About Me

My photo

Bookaholic | Movies Addic | Love Travelling | Culinary Foodie | Book Blogging | Likes Music & Dance Performance

Translate

Tuesday, July 7, 2015

Books "EXCLUSIVE"

Books “BERITA EKSKLUSIF”
Judul Asli : EXCLUSIVE
Copyright © 1996 by Sandra Brown Management, Ltd.
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : Diniarty Pandia
Cetakan IV : Januari 2006 ; 592 hlm ; ISBN 978-979-655-384-6
Harga Normal : Rp. 52.000,-
Rate : 3.5 of 5

Barrie Travis memiliki semangat serta impian menjadi jurnalis yang hebat, namun sejauh ini karirnya hanya sebatas sebagai reporter di WVUE, sebuah stasiun TV kecil dengan atasan yang selalu mengingatkan peristiwa yang merupakan ‘aib’ di masa lalu, dan tidak bersedia memberikan kesempatan bagi dirinya untuk mengerjakan kasus yang menarik. Hingga suatu hari ia mendapat undangan minum kopi dari Ibu Negara Amerika Serikat, Vanessa Armbruster Merritt – yang menurut kabar sedang dalam kondisi pemulihan akibat kematian Robert Rushton Merritt, bayinya yang baru berusia 3 bulan. Kematian putra Presiden Amerika Serikat yang telah lama dinanti mengguncang khalayak umum, dan hasil pemeriksaan dokter menyatakan kematiannya sebagai SIDS – Sudden Infant Death Syndrome, sindrom kematian bayi secara mendadak. Ini adalah kejadian yang cukup langka, namun telah terjadi pada beberapa keluarga. Namun justru dari pertemuan yang cukup aneh dengan Vanessa Merritt, Barrie terdorong untuk melakukan penelitian khusus pada kasus kematian bayi-bayi SIDS.


Keingin-tahuan Barrie ternyata menuntun dirinya pada kondisi yang berbeda, kematian bayi-bayi yang awalnya diduga korban SIDS namun ternyata ‘dibunuh’ oleh orang tuanya sendiri, kasus yang dinyatakan sebagai ‘Munchausen Syndrome by Proxy’ ...mengingat kondisi Vanessa saat pertemuan awal dengan Barrie, hal ini menimbulkan ‘ide’ baru di benak sang reporter, mungkinkah kematian bayi pasangan ternama itu bukan disebabkan oleh SIDS, melainkan ‘pembunuhan’ ? Ketika sumber dari informan rahasia yang selalu memberikan ‘kisikan’ mendadak menghilang, menyusul status sang Ibu Negara yang dalam ‘perawatan khusus’ hingga tidak diketahui keberadaannya, Barrie berusaha menemukan jalan untuk mengungkap selubung misteri yang memenuhi benaknya. Satu-satunya petunjuk yang ia harapkan adalah Gray Bondurant – mantan penasehat khusus Presiden yang mendadak mengundurkan diri setelah misi penyelamatan sandera yang berhasil ia tangani. Sayangnya, pria ini juga ‘sengaja’ menghilang dari pandangan publik, maka Barrie harus menemukan persembunyiannya dan meminta bantuannya ...

Kisah ini cukup mengundang rasa penasaran semenjak awal, terutama melalui kisah Vanessa Merritt – Ibu Negara yang justru terlihat sebagai sosok istri yang mengalami siksaan mental akibat perlakuan sang suami, Presiden David Malcomb Merritt. Layaknya drama dengan konflik serta skandal di Gedung Putih, pembaca akan digiring pada masa lalu pasangan yang kelak menjadi orang No. 1 di Amerika Serikat. Keterlibatan Senator Clete Armbruster – ayah Vanessa yang merancang masa depan pasangan ini, hingga aneka usaha menutupi ‘hal-hal negatif’ semuanya menjadi bumbu penyedap dalam menikmati kisah penuh intrik ini. Satu-satunya ganjalan yang membuatku ‘kurang nyaman’ justru penggambaran karakter utama : Barrie Travis, yang terus terang tak mampu membuatku simpati atau terlibat secara emosional sepanjang perjalanan kisahnya. Justru para karakter antagonis terasa jauh lebih kuat muncul dari awal hingga akhir. Hubungan antara Barrie dengan Gray, bahkan Barrie dengan Daily, kurang terasa gregetnya, nyaris beberapa kali diriku tertidur membaca kisah petualangan Barrie Travis.

Sebenarnya patut disayangkan, karena ide, latar belakang serta konflik yang disajikan sangat menarik untuk dikembangkan lebih jauh. Namun penulis justru memilih berkutat pada kerumitan hubungan antara Barrie dan Gray. Ini salah satu kendala mengapa diriku jarang bisa menyukai suspense yang lebih fokus perihal romansa hingga kisahnya justru berkesan ‘buru-buru’ atau merujuk pada ‘hubungan singkat’ antara pria dan wanita (bertemu-tertarik-berhubungan seks) seperti adegan ‘tabrak-lari’ ... mungkin ini yang justru dicari oleh penikmat roman ya, aneka adegan ‘hot’ tanpa prolog atau penjelasan yang cukup logis. Secara keseluruhan, kisah ini menjanjikan petualangan yang menarik, walau secara pribadi diriku sama sekali tak bisa menyukai karakter-karakter yang dimunculkan. But then again, the bad guys justru menantang diriku untuk mengetahui langkah-langkah lebih lanjut (bagaimana rencana terbaru untuk ‘menghancurkan’ lawan-lawan mereka) – dasar memang ‘otak kriminal’ deh yang memenuhi benakku (^0^) – dan endingnya, wuhuuuu, shocking !!!

[ more about the author & related works, just check at here : Sandra Brown | on Goodreads | on Wikipedia ]

Best Regards,

@HobbyBuku

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...