About Me

My photo

Bookaholic | Movies Addic | Love Travelling | Culinary Foodie | Book Blogging | Likes Music & Dance Performance

Translate

Monday, June 17, 2013

Books "DEATH BY NIGHTFALL"

Books “PERBURUAN TERAKHIR”
Judul Asli : DEATH BY NIGHTFALL
[ book 3 of Death By series | book 9 of Griffin Powell series ]
By Beverly Barton
Copyright © 2011 by Beverly Beaver
Penerbit Dastan Books
Alih Bahasa : Uki Dimas Germawan
Editor : Arif Budi Nugroho
Cetakan I : Januari 2013 ; 504 hlm
Rate : 3.5 of 5

Kisah sebelumnya berakhir dengan ending yang menggantung dan sangat menimbulkan penasaran bagi para pembacanya, beruntunglah diriku sudah menyiapkan dengan menunggu rilisnya ketiga buku seri trilogi ini, agar bisa langsung membaca hingga tuntas tanpa bertanya-tanya lebih alam. Nicole Baxter Powell diculik ketika pergi menjalani pengasingan setelah mengalami shock dan sakit hati atas ‘kebohongan’ yang dilakukan oleh Griffin terhadap dirinya. Penculiknya tidak lain Anthony Linden – pembunuh bayaran yang disewa oleh Markus York dalam rencana pembalasan dendam pihak-pihak yang ‘berutang’ kepadanya di masa silam. Rencana brilian yang dibuat untuk memecah-belah persatuan dan persekutuan dalam Powell Agency, terutama menjatuhkan kredibilitas Griffin Powell merupakan sasaran tersendiri bagi otak dibelakang layar.



Maleh Perdue – sahabat karib Nicole yang berusaha mencegah kepergiaannya dari Griffin’s Rest, akhirnya menyusul ke tempat persembunyian yang terpencil, hanya untuk mendapati bahwa Nicole telah lenyap. Kepedihan serta kemarahan secara pribadi terhadap Griffin yang sudah menyakiti hati sahabatnya, nyaris memicu pertengkaran sengit ketika Maleah kembali ke markas utama. Untung ada Derek Lawrence yang telah mengisi kekosongan hati Maleah, dan ia mampu menahan gejolak hati dan tetap bersikap tenang dalam badai yang melanda kediaman sekaligus kantor pusat Powell Agency. Griffin Powell yang senantiasa tampil kuat dan kokoh, hancur luluh dalam penderitaan ketika menyadari satu-satunya wanita yang dicintainya telah lenyap tanpa jejak dengan dugaan terburuk, diculik oleh psikopat yang mengerikan. Griffin tidak mengetahui satu fakta penting yang hanya diketahui oleh 3 orang, Nicole dan Maleah, serta Derek yang telah menjadi orang kepercayaan Maleah__Nicole pergi dalam kondisi kalut terutama karena memikirkan situasi dirinya yang sedang hamil, dan sebelum ia sempat memberitahu Griffin, pria pujaan hatinya justru memberitahu bahwa ada kemungkinan ia memiliki anak dengan Yvette Meng ...

Secara keseluruhan ide utama kisah ini yang menyoroti segala rahasia masa silam para tokoh yang terlibat dalam kasus Amara melawan psikopat berbahaya bernama Marcus York, menjanjikan kepuasan tersendiri, karena penulis menjanjikan semua jawaban atas segala pertanyaan yang timbul semenjak tokoh Griffin Powell muncul dalam serial kisah ini. Namun entah mengapa, diriku sudah ‘kehilangan-selera’ untuk mengikuti karakter Griffin Powell yang merupakan pahlawan utama sepanjang perjalanan kisah ini. Bisa jadi karena penulis telah mengulang dan mengulang dan mengulang hal yang sama menjelang buku-buku terakhir seri ini. Tiada kemajuan khusus yang lebih menarik, baik sosok Griffin Powell yang (seharusnya) cerdas, tenang, waspada, dan mampu melindas lawan-lawannya, atau Sanders yang pendiam, kaku, penuh misteri dengan sosok feminin Yvette Meng yang misterius. Bisa jadi diriku sudah jenuh dengan ketiga karakter ini, sehingga kesan yang muncul justru rasa jengkel yang berkepanjangan.

Syukurlah banyak sekali karakter lain yang mampu memberikan kepuasan tersendiri. Mulai dari karakter Nicole sendiri yang berjuang dan bertahan dalam penyiksaan sembari menjaga bayi dalam kandungannya. Kemudian duet Maleah serta Derek, sekali lagi memberikan hiburan tersendiri bagi diriku. Kemunculan tokoh baru bernama Raphael ‘Rafe’ Byrne menambah daya tarik kisah ini, apalagi sosok ini memiliki kaitan kuat dengan masa lalu para korban di Amara. Sungguh patut disayangkan ending kisah yang diharapkan sebagai penuntas perjalanan Griffin Powell beserta rekan-rekannya, terjadi begitu saja, tanpa ada ‘greget’ tersendiri yang mampu meninggalkan kesan khusus. Apakah penulis berniat untuk ‘menyambung’ kembali kisah-kisah para karakter didalamnya ? Jika demikan, maka kematian sang penulis yang cukup mendadak, merupakan penghalang besar bagi para penggemar untuk mengetahui ‘akhir’ sebenarnya dari kisah ini ....

Tentang Penulis :
Beverly Marie Beaver ( 23 Desember 1946 – 21 April 2011 ) lahir di Alabama, dan menghabiskan hampir sebagian besar waktu serta pendidikan di Tuscumbia, dan Barton, Alabama serta Chattanooga, Tennesse. Beliau merupakan salah satu penulis asal Amerika yang produktif dalam menghasilkan novel-novel romance-suspense. Selain itu beliau juga mengeluarkan novel contemporer-romance dan memprakarsai munculnya seri popular romance melalui The Protector series yang diwakili oleh Harlequin Silhouette. Beliau meninggal secara mendadak akibat serangan jantung pada tanggal 21 April 2011, meninggalkan karya bagi jutaan penggemarnya yang terus bertambah hingga kini.

[ more about the author and related works, check on here : Beverly Barton | Beverly’s Books | on Wikipedia | on FanPage | on Twitter ]

Best Regards,
Hobby Buku 

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...