About Me

My photo

Bookaholic | Movies Addic | Love Travelling | Culinary Foodie | Book Blogging | Likes Music & Dance Performance

Translate

Saturday, June 28, 2014

Books "ATLANTIS"

Books “ATLANTIS”
Judul Asli : ATLANTIS
[ book 1 of JACK HOWARD Series ]
Copyright © 2005 David Gibbins
Penerbit Elex Media Komputindo
Alih Bahasa : Yuniasari S.D
Cetakan I : April 2014 ; 420 hlm ; ISBN 978-602-02-3823-4
Rate : 4 of 5
~ Re-Blogged from HobbyBuku’s Classic ~

Apa yang Anda pikirkan saat mendengar kata ‘Atlantis’ ? Sebuah pulau yang menjadi legenda dan dongeng beraneka variasi, tentang kehidupan masyarakat yang menakjubkan, lenyap dan tenggelam di dasar lautan ? Paling tidak itulah yang terbersit dalam benakku, dan mengenal nama David Gibbins melalui karyanya ‘The Mask of Troy’ – yang menjabarkan fakta serta fiksi konspirasi dibalik penemuan dan legenda kepulauan Kreta, maka tanpa berpikir panjang segera saja kuambil dan kulahap halaman demi halaman kisah ini untuk mendapatkan ‘hal-hal baru’ yang bisa dipastikan menakjubkan.



Melalui karakter utama sosok Jack Howard – arkeolog maritim yang bergabung dengan IMU (International Maritime University) serta rekan pendampingnya Costas Kazantzakis, mereka menjelajahi dan mencari artefak-artefak berharga yang terpendam di dasar lautan, demi menambah khazanah pengetahuan baru dalam bidang arkeologi. Kali ini mereka disibukan pada kegiatan mencari bukti dari teori Jack tentang keunggulan maritim dari bangsa Minoa pada Zaman Perunggu (Age of Bronze) di tengah Laut Mediterania. Bangsa Minoa yang diketahui berkembang antara abad 15 SM – 16 SM, memiliki peradaban dan pengetahuan yang luar biasa pada masa Pertengahan Mesir dan Kerajaan Baru.

Legenda tentang labirin Minotaur, pahlawan Theseus serta kekasihnya Ariadne didasarkan atas kebesaran nama penguasa waktu Raja Minoa. Di tengah penggalian, mereka menemukan artefak yang justru memberikan petunjuk akan arah penelitian yang berbeda. Bukti akan keberadaan Atlantis – kerajaan yang termahsyur dan lenyap ditelan ke dasar lautan kala letusan gunung berapi yang dahsyat menimbulkan bencana alam terhadap lingkungan sekelilingnya. Dalam usaha mempersiapkan ekspedisi terbaru, Jack bersama tim-nya menyadari kesulitan maha besar yang bisa jadi menghalangi kelancaran penelitian mereka.

Lokasi dimana artefak tersebut berada, terletak ditengah Laut Mediterania, tepat pada perbatasan wilayah kekuasaan Turki dan Georgia (Rusia), yang ditandai sebagai Zona no-go (wilayah di mana pihak yang berkuasa kehilangan kontrol dan tidak mampu menjalankan aturan hukum) – wilayah yang diperselisihkan sejak Perang Krimea (1853-1856) antara penguasa Ottoman Turki dan Tsar Rusia. Ditambah dengan tenggelamnya kapal selam nuklir Rusia di wilayah tersebut, tepat menjelang keruntuhan Uni Soviet di tahun 1991, dan hal ini menjadikan seluruh wilayah tersebut ‘terlarang’ untuk dieksplorasi tanpa menyinggung salah satu dari kedua belah pihak yang merasa berkepentingan atas semua penemuan di wilayah tersebut.

Dengan memadukan unsur historis dari fakta-fakta sejarah dan hasil penelitian di dunia nyata, penulis mampu memukau diriku untuk menikmati sajian penuh petualangan nan menegangkan ala adegan laga baku tembak dan hujan bom-bom peperangan di atas lautan. Namun yang paling menarik untuk disimak adalah pengungkapan fakta hubungan antara sejarah bangsa Mesir-Romawi-Yunani serta keberadaan Atlantis yang masih menjadi polemik apakah kisah ini merupakan fakta atau mitos belaka ? Satu hal yang kusukai dari karya penulis, bagaimana ia menjalin kisah fiksi melalui rangkaian fakta-fakta yang tak pelak diperoleh melalui hasil penelitiannya selama ini sebagai ahli arkeolog maritim.

Walau penuh dengan detil hal-hal yang berbau teknik yang biasanya cukup membuat pusing atau bosan sepanjang penjelasannya, sekali lagi penulis mampu memaparkan hal-hal tersebut dan menarik minat pembaca awam seperti diriku. Patut diacungi jempol pula bagi sang penerjemah, karena dari sekian banyak ‘catatan-kaki’ yang diselipkan, sangat membantu pemahaman dan memperlancar proses pembacaan. Satu hal yang sangat tidak kusukai adalah rangkuman glossarium di dalam lampiran halaman, justru membuat diriku ‘malas’ untuk harus bolak-balik membuka penjelasannya. Alih-alih penerjemah menempatkan ‘catatan kaki’ tepat pada halaman yang dibutuhkan, dengan istilah yang singkat-padat-jelas (tidak bertele-tele seperti menyalin langsung dari kamus).

Sembari membaca, baru kusadari ternyata kisah ini merupakan awal (buku pertama) dari seri petualangan Jack Howard, sehingga statusnya masih lajang dan baru bertemu dengan wanita yang akan merubah masa depan kehidupannya. Karena sudah terlebih dahulu membaca ‘The Mask of Troy’ (yang ternyata merupakan urutan ke-6 dari serial ini) maka sedikit banyak tokoh-tokoh yang terlibat didalamnya mampu kukenali untuk mempermudah memahami kisah ini. Terlepas dari perdebatan antara fakta atau kumpulan mitos belaka, sungguh menarik untuk membayangkan bahwa bangsa Atlantis merupakan peradaban yang jauh lebih maju dari catatatan sejarah peradaban yang telah diakui.

Salah satu poin penting bukti bahwa bangsa Atlantis memiliki pengetahuan tentang pengolahan logam (yang seharusnya belum ditemukan berabad-abad kemudian) serta pemahaman tentang bercocok tanam serta seni yang terlihat pada peninggalan lukisan serta artefak-artefak. Dan yang membuatku semakin takjub, desain serta pengetahuan arsitektural yang bukan saja diterapkan pada bangunan-bangunan penting tetapi juga pada lanskap tata kota, penggambaran penulis benar-benar membuatku terkagum-kagum kala membayangkan sejauh mana keberadaan wawasan bangsa yang telah lama punah.

Jika Anda membaca kisah ini, jangan bingung kala mendapati penyebutan istilah-istilah atau legenda Mesir-Romawi-Yunani tampak bercampur-baur menjadi satu, karena menurut pemahaman sang penulis melalui kisah ini, bangsa Atlantis merupaka cikal-bakal seluruh bangsa Uni-Eropa, dimana mereka yang (ternyata) berhasil selamat, mengungsi ke berbagai wilayah dan membentuk komunitas baru, yang kelak menjadi bangsa Mesir, Romawi maupun Yunani (bisa dilihat pula pada peta kondisi masa kini dimana letak antara Mesir-Yunani-Turki (Ottoman) hingga Rusia cukup berdekatan dan berhubungan satu sama lain. Juga bagaimana kisah Atlantis yang bermula dari kumpulan karya Plato, berkaitan dengan kisah yang ditulis oleh Solon – pujangga ternama yang berbeda abad. Again, satu lagi rekomendasi bagi para penggemar historical fiction \(^0^)/ ... dan tak sabar menanti buku ke-2 ‘Crusader Gold yang akan mengangkat sejarah Nazi serta harta karun yang terpendam !!!

Tentang Penulis :
David Gibbins telah bekerja di bidang arkeologi bawah laut sepanjang kehidupan profesionalnya. Setelah meraih gelar Ph.D. dari Universitas Cambridge, dia mengajar arkeologi di Inggris dan luar negeri, serta menjadi ahli dunia dalam hal kapal-kapal karam kuno dan kota-kota yang tenggelam. Dia telah memimpin banyak ekspedisi untuk menyelidiki situs-situs bawah laut di lautan Mediterania hingga seluruh dunia. Kini ia masih sibuk membagi waktunya antara menulis, mengajar serta penelitian lapangan di Inggris serta Kanada. ( sumber : elexmediakomputindo)

[ more about this author & related works, just check at here : David Gibbins | David’s Books | on Goodreads | on Wikipedia | at Twitter ]

~ This Post are include in 2014 Reading Challenge ~
84th Book in TBRR Pile

Best Regards,

Hobby Buku

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...