About Me

My photo

Bookaholic | Movies Addic | Love Travelling | Culinary Foodie | Book Blogging | Likes Music & Dance Performance

Translate

Tuesday, September 30, 2014

Books "A GOOD & HAPPY CHILD"

Books “RAHASIA BOCAH DARI MASA LALU”
Judul Asli : A GOOD & HAPPY CHILD
Copyright © 2007 by Justin Evans
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : Gita Yuliani K.
Editor : C. Donna Widjajanto
Desain & ilustrasi sampul : Eduard Iwan Mangopang
Cetakan I : Juli 2012 ; 432 hlm ; ISBN 978-979-22-8670-0
Rate : 4 of 5
“Just imagine when The Exorcist meet The Conjuring ... like this story about boy and man named George – and another George”
Kisah dibuka dengan kedatangan seorang pria bernama George Davis untuk melakukan konsultasi kepada seorang psikiater bernama Dr. H. Surman. Permasalahan yang dihadapi oleh George adalah ia tak sanggup untuk menyentuh apalagi menggendong bayinya semenjak ia lahir. Awalnya ia hanya menyangka ini sekedar stress ringan yang akan menghilang dengan sendirinya. Namun setelah dua bulan berlalu tanpa ada perubahan, bahkan istrinya akhirnya tak tahan dan mengancam akan meninggalkan dirinya jika George tidak segera mencari ‘bantuan’ untuk masalah yang tampaknya tak mampu ia selesaikan seorang diri. Untuk membantu proses pemulihan dan mencari tahu penyebab ‘penyakit’ yang diderita George, sang psikiater memberikan buku kosong agar George bisa menuliskan kisah masa kecilnya hingga beranjak dewasa. Maka dimulailah jurnal catatan perjalanan kehidupan sosok manusia bernama George Davies ...



Dimulai dari kenangan masa kecilnya sebagai putra tunggal pasangan suami-istri yang cukup eksentrik sehingga George tumbuh menjadi bocah yang ‘berbeda’ dengan anak-anak seusianya. Perbedaan bahwa George mengetahui hal-hal tentang sejarah Inggris kuno, bahasa Latin dan Yunani bahkan perdebatan tentang Anti-Reformasi antara kedua orang tuanya, alih-alih pengetahuan umum dan populer, menjadikan George sasaran ‘bullying’ anak-anak lain di sekolahnya. Dibesarkan oleh dua orang profesor yang bukan saja cerdas namun juga ilmuwan yang agresif, benar-benar tidak mempermudah kehidupan George. Meski demikian ia akan lebih menikmati suasana bersama kedua orang tuanya, seandainya saja ia tahu bahwa ayahnya akan meninggal dunia secara tiba-tiba. Kematian ayahnya yang merupakan lubang misteri bagi diri George, menuntun pada kebencian tak beralasan pada pria bernama Tom Harris.

Tom Harris bisa dikatakan ‘teman’ keluarga mereka. Ia kerap diundang untuk makan malam bersama ketika ayah George masih hidup. Kini setelah ayahnya tiada, Tom masih sering berkunjung dengan alasan berbagi kesedihan sepeninggalan sahabat karib sekaligus kepala keluarga Davies. Namun George mencurigai ada motif lain dibalik kunjungan Tom ke rumah mereka. Kecurigaan George berubah menjadi suatu kenyataan tatkala muncul sosok bocah tak dikenal yang kerap mengusik dirinya. Bocah yang tampak lusuh, kotor dan misterius ini berbicara ke dalam benak George, menuangkan hal-hal baru yang mendorong perubahan perilaku pada diri George. Anehnya, hanya George yang bisa ‘melihat’ kehadiran bocah ini. Ketika bocah misterius ini membawa George untuk bertemu dengan ayahnya, ia mendapat dorongan untuk membalas kematian ayahnya yang dibunuh oleh Tom Harris ...

George memperoleh kesempatan untuk membalas dendam pada usia 11 tahun ketika ia memotong kabel rem mobil Tom hingga ia mengalami kecelakaan. Situasi ini mendorong sang ibu untuk terpaksa memasukan George ke Institusi Unit Psikiatri di Charlottesville. Hasil pemeriksaan para ahli tidak memuaskan dan mereka berniat menahan George dalam kurun waktu yang tidak terbatas untuk mencaritahu penyebab penyakit George. Namun sang ibu tak tahan melihat kondisi anaknya, dan ia membawa George keluar untuk dirawat sendiri. Anehnya Tom Harris yang menjadi korban perbuatan George, justru tidak mempercayai bahwa bocah berusia 11 tahun mampu melakukan perbuatan memotong kabel rem seorang diri. Tom Harris percaya bahwa ada ‘sesuatu’ atau ‘seseorang’ yang berada di belakang semua perbuatan dan sikap George yang aneh itu.

Permasalahannya, George tak mampu mengingat secara pasti apa yang terjadi pada rangkaian peristiwa aneh yang ia alami. Kecuali pada saat itu bocah misterius yang hanya bisa dilihat oleh George, berada di sana ... Cerita ini aneh sekaligus unik, dikisahkan melalui penuturan George Davies dari dua sudut pandang yang berbeda, perjalanan hidupnya di masa kini, dengan kilas balik masa lalunya yang tertuang melalui jurnal yang mulai ditulis sebagai bagian dari terapinya. Problematika yang bercokol pada diri George ternyata sudah terjadi semenjak ia kanak-kanak, dipicu oleh kematian ayahnya yang ia duga dibunuh. Munculnya sosok misterius berwujud bocah laki-laki yang tidak kasat mata, karena hanya George seorang yang bisa ‘melihat’ atau ‘merasakan’ kehadirannya, menambah pelik situasi hingga George didiagnosa menderita kelainan jiwa.

Pihak orang-orang dewasa, termasuk ibunya mengira George memang mengalami depresi, sebagian ahli jiwa juga mengatakan George mengidap penyakit kejiwaan yang diturunkan oleh ayahnya. Namun ada pihak-pihak yang meyakini bahwa ada ‘makhluk’ lain yang menyebabkan George berubah. Kisah ini menuntun pembaca untuk mengikuti kejelasan dari konflik pencarian penyebab penyakit yang diderita George. Apakah benar hanya sekedar penyakit psikis atau kejiwaan, atau memang ada ‘iblis’ yang bermukim di dalam tubuh George. Bukti-bukti dan fakta yang muncul, tak mampu memberikan penjelasan secara akurat apa sebenarnya yang terjadi, ditambah suasana yang semakin menegangkan, penulis membuat pembaca bertanya-tanya sepanjang perjalanan hidup George. Dan apakah semua jawaban atas misteri ini akan terungkap pada akhir kisah .... mmm, simak sendiri jawabannya (^_^)  

[ more about this author & related works, just check at here : Justin Evans | on Goodreads ]

~ This Post are include in 2014 Reading Challenge ~
83th Book in Finding New Author Challenge
207th Book in TBRR Pile

Best Regards,

Hobby Buku

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...