About Me

My photo

Bookaholic | Movies Addic | Love Travelling | Culinary Foodie | Book Blogging | Likes Music & Dance Performance

Translate

Tuesday, January 15, 2013

Books "THE LAST JUROR"



Books “ANGGOTA JURI TERAKHIR”
Judul Asli : THE LAST JUROR
By John Grisham
Copyright © 2004 by John Grisham
Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : B. Sendra Tanuwidjaja
Cetakan I : Januari 2007 ; 536 hlm
Cover by Marcel A.W.
Verdict : 4,5

Kota Clanton, Mississippi telah berjalan sebagaimana aturan dan norma-norma yang berlaku sesuai peninggalan para leluhur mereka yang dulu tinggal di kota tersebut. Kini mereka hampir telah tiada secara keseluruhan, namun para penduduk telah terbiasa dengan aturan tak tertulis yang berlaku dengan sedikit penyesuaian di sana sini dengan kemajuan jaman. Namun kota kecil yang jauh dari kota besar ini, tentu saja perkembangannnyasangat terlambat dari dunia serta pemahaman di kota-kota besar. Sehingga para oknum yang mampu memanfaatkan pengetahuan serta kekuatan untuk memperngaruhi dunia politik wilayah tersebut, telah mencengkeram kehidupan para penduduk selama bertahun-tahun, tanpa ada satu pun yang berani melawan, karena orang-orang yang bertindak dan bertingkah laku berbeda akan mendapat perlakuan yang sesuai pula. 

Suatu hari, seorang pemuda yang dikenal sebagai Willie Traynor, asal Memphis yang sedang bergulat menyelesaikan pendidikan di bidang jurnalistik di Syracuse, melamar pekerjaan magang di The Ford County Times – satu-satunya surat kabar di wilayah Clanton, Mississippi. Perjalanannya sebagai penulis berita akhirnya naik menjadi pemilik ketika sang pemilik tak mampu lagi ‘bekerja’ akibat gangguan kesehatan. Pemuda yang memiliki semangat tinggi, idealis serta pemikiran untuk merubah dunia melalui tulisan-tulisan berbobot, berjuang keras merubah pola pikir masyarakat serta tentu saja menjadikan surat kabar miliknya sebagai sumber informas serta suara rakyat. Buka saja ia dianggap tidak berpengalaman dalam usia masih 23 tahun, ia juga merupakan pendatang, bukan penduduk asli kota tersebut. Namun Willie, tak mudah menyerah, dan dengan segala cara ia mencari jalan merubah surat kabar dengan oplah kecil, menjadi surat kabar ternama.

[ source ]
Dan suatu hari, sebuah tragedi merubah arah pergerakkan surat kabar tersebut. Terjadi pembunuhan brutal menimpa seorang janda muda. Ia diperkosa dan dibunuh, disaksikan oleh kedua anaknya yang masih kecil sehingga mengalami trauma berat. Tersangka utama langsung ditangkap karena sang korban sempat menyebutkan nama pelaku sebelum ia tewas karena luka-lukanya yang parah. Pelaku tertangkap basah dengan pakaian bersimbah darah dalam kecelakaan ketika ia mengemudi dalam kondisi mabuk berat. Willie disertai Wiley Meek sang fotografer, langsung beraksi dan mengungkap peristiwa menghebohkan tersebut di surat kabar mereka, berita yang membuat oplah The Times melonjak. Permasalahan kemudian muncul karena sang tersangka yang ditangkap adalah Danny Padgitt – putra bungsu keluarga Padgitt yang tersohor. 

Keluarga Padgitt adalah penguasa di Pulau Padgitt yang terpencil dan ditakuti oleh para penduduk. Bertahun-tahun keluarga mereka bergerak dibidang pembuatan dan penjualan wiski ilegal hingga mariyuana, perjudian hingga pelacuran. Kekuasaan mereka sedemikian besar hingga mampu menjerat kepala polisi dan badan hukum yang korup untuk memihak mereka. Sedangkan pihak-pihak yang berusaha membasmi mereka, satu demi satu tewas, meninggalkan jasad atau bahkan kuburan tak dikenal. Willie yang melihat berbagai ketidak-adilan yang terjadi, berusaha membuka jalan bagi suara ‘minoritas’ dan kali ini ia berjuang demi keadilan sang korban, meski ia harus menghadapi teror serta ancaman pembunuhan. Dengan tekad tak kenal lelah, ia mulai menyebar pengaruh kepada masyarakat untuk angkat-suara terhadap ketidak-adilan serta korupsi yang melanda selama bertahun-tahun. Permainan kotor, manipulasi para saksi, pembelian suara para anggota juri, semua harus dihadapi, karena keluarga Padgitt tak kenal lelah dalam menyingkirkan siapa saja yang menghalangi mereka.
[ source ]
Plot / Theme / Setting : 4,5
Kisah ini mengingatkan diriku akan karya penulis terdahulu yaitu A Time To Kill, dengan mengambil isu kehidupan penduduk kota kecil pada era tahun 1970-an, yang sarat dengan perubahan iklim politik Amerika tentang kebebasan serta hak pilih kaum kulit hitam. Namun kali ini penulis tidak bermain-main lebih dalam dengan isu tersebut, sebaliknya justru berusaha mengungkap berbagai gambaran kebobrokan dunia pemerintahan yang dikuasai oleh pihak-pihak yang memiliki keuangan. Alih-alih dunia korporasi, maka di kota kecil wilayah Mississippi, yang adat serta aturan lama masih berlaku, dunia hitam berkuasa. Permainan dan intrik akan terus berlanjut, seandainya tidak ada ‘campur-tangan’ pihak luar. Melalui tokoh utama, sosok pemuda yang idealis, pindah dan bekerja di kota tersebut, kemudin mengambil alih surat kabar setempat, maka suara-suara kaum minoritas mulai terdengar. Memasukan topik seputar konflik kampanye perang Vietnam, propaganda pemilihan wakil rakyat yang dimanipulasi oleh kompolotan dunia hitam, isu rasialis, maka kisah ini sarat dengan konflik serta tema-tema menarik dalam setiap halaman. 

Character : 4
Sosok Willie Traynor sebagai pemuda yang mempercayai dunia jurnalistik sebagai pembuka-mata dunia, kemudian berhadapan dengan kenyataan bahwa banyak hal-hal yang tak sesuai dengan kebenaran, namun bagaimana ia mampu merubahnya jika hanya seorang diri ? Semangat dan penggambaran sosok ini sedikit mengingatkan sosok utama dalam kisah The Firm, namun alih-alih membedah dunia hukum secara eksplisit, penulis memberikan kesempatan yang berbeda bagi penulis muda serta pemilik surat kabar di sebuah kota dengan doktrin-doktrin serta budaya lama. Uniknya padanan sosok pemuda yang pandai dan cerdas namun naif dalam kehidupan nyata ini dipadukan dengan sosok wanita setengah baya, wanita kulit hitam yang berhasil membesarkan anak-anaknya sehingga menjadi sosok-sosok ternama dalam pendidikan, pekerjaan serta kehidupan. Berbagai kontradiksi dalam kehidupan, perbedaan keyakinan dan agama, kesetaraan dalam penerimaan kaum kulit berwarna di segala bidang, propaganda perang dan keyakinan kaum veteran versus generasi baru, semua topik seputar era tahun 1970-an, maka karakter-kaakter dalam kisah ini tak akan mampu dilupakan begitu saja.

[ related topics about author, books, and adaptation, check on here : The Last Juror | John Grisham's Site  ]

Best Regards,
* Hobby Buku * 

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...