About Me

My photo

Bookaholic | Movies Addic | Love Travelling | Culinary Foodie | Book Blogging | Likes Music & Dance Performance

Translate

Tuesday, April 21, 2015

Books "DEADLINE"

Books “TENGGAT WAKTU”
Judul Asli : DEADLINE
Copyright © 2013 by Sandra Brown Management, Ltd.
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : Dharmawati
Desain Sampul : Marcel A.W.
Cetakan I : Maret 2015 ; 536 hlm ; ISBN 978-602-03-1480-8
Harga Normal : Rp. 98.000,-
Rate : 3 of 5

Saat pertama kali membaca ‘blurp’ kisah ini, tentang seorang jurnalis yang berusaha mengatasi krisis emosional setelah menjalani kehidupan bersama para prajurit di Afghanistan, ditambah dengan judul ‘tenggat waktu’ – mau tidak mau diriku berpikir ini akan menjadi kisah suspense yang menggelitik seputar dunia jurnalisme. Dan ternyata dugaanku sedikit ‘meleset’ karena kisah ini lebih condong ke sebuah sajian misteri dengan bumbu suspense tentang perburuan manusia psikopat selama puluhan tahun. Dibuka dengan adegan ‘perang’ antara pihak berwajib, mulai dari jajaran kepolisian setempat, marshall, hingga agen FBI yang berusaha menangkap gerombolan teroris lokal yang dikenal sebagai Rangers of Righteousness (Pejuang Pembela Kebenaran) – kelompok fanatik agama yang justru menebar teror dan sama sekali tak memiliki nurani termasuk melenyapkan siapa pun yang menghalangi rencana mereka . Dipimpin oleh Carl Winger – keberadaan markas rahasia mereka di Golden Branch, Oregon, berhasil diketahui dan dikepung. Namun peristiwa yang terjadi pada tahun 1976 itu membekas di ingatan masyarakat, terutama mereka yang terlibat. Aksi yang memakan korban jiwa cukup banyak, justru tidak berhasil menangkap Carl Winger yang berhasil melarikan diri bersama kekasihnya, Flora Stimel. Setelah itu, jejak keduanya lenyap tanpa pernah diketahui keberadaannya.


Hampir 40 tahun kemudian, jurnalis Dawson Scott sedang berusaha menghindari tugas yang diberikan oleh pimpinan redaksi baru NewsFront, Harriet Plummer, yang sama sekali tidak disukai oleh sebagian besar jurnalis, termasuk Dawson. Kelelahan secara fisik dan emosional setelah pulang dari menulis kisah prajurit-prajurit dalam perang di Afghanistan, nyaris membuat Dawson menolak kegiatan apa pun, hingga panggilan khusus dari kerabat, membuatnya harus berburu berita baru. Agen FBI Gary Headly akan segera menjalani masa pensiunnya dalam beberapa minggu, tanpa mampu menikmati ‘liburan’ panjang yang akan menjadi kegiatan sehari-hari. Sebuah kisikan membuatnya kembali bersemangat dan meminta bantuan khusus anak baptisnya, Dawson, untuk menindak-lanjuti sebuah perkara di Savannah, Georgia. Pria bernama Willard Strong sedang menjalani persidangan sebagai tertuduh utama pelaku pembunuhan istrinya Darlene Strong dan Jeremy Wesson, pria selingkuhannya. Namun bukan tersangka yang menjadi penyebab Dawson harus melarikan diri dari tugas di Idaho dan mendekam di ruang peradilan Savannah, melainkan sosok korban, Kapten Marinir Jeremy Wesson, veteran perang dengan prestasi terpuji, karena hasil pemeriksaan DNA-nya membuatnya terkait dengan buronan FBI yang selama bertahun-tahun menghantui benak Gary Headly, pasangan Carl Winger dan Flora Stimel, dan ini berarti Jeremy adalh putra mereka ...

Dawson tidak berniat melakukan permintaan Headly, hingga ia menyinggung bahwa tidak pernah ditemukan mayat Jeremy dalam kasus tersebut, hanya Darlene Strong. Keenggan Dawson untuk memperpanjang masa penyelidikannya, berubah total semenjak ia melihat sosok Amelia Nolan – mantan istri Jeremy Nolan, yang menyimpan serangkaian rahasia tentang kehidupan pribadi dan perubahan pada diri Jeremy yang menyebabkan pernikahan mereka hancur. Ketika Dawson melakukan pengamatan diam-diam terhadap Amelia dan kedua putranya, ia sama sekali tidak menyangaka akan terlibat lebih dalam dengan keluarga tersebut. Terutama saat ia menyadari ada ‘seseorang’ yang diam-diam menguntit Amelia, disusul dengan kematian pengasuh anak yang ditemukan tewas saat sedang ia mengenakan jas hujan dan mobil Amelia untuk berbelanja. Dawson ingin melindungi Amelia dan keluarganya, namun bagaimana ia bisa melakukannya tanpa mengungkap latar belakang Jeremy yang menjadi tujuan utama penyelidikannya ?  Siapa gerangan yang ‘mengusik’ dan menjadikan Amelia beserta keluarganya sebagai target ?  Bagaimana dengan kelanjutan penyelidikan Dawson untuk membantu Gary Headly yang menjadikan Carl Winger sebagai obsesi pribadi dalam kehidupannya yang harus dituntaskan sebelum masa pensiunnya secara resmi dikeluarkan ....

Pembukaan awal kisah ini cukup menggelitik dengan mengangkat kisah bentrokan antara kelompok fanatik yang termasuk kategori teroris, dengan pihak hukum. Amerika pada era tahun 70-an terkenal akan pergolakan dalam lingkup masyarakat, sementara propaganda perang di luar negeri, turut menyertai munculnya konflik-konflik silih berganti hingga meningkat menjadi tindakan kekerasan dan kriminalitas. Peran serta karakter Dawson Scott sebagai jurnalis, terus terang salah satu alasan yang membuatku tertarik untuk menelaah kisah ini lebih dalam, semabri membayangkan adegan penyelidikan ala reporter demi mengungkap konflik serta intrik-intrik yang dsembunyikan oleh pemerintah. Seiring dengan proses melahap bacaan setebal 500 halaman ini, ternyata diriku harus ‘menurunkan’ ekspektasi akan adanya kisah thriller suspense dengan bumbu skandal dan konflik, karena ternyata penulis lebih condong menyajikan kisah drama melibatkan sedikit suspense dari sudut pandang psikologis, dan tentu saja adegan romansa yang diharapkan mampu memberikan daya tarik tersendiri. Sayangnya, antara tema kasus pasca traumatis orang-orang yang pulang dari medan perang hingga penjabaran karakter psikopat dan egomania yang menebar teror selama puluhan tahun, semuanya berlangsung ‘cukup datar’ tanpa mampu menimbulkan gejolak atau kesan emosional yang lebih dalam.

Bahkan penggambaran hubungan antara Dawson dan Amelia juga berjalan tanpa daya tarik tersendiri, dimana pada beberapa bagian, terasa ada ‘sesuatu’ yang hilang, membuatku kebingungan pada beberapa adegan dan kehilangan antusias untuk menyelesaikan bacaan ini.  Dengan adanya alur yang berjalan cukup cepat, walau pada beberapa bagian menggunakan ‘kilas-balik’ untuk memberikan gambaran apa yang sebenarnya terjadi sepanjang 40 tahun penuh misteri, situasi dan konflik yang cukup menegangkan, karakter-karakter dengan sifat kompleks dan mengundang tanda tanya besar – untuk mengetahui apa sebenarnya yang terjadi di masa lalu masing-masing, dan tentu saja tema tentang korban pasca perang serta dampak kerusakan secara psikologis pada mereka ... semuanya merupakan unsur-unsur pendukung akan terbentuknya kisah yang menarik, luar biasa dan penuh intensitas. Dan pengalaman yang kurasakan dari awal hingga akhir hanyalah ... “blaaaah” – nothing plus added into the story, semuanya berjalan cukup datar. Mengenal Sandra Brown sebagai penulis suspense romance yang cukup piawai, ini adalah salah satu karyanya yang cukup mengecewakan (terlebih mengingat kisah ini cukup ‘tebal’ – lebih dari 500 halaman). Ada rumor yang mengatakan bahwa semakin ‘senior’ sosok penulis, karya-karya terbarunya bisa dikatakan kurang berbobot dibandingkan karya-karya  sebelumnya. Apakah hal ini benar terjadi pada sebagian besar penulis, entahlah, yang jelas khusus untuk ‘deadline’ telah mengalami periode ‘deadlock’ bagi diriku sebagai pembaca dan penggemar karya Sandra Brown (-__-)

Tentang Penulis :
Sandra Lyn Brown, lahir pada tanggal 12 Maret 1948 di Waco, Texas, adalah salah satu penulis laris asal Amerika yang dikenal bergelut dalam genre romance novel serta thriller suspense. Beliau juga sangat produktif dalam menghasilkan karya tulis dengan nama pena Rachel Ryan, Laura Jordan dan Erin St. Claire. Karirnya dalam bidang penulisan novel dimulai pada tahun 1981 ketika ia ‘ditantang’ oleh sang suami untuk mewujudkan impiannya. Semenjak itu, beliau telah menghasilkan lebih dari 70 buah novels dan sekitar 50 bukunya menempati posisi teratas versi New York Times Bestseller. Pada tahun 2008, ia memperoleh penghargaan gelar Doctor Kehormatan di bidang penulisan dari almamaternya Texas Christian University (TCU)

[ more about this author & related works, just check at here : Sandra Brown | on Goodreads | on Wikipedia ]

Best Regards,

@HobbyBuku 

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...