmi : www.karenrosebooks.com

Best Regards, 
* Hobby Buku * 

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...