About Me

My photo

Bookaholic | Movies Addic | Love Travelling | Culinary Foodie | Book Blogging | Likes Music & Dance Performance

Translate

Friday, August 29, 2014

Books "LET THE RIGHT ONE IN"

Books “BIARKAN AKU MASUK (LET THE RIGHT ONE IN)”
Judul Asli : LÅT DEN RÄTTE KOMMA IN
Copyright © 2004 by John Ajvide Lindqvist
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : Tanti Lesmana
Desain & ilustrasi cover : Satya Utama Jadi
Cetakan I : Januari 2011 ; 684 hlm ; ISBN 978-979-22-6572-9
Rate : 4 of 5

Pernahkah dirimu membaca sebuah buku yang menarik sekaligus sangat absurb dan janggal, hingga mengalami pengalaman membaca yang tidak mudah dilupakan begitu saja ? Buku ini merupakan salah satu bacaan yang mampu membuatku penasaran sekaligus nyaris tidak mampu meneruskan hingga akhir halaman, hingga sempat terbengkalai cukup lama setelah berjuang mencoba membaca sampai seperempat buku. Ketika akhirnya kucoba lagi untuk membacanya (terutama karena rekomendasi cukup tinggi dari salah satu kenalan yang sudah menamatkan kisah ini), dan sekali lagi harus berjuang menyelesaikan hingga tuntas, akhirnya bisa kukatakan ini adalah sebuah pengalaman baru yang membuatku kebingungan untuk melanjutkan pada langkah berikutnya : membuat review buku ini ...



Karena itu, sebelumnya mohon maaf jika review kali ini agak berbeda, karena keseluruhan kisah ini juga bukan sesuatu yang bisa dengan mudah ‘dibagikan’ begitu saja. Satu hal yang pasti, bagi Anda yang hendak memulai membaca kisah ini, siapkan kesabaran untuk mengikuti alur yang melompat-lompat dan berjalan cukup lambat. Dan jika tidak mudah mengingat nama atau karakter yang muncul sepanjang kisah ini (karena cukup banyak karakter dengan nama-nama yang tak mudah diingat) sebaiknya buat catatan berupa bagan untuk mempermudah mengenali siapa gerangan tokoh yang muncul. Dan terakhir, siapkan mental dan imajinasi Anda untuk mendapatkan aneka kejutan serta adegan yang janggal di sana-sini, bahkan jika hal tersbut bagaikan sebuah teka-teki yang membingungkan, karena penjelasan akan muncul di bagian akhir kisah ini ... atau setidaknya, sebagian besar diantaranya.

Mengambil seting Norrköping – Blackeberg (Stockholm), sebuah wilayah pemukiman di pinggir kota, tinggallah seorang bocah berusia 12 tahun bernama Oskar Eriksson bersama ibunya. Kehidupan sehari-hari Oskar tampak normal sebagaimana anak seusianya, namun diam-diam ia menderita akibat perceraian kedua orang tuanya dan pergaulan sosial yang menjadikan dirinya sebagai ‘korban-bullying’ teman-teman sekolahnya. Dipimpin oleh Jonny Forsberg, serta Micke dan Tomas – biang onar di sekolah Oskar, yang selalu menjadikan dirinya sasaran untuk diganggu, dipukuli dan dihina. Oskar bahkan menderita inkontenensia – mengompol setiap saat ia ketakutan atau stress, dan hal ini disembunyikan dari siapa pun termasuk ibunya. Oskar terus menderita hingga suatu hari ia bertemu gadis cilik yang tinggal di salah satu apartemen gedung dimana ia tinggal.

Gadis yang nampaknya seusia dengan Oskar itu memiliki penampilan dan sikap yang cukup aneh. Ia menyebut dirinya sebagai Eli, tinggal bersama seorang pria setengah baya yang diduga sebagai ayahnya. Eli bertubuh kurus seringkali tampak pucat, berpenampilan kumal dan berbau tidak sedap. Oskar mengira gadis itu hidup kesepian tanpa perhatian khusus dari ayahnya. Dugaan Oskar ternyata meleset jauh, meski ia baru mengetahui kebenaran yang mengerikan tentang Eli setelah ia terlibat lebih jauh dengan kehidupan yang dijalani oleh Eli. Antara berusaha mengikuti pelajaran di sekolah dan menghindari aneka gangguan dari Jonny dan gerombolannya, Oskar mendapati kebersamaan bersama Eli sangat menyenangkan, walau kegiatan yang mereka lakukan tidak seperti dua bocah normal berusia 12 tahun. Kemudian serangkaian peristiwa mengerikan terjadi di kota tersebut, peristiwa yang melibatkan Eli serta rahasianya.

Ketika ditemukan sosok mayat remaja yang dalam kondisi digantung terbalik dan darahnya terkuras habis, penduduk gempar dan pihak berwajib berusaha memecahkan kasus tersebut. Belum sempat ditemukan siapa gerangan pelakunya, muncul laporan orang-orang hilang tanpa jejak, dan kemudian ditemukan mayatnya, dalam kondisi tak memiliki darah setetes pun dalam tubuh mereka. Tiada satu pun saksi mata yang muncul untuk memberikan gambaran jelas pelaku kejahatan ini. Kecuali sekelompok manusia yang hidup menyendiri, pemabuk, pengangguran, dan memiliki gangguan jiwa, yang tanpa sengaja menyaksikan peristiwa aneh sekaligus menakutkan, saat sosok bocah kecil meloncat dan menerkam manusia, kemudian lenyap tanpa jejak. Keragu-raguan akan kebenaran hal tersebut belum sempat dibuktikan, ketika muncul peristiwa percobaan penculikan dan pembunuhan seorang bocah yang berhasil digagalkan.

Sang pelaku yang ternyata pria setengah baya, tidak sempat dikenali karena telah menyiram wajahnya dan tubuhnya sendiri dengan air keras. Dalam kondisi sekarat dan mengerikan, secara ajaib pria ini berhasil diselamatkan dan menjalani operasi pemulihan secara darurat. Pihak berwajib berusaha mencari tahu siapa gerangan pria tersebut dan apa alasan dibalik penculikan dan pembunuhan yang ia lakukan. Di sisi lain, Oskar yang mulai menaruh kecurigaan akan kondisi Eli, berusaha mendesak gadis itu untuk menceritakan hal sebenarnya : bahwa ia adalah vampir. Benarkah gadis cilik bernama Eli ini adalah vampir – makhluk penghisap darah ? Apa hubungan antara Eli dan pria setengah baya yang menjadi pengikutnya ? Dan bagaimana Oskar membongkar selubung misteri sedangkan kehidupan pribadinya cukup kacau balau ?

Pembaca akan dibaca menelusuri perjalanan waktu berabad-abad lampau, ketika sekelompok manusia mengerikan menciptakan makhluk-makhluk abadi, dengan mengorbankan dan menyiksa anak-anak, hingga mereka terlahir kembali menjadi makhluk aneh yang tak memiliki kepribadian atau jati diri selayaknya manusia normal. Ini adalah sebuah kisah horror psikologis yang dipadu dengan unsur fantasi yang unik. Bermain-main dengan mitos vampir hingga mayat hidup, penulis memadukan unsur kehidupan modern dengan suasana kehidupan kawasan Eropa Timur yang sangat kental. Dengan menggunakan anak-anak sebagai tokoh utama, pembaca digiring pada situasi di mana mereka yang seharusnya sangat polos dan lugu, ternyata bisa memiliki sifat dan kejahatan yang cukup mengerikan untuk ukuran manusia dewasa. Hingga menjelang akhir, kisah ini masih meninggalkan berbagai tanda tanya tak terjawab, kecuali kesan kelam nan mencekam ... and dreadfully spooky too !!
Let the right one in Let the old dreams die Let the wrong ones go They cannot do What you want them to do [ ~ “LET THE RIGHT ONE SLIP IN” __ Morrissey ]
[ more about the author & related works, just check at here : John Ajvide Lindqvist | on Goodreads | Movie Adaptation (2008) | Official Movie Site ]

~ Trailer Movie Adaptation ( 2008) "Let Me In" ~


~ This Post are include in 2014 Reading Challenge ~
74th Book in Finding New Author Challenge
187th Book in TBRR Pile

Best Regards,

Hobby Buku

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...