About Me

My photo

Bookaholic | Movies Addic | Love Travelling | Culinary Foodie | Book Blogging | Likes Music & Dance Performance

Translate

Thursday, July 25, 2013

Books "THE DYING GAME"

Judul Asli : THE DYING GAME
[ book 3 of Griffin Powell Series ]
By Beverly Barton
Copyright © 2007 by Beverly Beaver
Penerbit Dastan Books
Alih Bahasa : Reny Yuniawati & Maria Asri Prahesti
Editor : Mayan Kalingi
Cover by www.expertoha.com  | © photographer : Photooiasson
Cetakan I : Maret 2009 ; 552 hlm
Rate : 4 of 5

Lindsay McCallister dibesarkan dalam lingkungan Kepolisian, mulai dari kakek hingga ayahnya adalah polisi yang berdedikasi, dan tak heran jika ia tumbuh sebagai gadis tomboi yang lebih menyenangi kegiatan bermain bisbol dibandingkan bermain bonek barbie. Ketika ia akhirnya berhasil menduduki jabatan sebagai detektif di Departemen Kepolisian Chattanooga, ia tak pernah membayangkan masa depannya akan berubah saat sebuah kasus pembunuhan yang ditanganinya bukan saja mengguncang masyarakat sekitar, tetapi juga merubah diri Lindsay selamanya.



Pembunuhan yang dilakukan oleh psikopat yang dijuluki sebagai Beauty Queen Killer, telah memakan korban yang cukup banyak, dimana salah satu korbannya adalah Jennifer Walker – istri Judd Walker, mantan jaksa Chattanooga dan pewaris tunggal Keluarga Walker yang kaya-raya. Judd Walker bagaikan orang gila melihat mayat sang istri yang terpenggal kedua belah tangannya, dan sosoknya yang aktif serta periang berubah drastis menjadi pemabuk yang kasar dan menutup diri serta menjauhi teman serta kenalan dalam lingkup pergaulannya yang luas. Tanpa disadari, justru melihat penderitaan Judd saat ini, membuat Lindsay ‘jatuh-hati’ pada diri Judd. Ia bahkan mengambil tindakan drastis dengan keluar dari kepolisian dan melamar pekerjaan di Grifin Powell Agency yang telah disewa oleh Judd guna menemukan pelaku pembunuh istrinya.

Hampir 4 tahun berlalu setelah Jennifer Walker terbunuh, dan sang pelaku masih terus merajalela tanpa pernah tertangkap. Kemudian salah satu korbannya, Gale Ann Cain ternyata tidak langsung tewas seperti korban-korban sebelumnya. Meski dalam keadaan koma, ada harapan bahwa ia mengenali sang pelaku, maka Griffin Powell serta pihak berwenang segera bergerak untuk mendapatkan bukti tersebut. Lindsay McCallister yang telah menjalani kehidupan barunnya sebagai Agen Terpercaya Powell Agency, sekaligus menjalin persahabatan dengan Griffin, mendapati dirinya harus berhadapan dengan ‘ketakutan’ yang menimbulkan luka trauma dalam dirinya. Ia harus menemui serta menjemput Judd Walker atas kondisi terbaru yang mereka hadapi. Hubungan Lindsay dan Judd cukup unik, disisi lain Lindsay tak mampu melupakan pria yang telah merebut hatinya, di sisi lain ia terluka cukup dalam hingga membutuhkan perawatan psikiater dalam menghadapi perilaku Judd yang selalu siap membuat orang-orang di sekelilingnya ‘menyingkir’ jauh-jauh.

Kasus-kasus baru bermunculan dalam jangka waktu yang pendek, seakaan-akan sang pelaku sedang berlomba dengan waktu guna menghabisi korban-korban lainnya. Dengan ditemukannya saksi mata, kakak Gale Ann Cain - Barbara Jean Hughes, sebuah harapan muncul untuk bisa segera menangkap sang pelaku. Permasalahan timbul karena wanita ini mengalami trauma melihat kondisi adikknya, dan ia menjadi sangat ketakutan untuk ‘mengingat-ingat’ sosok sang pelaku yang sempat dilihatnya. Menilik kondisi wanita yang sedang rentan ditambah ia harus duduk diatas kursi roda, Griffin mengambil keputusan nekad untuk membujuk Barbara Jean tinggal di kediaman Griffin’s Rest dan akan selalu dalam perlindungan serta pengamanan penuh. Tindakan ini membuat posisinya semakin menjadi musuh bebuyutan Agen FBI yang memegang kendali penyelidikan : Nicole Baxter. Keduanya saling tidak menyukai satu sama lain semenjak awal pertemuan mereka pada kasus pembunuhan Jennifer Walker.

Buku ini salah satu kesukaanku dalam seri Griffin Powell, dimana semenjak awal suasana intens telah dibangun dan kesan misterius sang pelaku yang memiliki misi tersendiri disertai berbagai karakter tokoh utama yang terlibat yang juga memiliki benang penghubung antar kisah sebelumnya hingga berlanjut pada perkembangan kehidupan masing-masing karakternya. Alur yang cepat dan konflik yang bermunculan silih berganti menimbulkan rasa penasaran yang terbawa hingga akhir kisahnya. Menurut pendapatku kedua buku “The Dying Game” dan “The Murder Game” merupakan karya terbaik Beverly Barton untuk seri Griffin Powell, karena ke-kompleks-an kisah serta karakter-karakter yang unik serta misterius. Sayangnya sekali lagi pematangan masing-masing karakter tidak semuanya memuaskan, terutama menyangkut tiga serangkai dari Amara : Griffin Powell-Damar Sanders-Yvette Meng, but that’s another story ... meanwhile, let’s just enjoy it this story first (^_^)

Tentang Penulis :
Beverly Marie Beaver ( 23 Desember 1946 – 21 April 2011 ) lahir di Alabama, dan menghabiskan hampir sebagian besar waktu serta pendidikan di Tuscumbia, dan Barton, Alabama serta Chattanooga, Tennesse. Beliau merupakan salah satu penulis asal Amerika yang produktif dalam menghasilkan novel-novel romance-suspense. Selain itu beliau juga mengeluarkan novel contemporer-romance dan memprakarsai munculnya seri popular romance melalui The Protector series yang diwakili oleh Harlequin Silhouette. Beliau meninggal secara mendadak akibat serangan jantung pada tanggal 21 April 2011, meninggalkan karya bagi jutaan penggemarnya yang terus bertambah hingga kini.

[ more about the author and related works, check on here : Beverly Barton | Beverly’s Books | on Wikipedia | on FanPage | on Twitter | on Goodreads ]

Best Regards,

* Hobby Buku * 

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...