About Me

My photo

Bookaholic | Movies Addic | Love Travelling | Culinary Foodie | Book Blogging | Likes Music & Dance Performance

Translate

Saturday, June 28, 2014

Books "THE MASK OF TROY"

Books “THE MASK OF TROY”
Judul Asli : THE MASK OF TROY
[ book 5 of JACK HOWARD Series ]
Copyright © 2010 David Gibbins
Penerbit : Elex Media Komputindo
Alih Bahasa : Shandy Tan
Editor : Yuniasari S.D.
Cetakan I : April 2013 ; 502 hlm
Rate : 3.5 of 5
~ Re-Blogged from HobbyBuku’s Classic ~

Legenda kisah Troya, kejayaan dan kejatuhannya terkait dengan hikayat Yunani selalu menggugah rasa ingin-tahu para pecinta kisah sejarah. Saat pertama kali menyimak sinopsis kisah ini, dugaan awal bahwa ini merupakan kisah petualangan yang penuh aksi seru berlatar belakang sejarah, ternyata sedikit mengalami kekeliruan. Sang penulis bukan saja membuat sebuah kisah ‘action’ belaka namun juga memberikan sajian interpretasi baru tentag fakta sejarah yang telah menjadi legenda ribuan tahun silam. Dengan memadukan fakta serta sejarah Yunani, Mesir serta Perang Dunia II, kisah ini dijalin menjadi suatu perjalanan hidup manusia yang menakjubkan.



Dibuka dengan peristiwa penemuan Topeng Emas Agememnon yang menunjukkan bukti keberadaan hikayat Troya di wilayah Mycena, Yunani pada tanggal 28 November 1876 oleh Heinrich Schliemann dan istrinya Sophia. Sosok filantropis dan miliuner ternama ini memilih merahasiakan penemuan tersebut dan mengambil langkah-langkah yang bertujuan ‘merubah’ masa depan dunia dan kelangsungan hidup manusia, atas nama perdamaian. Sebuah rencana dan konspirasi yang melibatkan para tokoh dunia terbentuk, tepat menjelang meletusnya Perang Dunia yang meluluh-lantakan harkat kemanusiaan.

Kisah berputar menuju ke masa depan, abad ke-20, dimana ahli arkeolog maritim Jack Howard sedang melakukan penggalian di Pulau Tenedos, wilayah Laut Aegea, dimana ditemukan bangkai kapal yang diduga merupakan milik Agememnon. Didampingi rekannya Costas Kazantzakis serta mantan pembimbingnya, Profesor James Dillen – pensiunan dari University of Cambridge serta koleganya Maurice Hiebermeyer, mereka menemukan bukti-bukti yang berkaitan dengan legenda serta sejarah keberadaan bangsa Troya dan Yunani serta pengaruh Mesir pada kebudayaan serta kemajuan tehnologi Yunani saat berusaha menaklukan Troya.

Di sisi lain, ada pihak-pihak tertentu yang memiliki agenda tersendiri untuk menemukan penyimpanan harta Agememnon. Namun yang mereka cari bukanlah artefak kuno melainkan sesuatu yang tersembunyi semasa Perang Dunia, sesuatu yang berhubungan dengan proyek rahasia untuk memusnahkan umat manusia demi terwujudnya impian Dunia Baru yang dibuat oleh Hitler. Sebuah bunker rahasia dimana senjata biologis dibuat demi memenangkan Perang melawan ras yang lebih lemah. Dan Jack Howard terlibat tanpa sengaja ketika putrinya, Rebecca Howard – gadis berusia 17 tahun yang ceria sekaligus keras kepala, diculik saat menangani proses pengembalian barang-barang curian pasukan Nazi semasa Perang kepada para pemiliknya.

Terlepas dari daya tarik rangkaian fakta sejarah serta legenda, teori yang dikemukakan oleh sang penulis mampu menggelitik rasa penasaran dalam diriku, sejauh mana kebenaran akan terungkap, dan mungkinkah sebuah konspirasi tetap berjalan hingga masa kini, rangkaian usaha para tokoh dibalik layar demi menjaga perdamaian dunia dengan melakukan segala cara ? Latar belakang sang penulis sebagai sosok yang mendalami arkeologi sungguh membantu dalam memberikan gambaran yang bukan saja ‘tampal’ akurat namun juga menarik alih-alih membosankan.

Bayangkan jika kemenangan Achiles justru membuat rasa iri hati pada Agememnon dan berusaha menarik perhatian publik pada dirinya dengan membuat ‘tiruan’ perisai Achiles yang terkenal menjadi bentuk wajah Agememnon... Dan bagaimana peran serta kaum Mesir dalam bidang seni serta penggunaan besi melampaui masa budaya Yunani yang baru mengenal perunggu, memastikan kemenangan terhadap Troya. Bahwa sebenarnya tidak ada kisah pelarian Helen dari Troya, melainkan hanya karya-karya yang nampak indah disadur oleh para pujangga masa lalu : Homer. Bahwa Homer sebenarnya adalah ‘homerian’ yang berarti bukan hanya satu tetapi semua sastrawan serta pujangga pada masa kejatuhan Yunani menjelang bangkitnya Roma, menutup fakta sejarah yang kelam, peperangan yang menghabisi ribuan nyawa, dengan kisah-kisah kepahlawan yang indah dan dikenal sepanjang masa ?

Menggunakan fakta seputar Iliopersis (kehancuran Troya) pada sekitar 1200 SM yang tercantum sekilas dalam Odeyssey, muncul teori konspirasi seputar Iliad yang disebut sebagai ‘kebenaran yang tak terungkap’. Salah satunya keberadaan ‘palladium’ – patung katu berwujud Dewa Pallas yang dipuja oleh bangsa Troya, ditafsirkan sebagai legenda Kuda Troya, dimana ‘palladium’ merupakan simbol kekuatan bangsa Troya yang disembunyikan dari bangsa Yunani. Teori yang mengatakan bahwa bangsa Yunani berhasil merampas ‘palladium’ dan membawanya ke Roma, bertentangan dengan teori bahwa ‘palladium’ yang dibawa bangsa Yunani merupakan replika / benda palsu, sedangkan yang asli disembunyikan.

Jika Anda penyuka kisah sejarah dan legenda, kisah ini menjanjikan petualangan yang unik mulai dari perjalanan bangsa Yunani hingga kejayaan Troya, hingga pengalaman perang dunia yang melibatkan peristiwa ‘holocaust’ yang menghantui sejarah kehidupan manusia, saat satu pihak menganggap nyawa manusia lain sama sekali tak berharga selain disiksa dan diperlakukan lebih rendah daripada hewan. Meski ada kekurangan yaitu terlalu banyak hal yang dimasukan dalam kisah ini, sehingga tidak semua kisah menmperoleh penyelesaian yang cukup memuaskan, overall buku ini tetap mampu memberikan ‘sesuatu’ yang menghibur dan menarik minat pembaca serta penggemar ‘historical-fiction’ seperti diriku (^_^)

Tentang Penulis :
David Gibbins telah bekerja di bidang arkeologi bawah laut sepanjang kehidupan profesionalnya. Setelah meraih gelar Ph.D. dari Universitas Cambridge, dia mengajar arkeologi di Inggris dan luar negeri, serta menjadi ahli dunia dalam hal kapal-kapal karam kuno dan kota-kota yang tenggelam. Dia telah memimpin banyak ekspedisi untuk menyelidiki situs-situs bawah laut di lautan Mediterania hingga seluruh dunia. Kini ia masih sibuk membagi waktunya antara menulis, mengajar serta penelitian lapangan di Inggris serta Kanada. ( sumber : elexmediakomputindo)

[ more about this author & related works, just check at here : David Gibbins | David’s Books | on Goodreads | on Wikipedia | at Twitter ]

~ This Post are include in 2014 Reading Challenge ~
84th Book in TBRR Pile

Best Regards,

Hobby Buku

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...