About Me

My photo

Bookaholic | Movies Addic | Love Travelling | Culinary Foodie | Book Blogging | Likes Music & Dance Performance

Translate

Saturday, November 15, 2014

Books "SIZE 14 IS NOT FAT EITHER"

Books “UKURAN 14 PUN TIDAK GEMUK”
Judul Asli : SIZE 14 IS NOT FAT EITHER
[ book 2 of HEATHER WELLS MYSTERY Series ]
Copyright © 2006 by Meg Cabot, LLC
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : Barokah Ruziati
Editor : Widi Lugina
Desain & Ilustrasi sampul : Bena NDR
Cetakan I : April 2011 ; 400 hlm ; ISBN 978-979-22-6944-4
Rate : 4 of 5

Hi it’s me again Heather Wells, remember me ? Akhirnya kehidupan (normal) kembali berjalan dan tentu saja tidak ada waktu untuk berleha-leha jika dirimu menjabat sebagai asisten direktur gedung tinggal Fischer Hall yang merupakan bagian dari New York College – salah satu universitas yang dicari oleh calon mahasiswa baru. Dan pagi ini diriku bangun dengan semangat tinggi, meski sebagian besar penduduk New York bersiap-siap menyambut kedatangan badai salju, meski Reggie – si penjual narkoba membawa kabar tentang pernikahan yang akan berlangsung antara Jordan Cartwright dan Tania Trace (mantan tunangan dan mantan temanku), meski diriku disambut oleh antrian siswa yang tak pernah bosan untuk memohon, merengek, merayu agar bisa mendapat teman sekamar yang dimaui, tidak ada yang bisa menghapus kebahagiaan diriku dalam memulai hari baru ... kecuali satu hal.



Setelah insiden dengan direktur gedung tinggal yang nyaris merenggut nyawaku, kini dengan kehadiran direktur baru Tom Snelling yang sangat kusukai sebagai bos baru (terutama karena ia cenderung santai dan membiarkan diriku melakukan apa pun selama tidak mengganggu kelancaran tugas sehari-hari), bahkan kehadiran Sarah – asisten mahasiswa pascasarjana, yang selalu cemberut dan tak bosan-bosannya melontarkan kritikan (dan masukan) kepada siapa pun yang (bersedia) mendengarkannya, semuanya merupakan pertanda rutinitas yang menyenangkan. Nah bisakah kau tebak kejadian yang lebih parah dibandingkan pembunuhan gadis-gadis penghuni gedung yang dilempar ke dasar lift (baca : Size12 Is No Fat) – yep, coba bayangkan saat dirimu membuka panci yang mendidih di kantin dapur menduga ada hidangan panas yang lezat di dalamnya, alih-alih ada sebuah kepala manusia terpenggal yang direbus di dalamnya ...

Korban yang mengenaskan ini sangat kukenal, ia adalah Lindsay Combs – gadis yang sangat populer dan disenangi semua orang, ketua pemandu sorak New York College dan diketahui menjadi kekasih pemain penyerang anggota basket Pansies. Siapa yang begitu keji membunuh dan memenggal kepala Lindsay – gadis manis yang dikenali oleh siapa saja. Kasus ini mempertemukan kembali diriku dengan Detektif Canavan yang dengan tegas mengingatkan agar diriku tidak ikut campur dalam masalah ini. Anehnya Cooper ikut-ikutan memberikan peringatan, agar diriku tidak melibatkan diri dalam perburuan mencari pelaku yang demikian keji dan seenaknya memperlakukan Lindsay seperti itu. Dan terus terang tekadku untuk melakukan penyelidikan mulai menghilang, apalagi dengan munculnya ayahku yang ternyata sudah bebas dari tahanan dan ingin ‘menghabiskan’ waktu denganku ... duh waktu dan pikiranku sudah cukup sibuk.

Serius nih, diriku tidak akan ikut campur dalam meneliti atau menyelidiki kasus ini ... seandainya saja Tom Snelling – bosku yang sangat kusukai itu, memikirkan hendak pindah pekerjaan karena kahwatir dengan adanya pembunuhan mengerikan ini, duh susah tahu untuk dapatkan bos yang benar-benar cocok. Plus permohonan Magda yang menuntut keadilan atas nyawa Lindsay, yang meminta agar aku, Heather Wells mencari tahu dan membekuk sang pelaku (well, like Sarah said, I’m seriously having Superman Complex Sindrome). Maka di sinilah akhirnya, diriku bersama dengan Cooper (yang bertekad  untuk melakukan ‘waskat’ terhadap diriku) mulai menelusuri lingkup pergaulan Lindsay. Dan ternyata, ada halangan yang cukup besar, karena salah satu tersangka yang sangat dicurigai ternyata memiliki kekuasaan atas hukum berkat kekayaan dan pengaruh keluarganya. Sanggupkah diriku memecahkan kasus ini ?  

Heather kembali ‘tersangkut’ dalam misteri pembunuhan, meski banyak pihak (terutama Detektif Canavan dan Cooper) sudah memberikan ‘warning’ agar ia tidak ikut campur dalam segala jenis penyelidikan yang berbuntut membawa bahaya besar pada jiwanya. Tapi dasar si Heather memang suka curious, dengan alasan tidak tega melihat ketidak adilan yang terjadi di sekelilingnya. Apalagi kasus kali ini melibatkan korban maupun tersangka para mahasiswi dan mahasiswa di NYC. Mmm ... mentang-mentang berhadapan dengan kaum muda yang acapkali gegabah, si Heather jadi kurang waspada dan akhirnya kena batunya (beneran) yang membuatnya sekali lagi nyaris di ujung tanduk. Dan kelakuan si Heather beserta kroni-kroninya, benar-benar mengundang gelak tawa, bahkan dalam adegan yang seharusnya cukup menegangkan. Kembali buku ke-2 mampu memikat hatinya, plus membuatku penasaran gimana kelanjutannya ....

Tentang Penulis :
Meg Cabot ( nama aslinya Meggin Patricia Cabot ), lahir di Bloomington, Indiana, Amerika Serikat pada tanggal 1 Februari 1967. Ia merupakan penulis Amerika yang sangat produktif dalam menulis dan telah menghasilkan lebih dari 50 judul buku. Karyanya yang terkenal diantaranya seri The Princess Diaries, yang telah diangkat ke layar lebar oleh Walt Disneys Pictures dengan judul yang sama. Kemudian seri Mediator  tentang remaja yang memiliki kemampuan supranatural, serial detektif lewat Heather Wells Mystery, serangkaian chicklit, historical romance dan tentu saja seri Underworld yang merupakan adaptasi dari kisah Mitologi Yunani yaitu Persephone yang diculik oleh Hades – dewa penjaga gerbang kematian, dan dipaksa menemaninya tinggal di Underworld. Meg Cabot telah memperoleh banyak penghargaan atas karya-karyanya, hingga kini buku-bukunya terjual lebih dari 15 juta kopi, dan ia masih tetap giat menulis sampai kapan pun ...

 more about the author & related works, just check at here : Meg Cabot | on Goodreads | on Wikipedia | on IMDb  ]


~ This Post are include in 2014 Reading Challenge ~
251th Book in TBRR Pile

Best Regards,

Hobby Buku

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...