About Me

My photo

Bookaholic | Movies Addic | Love Travelling | Culinary Foodie | Book Blogging | Likes Music & Dance Performance

Translate

Thursday, July 9, 2015

Books "THE ALIBI"

Books “SANG ALIBI”
Judul Asli : THE ALIBI
Copyright © 1999 by Sandra Brown Management, Ltd.
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : Kathleen S.W.
Cetakan III : Oktober 2005 ; 656 hlm ; ISBN 978-979-686-304-4
Harga Normal : Rp. 70.000,-
Rate : 3.5 of 5

Masyarakat Charleston dikejutkan dengan peristiwa mengerikan di Charles Towne Plaza yang terkenal dan eksklusif, ketika sang pemilik – Lute Pettijohn ditemukan tewas ditembak di salah satu kamar elite hotel tersebut. Detektif Rory Smilow dari divisi pembunuhan bekerja sama dengan Asisten Jaksa Steffi Mundell yang ambisius, bertekad membongkar dan menemukan snag pembunuh secepat mungkin mengingat kasus ini termasuk ‘panas’ dan menjadi sorotan dari berbagai kalangan. Mencari daftar tersangka ternyata cukup sulit karena korban dikenal akibat sepak terjangnya yang membuat hampir sebagian besar orang yang menjadi musuhnya. Namun tersangka no.1 cukup dekat hubungannya dan mudah ditemui : Davee Pettijohn – istri korban yang cantik, menarik dan sangat membenci suaminya.


Langkah Steffi Mundell untuk menangani kasus yang bakal menjadi batu loncatan karirnya jika ia berhasil menangkap sang pelaku, terhambat justru akibat ‘permintaan’ Davee Pettijohn, yang memiliki pengaruh dan kekuasaan untuk menekan pihak kepolisian dan Jaksa Penuntut, dan mengalihkan penanganan kasus kepada Hammond Cross – asisten utama Jaksa Penuntut, kolega dan saingan Steffi sekaligus sahabat Davee. Dari sudut pandang segi politis, Hammond Cross lebih disukai karena memiliki perangai luwes dalam menangani aneka kasus, berbeda dengan Steffi yang cenderung mudah naik darah, blak-blakan dan berani mengambil langkah-langkah apapun demi mendapatkan tujuannya. Prestasi kerja dan kemampuan Hammond Cross juga mendapat perhatian khusus atasannya, ia bahkan dikabarkan akan menjadi pengganti Jaksa Penuntut yang akan segera menjalani masa pensiun.

Kasus pembunuhan Lute Pettijohn mencari incaran berbagai kalangan demi kepentingan politik dan masalah pribadi masing-masing. Setiap pihak yang terlibat, mulai dari detektif divisi pembunuhan, asisten jaksa penuntut, hingga istri yang mengalami siksaan sepanjang pernikahan ala ‘raja-ratu’ semuanya memiliki agenda tersendiri menyangkut kasus ini. Dan ketika muncul tersangka baru yang sama sekali tak terduga, maka dadu-dadu pun bergulir, mengguncang keluarnya rahasia kotor yang terpendam sekian lama. Dr. Alex Ladd – psikolog cantik nan misterius, diketahui merupakan orang terakhir yang terlihat berada di lokasi kejadian. Sayangnya wanita ini tidak bersedia menyebutkan alasan yang cukup kuat mengapa ia menemui Lute, bahkan menyangkal keberadaannya di TKP, walau ada saksi mata yang berkata sebaliknya.

Siapa sebenarnya Dr. Alex Ladd, mengapa latar belakangnya tak diketahui ketika sejarah masa lalu ditelusuri oleh pihak berwajib. Dan apa peran dirinya berkaitan dengan Lute Pettijohn, dan bagaimana hubungan unik yang terjadi antara dirinya dan Hammond Cross – pria yang berada di sisi yang berlawanan dengan statusnya sebagai tersangka. Misteri apa yang menyelubung hubungan antara korban Lute Pettijohn dengan Hammond Cross, Dave Pettijohn, Rory Wilow, Steffi Mundell dan Alex Ladd ? Pembaca akan digiring melalui lika-liku penyelidikan yang akan menyingkap lembar demi lembar selubung misteri dan teka-teki dari awal hingga akhir kisah ini. Ditilik dari alur kisah, cenderung berjalan cukup lambat, dan masih disela pada beberapa bagian dengan adegan-adegan ‘kilas-balik’ yang sengaja disajikan berupa penggalan-penggalan untuk menggugah rasa penasaran dan mendapatkan jawaban jelas.

Sebagai kisah misteri atau thriller suspense, aku memberikan nilai standar, karena sebenarnya tema kisah ini cukup simpel. Namun cara penyajian kisah, harus kuakui lumayan menarik, mengundang rasa penasaran. Sedangkan untuk perkembangan karakter masing-masing, cukup standar pula karena penulis kurang memberikan penekanan pada pergulatan emosi yang bisa menarik kelebihan maupun kekurangan karakter-karakter yang muncul. Walau ending kisah ini (seharusnya) membuatku terkejut, sebenarnya sudah bisa ditebak menjelang pertengahan kisah, siapa sebenarnya pelaku kejahatan yang senantiasa berada di balik layar. Mungkin untuk pembaca pemula yang mencari kisah ala detektif dengan bumbu romansa, ini adalah salah satu kisah yang layak untuk disimak lebih lanjut. For me, 3.5 kuberikan untuk kisah ini ...

Tentang Penulis :
Sandra Lyn Brown, lahir pada tanggal 12 Maret 1948 di Waco, Texas, adalah salah satu penulis laris asal Amerika yang dikenal bergelut dalam genre romance novel serta thriller suspense. Beliau juga sangat produktif dalam menghasilkan karya tulis dengan nama pena Rachel Ryan, Laura Jordan dan Erin St. Claire. Karirnya dalam bidang penulisan novel dimulai pada tahun 1981 ketika ia ‘ditantang’ oleh sang suami untuk mewujudkan impiannya. Semenjak itu, beliau telah menghasilkan lebih dari 70 buah novels dan sekitar 50 bukunya menempati posisi teratas versi New York Times Bestseller. Pada tahun 2008, ia memperoleh penghargaan gelar Doctor Kehormatan di bidang penulisan dari almamaternya Texas Christian University (TCU)

[ more about this author & related works, just check at here : Sandra Brown | on Goodreads | on Wikipedia ]

Best Regards,

@HobbyBuku 

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...