About Me

My photo

Bookaholic | Movies Addic | Love Travelling | Culinary Foodie | Book Blogging | Likes Music & Dance Performance

Translate

Tuesday, December 18, 2012

Books "THE LOST BONE"



Books “THE LOST BONE”
Judul Asli : LIGHT BENEATH FERNS
Copyright © 2010 by Anne Spollen
Penerbit Grantika Publishing
Alih Bahasa : Indriani
Editor : Indriani
Proofreader : Priska Ghania
Desain Sampul & Lay-out : Indriani
Cetakan I : November 2012 ; 504 hlm
Rate : 2 of 5
“Legenda Wenspaugh adalah perpaduan antara mitologi Indian Lenape dengan Legenda Appalachia, dengan sedikit unsur Kristen. Barangsiapa menemukan atau menyimpan tulang yang merupakan bagian tubuh manusia yang telah tiada, roh mereka akan kembali dalam wujud manusia untuk menuntut pengembalian miliknya.” [ p. 48 -50 ]



Elizah Rayne baru saja pindah bersama sang ibu di Pemakaman Desa Wenspaugh, bagian utara kota New York. Ia sangat pendiam dan asosial, hingga sang ibu meminta bantuan konseling sekolah di SMA baru yang dimasuki oleh Elizah. Meski demikian Elizah bukanlah gadis yang bodoh, hanya ia lebih suka memikirkan hal-hal lain daripada mengikuti pelajaran yang menurutnya tidak berguna. Atau kegiatan serta aktifitas sosial yang juga tak disenanginya. Sang pembimbing Ella Daytner atau lebih suka dipanggil Mrs. Daytime oleh Eliza, berusaha keras menembus pikiran gadis ini. Anehnya, kondisi Elizah yang seperti ini justru mengundang perhatian teman-teman sekelasnya, para gadis populer. Bahkan sang kapten basketball Kyle  yang juga kemenakan Mrs. Daytner, menaruh perhatian khusus kepada dirinya. Ia juga mulaimemperoleh berbagai undangan ke pesta anak-anak populer, menjadi asisten guru Sains-nya Sarah Poulle. 

[ source ]
Namun Elizah tidak menyukai itu semua. Ia lebih suka berjalan di hutan dan pinggiran sungai dekat Pemakaman. Meski banyak yang menganggap pekerjaan ibunya sebagai pemandu Tur Pemakaman cukup aneh, Elizah cukup nyaman bahkan senang berada di dekat pemakaman. Karena ia suka sekali dengan tulang-belulang dan fosil. Dan suatu hari ia menemukan potongan tulang aneh yang segera dibawah pulang.  Ternyata itu adalah tulang rahang manusia. Tiada yang tahu rahasia ini kecuali dirinya seorang. Dan Elizah tahu bahwa ia akan dipersiapkan menghadapi ‘sesuatu’ yang tak dimengerti, namun dinanti-nantikan. Kemudian Elizah bertemu dengan Nathaniel Loomis – bocah tampan nan misterius. Nathaniel membawanya ke tempat-tempat rahasia, tempat-tempat yang tiada orang lain tahu keberadaannya. Dan Elizah harus memegang janji untuk tidak bercerita kepada siapa pun, atau ia takkan pernah berjumpa lagi dengan Nathaniel.

Maka Elizah pun berjanji, dan kehidupannya berubah. Di sisi lain sang ibu sudah berusaha memulai hidup baru dengan pria bernama Dirk – seorang guru pembimbing kenalan Mrs. Daytner, yang datang saat pertemuan grup paranormal di kediaman mereka. Namun kekacauan muncul kembali ketika sang ayah mendadak datang diam-diam suatu malam. Ayah Elizah menghilang karena menjadi tersangka penggelapan di kantornya. Karena itu ia melarikan diri. Karena itu Elizah dan ibunya harus pindah ke kota kecil ini. Dan kini sang ayah muncul dengan membawa berbagai masalah baru. Elizah sendiri mengalami berbagai gangguan serius dengan anak-anak yang sengaja menyebarkan berita tentang ayahnya, serta menjelek-jelekkan dirinya setiap saat. Elizah hanya menyuaki saat ia bersama Nathaniel meski banyak kejadian aneh yang tak bisa atau tak mau dijelaskan oleh Nathaniel. Lalau bagaimana ketika Elizah diminta berjanji memenuhi sumpah khusus demi Nathaniel ?

Tentang Penulis :
Anne Spollen tinggal di pantai Jersey bersama seorang suami, tiga orang anak, serta enam ekor hewan yang ditampungnya. Spollen telah menerbitkan banyak karya tulis. Karya fiksi dan puisinya telah dinominasikan untuk Pushcart Prize. Novel perdananya ‘The Shape of Water’ diterbitkan pada bulan April 2008. Saat ini Spollen sedang menulis dua novel terbarunya.

Selama lebih dari 20 tahun, ia tinggal di New Paltz, New York, yang menjadi latar dalam karyanya yang berjudul Light Beneath Ferns (yang diterbitkan dalam edisi terjemahan Indonesia dengan judul ‘The Lost Bone’) Rumahnya berlokasi di kaki Pegunungan Shawanguk, berseberangan dengan jalan pemakaman s=desa. Ia tak dapat memastikan apakah ia pernah berkomunikasi dengan makhluk halus. 

Best Regards,
* Hobby Buku *

1 comment:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...