Translate

Saturday, January 31, 2015

Books "KILLJOY"

Books “TEROR & CINTA DI PEGUNUNGAN”
Judul Asli : KILLJOY
[ book 3 of BUCHANAN-RENARD Series ]
Copyright © 2002 by Julie Garwood
Penerbit Dastan Books
Alih Bahasa : Sylfentri
Editor : Jantjê
Desain sampul : dayu_maulizart@yahoo.com | © photographer : Magicinfoto Antclausen
Cetakan I : April 2012 ; 524 hlm ; ISBN 978-602-9267-83-9
Rate : 3.5 of 5

Avery Elizabeth Delaney tidak pernah mengenal ibunya, apa lagi ayahnya. Semenjak lahir hingga beranjak dewasa ia dibesarkan oleh neneknya Lola dan bibinya Carrie.  Kenangan masa kecil Avery tentang sang ibu, Jilly merupakan sesuatu yang berusaha ia lupakan. Jilly melahirkan bayinya saat baru berusia 18 tahun, namun semenjak awal ia tak berniat membesarkan bayi yang tak diketahui siapa gerangan ayahnya. Jilly yang cantik dan menarik namun selalu saja menjadi penyebab aneka masalah dalam keluarganya, bertolak belakang dengan Carrie yang selalu menjadi teladan baik. Meski perilaku Jilly bisa dikatakan ‘emyimpang’ Lola selalu membela dan menutup mata atas kesalahan demi kesalahan yang ia lakukan. Hingga hal itu menyangkut nasib Avery, dimana Lola akhirnya tewas saat berusaha melindungi si kecil Avery dari sergapan Jilly yang tiba-tiba muncul dan hendak membawa pergi putri yang tak pernah dikenal semenjak kelahirannya.



Kematian neneknya yang disaksikan dengan mata kepala gadis cilik ini, bukan saja membuatnya trauma, tetapi juga merupakan awal dari cita-cita Avery sebagai penegak hukum. Kini ia merupakan salah satu anggota analisis FBI yang bekerja di belakang layar bersama tim-nya, membantu aneka permasalahan yang rumit demi menangkap para pelaku kejahatan. Tugas Avery yang biasa berada di belakang meja, berubah ketika terjadi pergantian pimpinan dan usulan serta ide Avery ternyata mampu menrik perhatian sang pimpinan, terlebih berkat Avery, aksi serangkaian perampokan aneh yang melanda sebagian besar tempat strategis di kota-kota besar bisa dideteksi dan diketahui siapa gerangan sosok di belakang layar. Namun belum sebelum misi khusus dijalankan hingga tuntas, Avery memperoleh kabar yang menggelisahkan, tentang Carolyn ‘Carrie’ –bibinya tersayang yang merupakan pengganti kedua orang tuanya, hilang tanpa jejak ...

Penyelidikan yang dilakukan oleh Averey membuatnya bertemu dengan pria aneh nan misterius bernama John Paul Renard, yang kebetulan dalam perjalanan melacak jejak sosok bernama Monk – seorang pembunuh bayaran berdarah dingin, yang nyaris berhasil membunuh adik kandung John Paul (baca kisah sebelumnya : Mercy). Hilangnya Carrie ternyata juga membawa terkuaknya rangkaian wanita-wanita yang dinyatakan hilang tanpa jejak selama sekian tahun di berbagai wilayah negara bagian. Pelaku tampaknya memliki tujuan tertentu serta ritual yang menjadi pedoman Avery dan John Paul untuk melacak di mana gerangan Carrie berada, serta korban-korban lainnya yang belum ditemukan. Perasaan aneh sekaligus janggal yang muncul antara Avery dan John Paul, memaksa mereka untuk segera beradaptasi karena mereka berlomba dengan Sang Waktu – sebelum Carrie menjadi korban terbaru psikopat berdarah dingin ...

Kali ini ‘benang merah’ yang muncul dalam serial Buchanan-Renard adalah karakter John Paul Renard yang serba misterius. Ia mengejar sosok pembunuh bayaran yang dikenal sebagai Monk setelah kasus yang melibatkan keluarganya, terutama adik kandungnya, Michelle yang menjadi salah satu sasaran Monk. Di sisi lain, sosok Avery yang seharusnya mampu tampil menarik, entah mengapa hingga menjelang akhir kisah terasa semakin ‘lemah’ dan tidak mampu membangkitkan emosi tersendiri dalam usahanya menemukan dan menyelamatkan orang yang dikasihinya. Latar belakang Avery yang mengerikan, diiringi dengan trauma yang mampu membuat emosi bergejolak, berlangsung secara datar tanpa greget hingga nyaris diriku tak menyadari kisahnya hampir berakhir.

Sayang sekali, terutama karena penulis memiliki ciri khusus dengan ‘membeberkan’ tokoh antagonis maupun protagonis semenjak awal kisah, tiada kesan misterius atau hal-hal yang mampu menggugah rasa penasaran sepanjang kisahnya. Padahal ide serta keberadaan masing-masing karakter, memiliki potensi menjadi sebuah kisah suspense yang menakjubkan, paling tidak itulah bayangan yang muncul di benakku semenjak membuka halaman-halaman awal kisah ini. Penggambaran pergulatan emosional yang dialami baik oleh John Paul maupun Avery, terasa kurang meyakinkan, alih-alih sekedar adegan yang digambarkan sebagai ‘adegan romansa’ yang berjalan biasa-biasa saja ... menurut pendapatku. Well, daripda berpanjang lebar menyesali kekurangan kisah ini, let’s move-on pada kisah selanjutnya dari Buchanan-Renard, ok (^_^)

[ more about the author & related works, just check at here : Julie Garwood | on Goodreads | on Wikipedia ]

Best Regards,

Hobby Buku

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...