About Me

My photo

Bookaholic | Movies Addic | Love Travelling | Culinary Foodie | Book Blogging | Likes Music & Dance Performance

Translate

Saturday, August 10, 2013

Books "CLOSE ENOUGH TO KILL"

Judul Asli : CLOSE ENOUGH TO KILL
[ book 2 of Griffin Powell Series ]
By Beverly Barton
Copyright © 2006 by Beverly Beaver
Penerbit Dastan Books
Alih Bahasa : Bunga Rae Santoso
Editor : Mayan Kalingi
Cover by www.expertoha.com  | © photographer : Jean Schweitzer
Cetakan I : September 2008 ; 528 hlm
Rate : 4 of 5

Adams County, Alabama – sebuah kota kecil yang tenang, terusik dengan adanya peristiwa hilangnya seorang wanita muda bernama Stephanie Preston yang baru menikah selama 5 bulan, saat ia berada di kawasan Akademi Adams County. Korban yang juga kebetulan kemenakan Sheriff Mays dari Departemen Kepolisian Jackson County, mendapat perhatian penuh Sheriff Bernie Granger, terutama saat ia mendapat ‘firasat-buruk’ pada akhir pencarian. Bernie Granger, yang terpilih menggantikan posisi ayahnya, Sheriff Robert Bernard Granger yang menjabat selama 30 tahun lebih, memiliki berbeda kesulitan bukan hanya dalam pekerjaannya, tetapi juga dalam kehidupan pribadinya.



Dibesarkan sebagai sosok ‘putra’ dari dua anak gadis keluarga Granger, ditambah ia harus ‘bersaing’ dengan penampilan adiknya Robyn, yang sama sekali berbeda dengan kakaknya, bagai langit dan bumi. Robyn bertubuh tinggi, kurus bagai model, dan senantiasa berpenampilan seksi dan menarik perhatian kaum pria. Sedangkan Bernie, meski memiliki tubuh yang juga tinggi, ia dikarunia ‘tulang-besar’ dan bertubuh tegap, disertai pakaian kasual yang lebih disukainya, membuat dirinya bagai dibalik bayang-bayang pesona Robyn.

Konflik lain muncul ketika ia ‘memanggil’ tenaga baru sebagai Kepala Detektif di kantornya, calon yang terpilih adalah Kapten Jim Norton, dari kepolisian Memphis, yang sengaja pindah-tugas ke kota kecil agar bisa lebih dekat dengan putra tunggalnya, Kevin, yang dibawa pindah oleh sang ibu ketika mereka bercerai. Jim Norton, yang juga mantan olahragawan terkenal, merupakan idola masa remaja Bernie, dan kini sosok tersebut hadir dan bekerja sama dengan dirinya secara langsung. Apalagi ketika tubuh Stephanie Preston ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Korban tampak telah mengalami penyiksaan serta pemerkosaan berulang-ulang. Tidak ada petunjuk dan jejak yang menuntun pada sang pelaku. Kecuali beberapa hari kemudian, masuk laporan hilangnya seorang wanita muda lainnya.

Kisah kedua dalam seri Griffin Powell kali ini, sedikit sekali menyinggung keberadaan sosok Griffin Powell serta rekan-rekannya. Hubungan yang terbentuk antara Jim Norton saat ia menjabat sebagai letnan di Kepolisian Memphis dan pertemuannya dengan sosok Griffin Powell dalam kasus yang melibatkan Quinn Cortez (baca ‘Killing Her Softly’), disertai masa lalu masing-masing sebagai ‘pahlawan olahraga’ ketika masa kuliah, merujuk pada penyelidikan akan kasus yang ternyata terjadi di beberapa kota. Kasus hilangnya wanita-wanita muda dengan ciri-ciri fisik dan penampilan serupa, disusul ditemukan sosok mayat mereka beberapa minggu kemudian, merupakan rangkaian awal penyelidikan akan pembunuh berantai yang memangsa korbannya tanpa ada sedikit pun petunjuk tentang sang pelaku.

Dengan memadukan unsur ketegangan dan permainan konflik disertai pergantian adegan demi adegan, membuat kisah ini sangat menarik dan tak mampu dilepaskan mulai awal hingga akhir. Sosok pelaku yang sangat misterius, yang tersembunyi dan memiliki beberapa ‘peran’ – mengundang rasa penasaran untuk menebak-nebak siapakah tokoh dibalik layar. Latar belakang masing-masing karakter dalam kisah ini, yang ternyata menyimpan ‘rahasia kelam’ di masa lalu, konflik serta konspirasi, semuanya menambah daya tarik yang menunjukan kepiawian sang penulis dalam karya thriller suspense plus tambahan kisah romance yang cukup menghanyutkan sekaligus menyentuh. Satu lagi dari seri Griffin Powell yang kuanggap memiliki nilai lebih dalam pengolahan kisah, konflik, intrik, pengembangan setiap karakter, permainan unsur psikologis yang cukup matang. Dari keseluruhan seri ini, 3 judul berikut : “Close Enough To Kill” ; “The Dying Game” ; “The Murder Game” ; yang mampu menimbulkan kesan mendalam setelah selesai membacanya (untuk ketiga kalinya)  

Tentang Penulis :
Beverly Marie Beaver ( 23 Desember 1946 – 21 April 2011 ) lahir di Alabama, dan menghabiskan hampir sebagian besar waktu serta pendidikan di Tuscumbia, dan Barton, Alabama serta Chattanooga, Tennesse. Beliau merupakan salah satu penulis asal Amerika yang produktif dalam menghasilkan novel-novel romance-suspense. Selain itu beliau juga mengeluarkan novel contemporer-romance dan memprakarsai munculnya seri popular romance melalui The Protector series yang diwakili oleh Harlequin Silhouette. Beliau meninggal secara mendadak akibat serangan jantung pada tanggal 21 April 2011, meninggalkan karya bagi jutaan penggemarnya yang terus bertambah hingga kini.

[ more about the author and related works, check on here : Beverly Barton | Beverly’s Books | on Wikipedia | on FanPage | on Twitter | on Goodreads ]

Best Regards,

* Hobby Buku *

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...