About Me

My photo

Bookaholic | Movies Addic | Love Travelling | Culinary Foodie | Book Blogging | Likes Music & Dance Performance

Translate

Wednesday, July 8, 2015

Books "WHITE HOT"

Books “PUTIH YANG PANAS”
Judul Asli : WHITE HOT
Copyright © 2004 by Sandra Brown Management, Ltd.
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : Julanda Tantani
Desain sampul : Eduard Iwan Mangopang
Cetakan II : Desember 2006 ; 680 hlm ; ISBN 978-979-22-2452-8
Harga Normal : Rp. 75.000,-
Rate : 3.5 of 5

Kota kecil Destiny di kawasan New Orleans merupakan kenangan yang sulit dilupakan oleh Sayre Lynch, mengingat ia lahir dan dibesarkan di sana. Namun setelah ia bersumpah untuk tidak pernah kembali ke kota yang membuatnya mengambil langkah drastis, merubah masa depan dan kehidupannya, kali ini ia terpaksa harus kembali setelah mendengar kabar tentang Danny – adik bungsunya yang ditemukan tewas bunuh diri. Kematian Danny yang sebenarnya cukup dekat dengan dirinya, sebelum ia melarikan diri dari kota kelahiran serta keluarganya, sempat membuat Sayre bertanya-tanya, apa penyebab Danny yang selalu tenang dan memiliki keyakinan kuat memutuskan untuk menghabisi nyawanya.


Sayre hanya berniat menghadiri pemakaman Danny kemudian langsung kembali ke San Fransisco, kota dimana ia menjalani kehidupan baru selama 10 tahun terakhir. Ia sama sekali tidak berminat untuk bertemu atau bertegur sapa dengan ayahnya Huff Hoyle atau kakaknya Chris Hoyle. Hingga ia bertemu dengan Beck Merchant – pengacara baru yang menarik sekaligus ‘kroni’ keluarga Hoyle yang memaksa dirinya untuk menemui keluarganya. Sayre pasti akan bertahan dan menolak mati-matian ‘ajakan’ tersebut, seandainya saja ia tidak mendapati adanya kemungkinan bahwa Danny tidak melakukan bunuh diri melainkan dibunuh !

Perasaan bersalah akibat mengabaikan usaha Danny menghubungi dirinya berulang kali sebelum kematiannya, menjadi salah satu alasan kuat Sayre mengapa ia ngotot untuk melakukan penyelidikan tersendiri, menyingkap apa yang sebenarnya terjadi pada diri Danny. Namun ia sama sekali tidak menyangka bahwa hal tersebut juga mengungkit masa lalu yang berusaha ia lupakan. Baik ayah maupun kakaknya ternyata sama sekali tidak beubah bahkan perilaku mereka jauh lebih buruk dibandingkan apa yang selama ini telah diketahui oleh Sayre, sebelum ia pergi meninggalkan mereka.

Masalah semakin rumit karena setiap langkah dan tindakan yang ia lakukan, senantiasa dalam bayang-bayang Beck Merchant – pria yang semenjak awal dianggap sebagai musuh, namun anehnya tak mampu disingkirkan dari benak Sayre. Sikap Beck sendiri menimbulkan prasangka buruk serta kebingungan pada diri Sayre, terkadang ia begitu penuh perhatian, namun mendadak bisa menutup diri dan menjauh dari dirinya. Yang membuat Sayre semakin tak tahan, bila Beck berada di pihak ayah serta kakaknya, membuat dirinya harus berjuang melawan mereka semua demi mendapatkan kebenaran, meski ia harus membongkar semua rahasia kelam dan membuat luka-luka hatinya kembali terbuka ...

Ini salah satu buku yang direkomendasikan pembaca yang menyukai bacaan berbau ‘hot’ dan sesuai dengan judulnya, memang ‘seharusnya’ lumayan ‘panas’ dari segi konflik dan tentu saja hubungan antara tokoh-tokoh utama dalam kisah ini. Walau masih lebih ‘panas’ adegan-adegan dalam kisah ‘French Silk’ atau ‘Slow Heat in Heaven’ – kisah ini cukup menarik dari sisi misteri yang harus digali dalam-dalam dari masing-masing tokoh yang bermunculan sepanjang kisah ini. Seperti menonton adegan miniseri ‘opera sabun’ – kisah tentang skandal, intrik, konflik dan tentu saja perbuatan-perbuatan yang menimbulkan aib dan kejahatan, ditutupi, disembunyikan hingga semuanya ‘meledak’ setelah sekian lama tertimbun. 

Again, entah mengapa justru buku yang direkomendasikan seringkali justru kurang bisa ‘kena’ pada diriku, ada bagian-bagian yang terasa janggal, kurang pas walau jujur detilnya tidak mampu kusingkap. Antara konflik yang seharusnya bisa disusun hingga ending yang memuaskan, atau perkembangan hubungan karakter yang lebih matang alih-alih ‘nasib’ yang harus diakhiri begitu saja. Seakan-akan penulis kehabisan ide untuk menutup kisah ini dengan “BAMM” sesuai ekspektasi yang muncul semenjak awal kisah ini dimulai. Intinya justru kembali pada kasus yang terjadi 10 hingga 20 tahun silam, yang terungkap menjelang akhir kisah, sedangkan permasalahan yang tampil sebagai pembuka justru berakhir dengan kesan ‘biasa-biasa’ saja. It’s just ok 4 me.

Tentang Penulis :
Sandra Lyn Brown, lahir pada tanggal 12 Maret 1948 di Waco, Texas, adalah salah satu penulis laris asal Amerika yang dikenal bergelut dalam genre romance novel serta thriller suspense. Beliau juga sangat produktif dalam menghasilkan karya tulis dengan nama pena Rachel Ryan, Laura Jordan dan Erin St. Claire. Karirnya dalam bidang penulisan novel dimulai pada tahun 1981 ketika ia ‘ditantang’ oleh sang suami untuk mewujudkan impiannya. Semenjak itu, beliau telah menghasilkan lebih dari 70 buah novels dan sekitar 50 bukunya menempati posisi teratas versi New York Times Bestseller. Pada tahun 2008, ia memperoleh penghargaan gelar Doctor Kehormatan di bidang penulisan dari almamaternya Texas Christian University (TCU)

[ more about this author & related works, just check at here : Sandra Brown | on Goodreads | on Wikipedia ]

Best Regards,

@HobbyBuku 

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...