About Me

My photo

Bookaholic | Movies Addic | Love Travelling | Culinary Foodie | Book Blogging | Likes Music & Dance Performance

Translate

Monday, June 24, 2013

Books "2nd CHANCE"

Books “KESEMPATAN KEDUA”
Judul Asli : 2nd CHANCE
[ book 2 of Women’s Murder Club ]
By James Patterson & Andrew Gross
Copyright © 2002 by SueJack, Inc.
Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : B. Sendra Tanuwidjaja
Cetakan ke-01 : Februari 2005 ; 424 hlm
Cover by Marcel A.W.        
Rate : 4 of 5

Masyarakat San Fransisko dikejutkan atas peristiwa penembakan yang menghancurkan La Salle Heights Church pada hari minggu, ketika 48 orang anak sedang keluar setelah latihan paduan suara. Kerusakan pada bangunan gereja tak seberapa dengan tragedi tewasnya seorang gadis cilik bernama Tasha Catchings yang berusia 11 tahun dalam kejadian tersebut. Kemarahan publik mendesak Walikota San Fransisko serta Kepolisian untuk segera menemukan sang pelaku. Maka Lindsay Boxer yang telah dipromosikan menjadi Letnan Kepala Divisi Pembunuhan harus segera kembali bertugas. Lindsay mengambil cuti setelah kasus terakhir yang melibatkan pelaku tersohor dan terbongkarnya kasus pelecehan dan penyiksaan seksual secara fisik dan mental pada para korbannya, dan juga kasus dimana ia kehilangan kekasihnya Christopher ‘Chris’ John Raleigh – pejabat kepolisian yang bekerja pada Walikota San Fransisko, saat mengikuti jejak pelaku kejahatan.



Lindsay kembali bertugas dengan partner lamanya, Detektif Warren Jacobi yang memiliki sikap sinis dan rasa humor yang unik. Penyelidikan ini nyaris menemui jalan buntu, hingga Cindy Thomas, sahabat Lindsay yang kini menanjak menjadi wartawan kriminal Metro di Chronicle, memberikan ‘kisikan’ akan kasus tewasnya seorang wanita tua, kulit hitam yang tinggal seorang diri di kawasan kumuh di kota Oakland. Kasus yang dianggap sebagai bunuh-diri biasa ini ternyata memiliki kaitan dengan peristiwa penembakkan La Salle Heights Church. Kemudian Lindsay mulai mencari dan menemukan kasus yang terjadi di wilayah yang berbeda, dengan metode yang juga berbeda, namun memiliki kesamaan yang mengarah pada suatu petunjuk yang membuat Lindsay gelisah. Kasus tersebut mengarah pada pembunuhan dimana korbannya semua memiliki hubungan dengan polisi kulit hitam. Saat media dan pihak berwenang menganggap hal ini merupakan kejahatan rasialis, Lindsay merasakan ada sesuatu yang berbeda yang tak dapat ia jelaskan, sesuatu yang lebih berbahaya dari sekedar kejahatan rasialis belaka.

Dan ketika pelaku mulai meningkatkan ‘perhatian’ terhadap dirinya, para korban yang dipilih mulai memicu kemarahan dan ketegangan di kalangan kepolisian. Dengan tewasnya salah satu polisi berkulit hitam bernama Art Davidson, yang disusul dengan penembakan Chief Mercer – Kepala Kepolisian San Fransisko yang tegas dan keras di depan kediamannya, maka Lindsay harus memanggil kembali rekan-rekan dari ‘Women’s Murder Club’. Kematian Chris Raleigh di saat kesehatan Lindsay pulih dari ancaman kehilangan nyawa, kini kematian Chief Mercer yang dianggap sebagai pengganti ayahnya, guncangan tersebut belum lagi reda ketika muncul sosok dari masa lalunya yang menimbulkan luka dalam hatinya. Marty Boxer – polisi yang terkenal di masanya, telah menghilang dari kehidupan keluarganya ketika Lindsay berusia 13 tahun. Kini, ia mendadak muncul di hadapan Lindsay, berusaha membina kembali hubungan yang terputus sekian tahun lamanya.

Kelanjutan kisah para tokoh dalam ‘Women’s Murder Club’, kembali dengan kasus yang semakin intens sejak halaman pertama. Berfokus pada perjalanan kehidupan sosok Lindsay Boxer, trauma akan kehilangan orang-orang yang disayanginya memuncak dengan tewasnya sang kekasih disertai terbunuhnya figur pemimpin sekaligus pengganti ayahnya, dipadu kemunculan mendadak ayah kandung yang telah menghilang selama bertahun-tahun. Kali ini para pembela kebenaran yang tergabung dalam kelompok wanita pejuang, harus berhadapan dengan lawan yang merupakan bayang-bayang masa lalu kehidupan Lindsay, yang berkaitan dengan munculnya kembali sosok Marty Boxer yang menghilang tanpa jejak ketika Lindsay masih remaja. Jalinan kisah yang merupakan potongan-potongan kasus aneh tanpa ada kesamaan, ternyata harus disatukan untuk memperoleh gambaran utuh demi menangkap sang pelaku yang bertekad membalas dendam kesumat pada setiap pihak yang dianggap bertanggung jawab atas nasibnya. Kisah yang menimbulkan rasa penasaran, akan tersaji dengan intensitas serta detail yang mengharuskan pembaca menyimak dengan seksama. Yang dapat kukatakan, buku kedua semakin mengguncang dan tak mampu kulepaskan hingga akhir kisahnya ... untuk berlanjut pada buku ketiga (^_^)

Tentang Penulis :
James B. Patterson, lahir pada tanggal 22 Maret 1947, adalah penulis asal Amerika yang secara serius menggeluti dunia penulisan setelah ia pensiun dari pekerjaan di dunia periklanan pada tahun 1996. Karyanya yang paling terkena adalah serial thrillernya dengan tokoh Alex Cross – mantan psikolog forensik yang pernah bekerja di Departemen Kepolisian Washington, D.C. dan sebagai agen FBI, menjadikannya serial detektif terpopuler selama 10 tahun ini. Selama 33 tahun ini beliau telah menghasilkan 71 novel yang hanpir sebagian besar masuk dalam kategori bestseller.

Semakin bertambah usia, beliau justru semakin produktif dalam menghasilkan berbagai karya tulis. Bahkan proyeknya termasuk membuat novel hasil kolaborasi dengan berbagai penulis lain, diantaranya Maxine Paetro, Andrew Gross, Peter De Jonge. Kecintaan serta perhatian terhadap dunia buku, membuatnya mendirikan The James Patterson Page Turner Awards di tahun 2005 yang bertujuan mendanai berbagai kegiatan pada sekolah, perpustakaan, perusahaan, maupun yayasan yang memiliki tujuan sama : berbagi kesenangan dan kegemaran membaca sejak dini di mana saja. Program ini dihentikan sementara pada tahun 2008 untuk lebih fokus pada proyek baru bernama ReadKiddoRead.com yang membantu para orang tua, para guru dan pustakawan untuk memberikan pilihan bacaan terbaik dan bermutu bagi anak-anak. 

Andrew Gross, lahir di New York pada tahun 1952, merupakan salah satu penulis novel dengan genre thriller suspense yang masuk jajaran bestseller versi New York Times. Sebagian besar karyanya merupakan kolaborasi dengan James Patterson terutama untuk seri Women’s Murder Club dimulai pada buku kedua dan ketiga, disusul dengan novel The Jester, Lifeguard, Judge and Jury. Setelah melakukan rangkaian kolaborasi tersebut, di tahun 2006 beliau memutuskan menulis karya sendiri yang menuai nominasi penghargaan Thriller of the Year dari The International Thriller Writers Association di tahun 2007. Untuk mengetahui lebih lengkap tentang beliau, silahkan berkunjung ke : Andrew Gross | on Wikipedia.

[ more about the author, books, adaptations and related works, check on here : James Patterson (USA) | James Patterson (UK) | on Wikipedia | on IMDb | Women's Murder Club | Movie Adaptation ( 2007 TV Series ) ]

Best Regards,

Hobby Buku

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...