About Me

My photo

Bookaholic | Movies Addic | Love Travelling | Culinary Foodie | Book Blogging | Likes Music & Dance Performance

Translate

Tuesday, March 11, 2014

Books "THE ROSARY MURDERER"

Books “THE ROSARY MURDERER”
Judul Asli : THE ROSARY GIRLS
[ book 1 of BALZANO & BRYNE Series ]
Copyright © 2005 by Richard Montanari
Penerbit Dastan Books
Alih Bahasa : Retno Wulandari
Editor : Yus Ariyanto
Desain Sampul by Expertoha
Cetakan I : Januari 2007 ; 604 hlm ; ISBN 978-979-39-7229-9
Rate : 5 of 5

Kota Philadelphia diguncang oleh kasus aneh yang melibatkan pembunuhan sadis disertai serangkaian ritual yang menjadikan ciri khas hasil seorang psikopat sekaligus pembunuh serial, yang menanti mangsa-mangsa berikutnya. Detektif Kevin Francis Bryne dari Divisi Pembunuhan, sedang sibuk dengan perburuan psikopat bernama Gideon Prat – pembunuh dan pemerkosa gadis cilik bernama Deidre. Gideon yang cukup cerdas sekaligus licin untuk tertangkap basah, akhirnya berhasil dijebak oleh Bryne dan dijebloskan dalam tahanan. Rahasia keberhasilan Bryne untuk menangkap Gideon merupakan kemampuan khusus yang ia peroleh setelah pernah mengalami ‘kematian’ saat tertembak dalam suatu kasus. Dan kini, aneka kasus yang melibatkan pelaku kejahatan kategori berat, Bryne selalu menemukan ‘jalan’ untuk menemukan dan menangkap sang pelaku.



Tiada yang mengetahui kemampuan khusus Bryne, bahkan partner dan sahabatnya James ‘Clutch’ Purify, hingga ia harus dirawat di rumah sakit akibat serangan jantung yang ke-3 kalinya. Karena kesibukan Kevin tidak berkurang, maka ia diberikan partner baru, Jessica Balzano – polisi yang baru dipromosikan sebagai detektif di unit pembunuhan di Philadelphia. Tanpa sempat mengadakan interaksi dan komunikasi lebih lancar sebagai sesama partner baru, keduanya langsung terjun dalam sebuah kasus yang menjadi bahan perbincangan masyarakat Philadelphia. Dimulai pada hari Senin dalam minggu menjelang Perayaan Paskah, hari pertama Jessica bekerja sebagai seorang detektif, ditemukan mayat seorang gadis dengan kondisi leher patah, di dahinya tergambar salib warna biru dan kedua tangannya dimutilasi dengan mur-baut baja membentuk pose berdoa. Di tangan tersebut tergenggam rosario hitam dengan 2 butir manik persepuluhan hilang, serta gambar reproduksi lukisan ‘Danter & Virgil at the Gate of Hell’ ....

Korban diketahui bernama Tessa Ann Wells, 17 tahun, siswi sekolah Katholik Nazarene Academy yang dinyatakan menhilang dalam perjalanan ke sekolah. Hasil penyelidikan ditemukan jejak suntikan ‘midazolam’ (sejenis Rohypnol) yang digunakan untuk membius korban, serta suntikan Pavulon (sejenis zat pelumpuh otot-otot rangka), yang menunjukkan korban dapat dipastikan dalm kondisi lumpuh namun sadar dan sangat kesakitan atas semua siksaan yang dilakukan pada dirinya – termasuk proses penjahitan vagina dengan benang hitam yang rapat membentuk tanda salib. Penemuan yang menyedihkan sekaligus memuakkan karena kebrutalan yang terjadi pada korban, nyaris mengguncang diri Jessica, sebagai kasus pembunuhan pertama yang ditangani. Bahkan Bryne yang telah terbiasa dengan kasus-kasus pembunuhan, harus mengingat tujuan utama penyelidikan mereka, menemukan sang pelaku sebelum ia kembali beraksi.

Sayangnya langkah dan penyelidikan mereka harus berlanjut dengan penemuan mayat baru pada hari Selasa. Nicole T. Taylor – siswi SMU Regina berusia 17 tahun, ditemukan di taman bunga Kebun Raya Bartram dalam kondisi serupa dengan mayat Tessa. Perbedaannya, satu butir rosario hilang dan seberkas tulang diselipkan di tangannya. Dari bukti-bukti yang dikumpulkan, ditemukan fakta menakutkan, karena Nicole ternyata korban pertama dan Tessa adalah korban kedua, dan sang pelaku dengan sengaja meninggalkan rangkaian petunjuk bagi korban berikutnya. Yang berarti baik Bryne dan Jessica harus berlomba dengan waktu untuk mengungkap misteri dibalik rangkaian petunjuk aneh, sebelum jatuh korban ke-3 menjelang keesokan harinya. Namun belum sempat mereka menuntaskan penyelidikan di hari itu, sebuah berita ditemukan sosok mayat gadis di Museum Rodin menjelang tengah malam, memberikan petunjuk baru yang mengerikan, karena sang pelaku mempercepat waktu dan proses pembunuhan ritual yang dilakukannya.

Ini adalah sebuah kisah yang sangat intense, semenjak awal hingga akhir, tanpa jeda yang membuat adrenalin turut mengalir, mengikuti jejak langkah Bryne, Balzano dan sang pelaku. Dengan memanfaatkan seting waktu dalam kurun waktu 24 jam, pembaca digiring untuk menyaksikan eksekusi demi eksekusi, serta perburuan mencari sang pembunuh, yang meninggalkan serangkaian petunjuk dan harus dipecahkan dengan cepat, mengingat batas waktu yang diberikan sebelum korban pembunuhan ritual berikutnya ‘ditampilkan’. Kekuatan (dan kelemahan) karakter utama, pasangan partner baru Bryne dan Balzano menarik perhatian dengan adanya konflik serta penggambaran kehidupan pribadi masing-masing yang cukup kompleks. Bryne yang hidup terpisah dengan sang istri namun tetap saling berhubungan demi putri tunggal mereka yang menderita cacat, juga harus menghadapi pihak-pihak lain yang senantiasa ‘merecoki’ kehidupannya, selain kesulitan dalam menangani kasus pembunuhan ini. Di sisi lain, Jessica Balzano yang sedang menata kehidupan pribadinya, akibat konflik rumah tangga dan pekerjaan yang membuatnya mengambil keputusan untuk menerima tawaran sebagai detektif, demi masa depan anaknya. 

Penulis turut memperkuat suasana misteri dipadu dengan ritual keagamaan, melibatkan ‘The Rosarium Virginis Marie’ – salah satu ritual doa rosario yang menggambarkan perjalanan Yesus Kristus serta penghormatan terhadap Bunda Maria, melalui 4 Peristiwa : Gembira, Mulia, Terang dan Sedih. Pelaku pembunuhan memilih salah satu Peristiwa dan mengikuti setiap ‘pengalaman’ Kristus yang diterapkan pada korban-korbannya. Dan mimpi buruk menjelang Perayaan Paskah, dimana Yesus Kristus Bangkit dan diangkat menuju Kemuliaan, detektif Bryne dan Balzano harus menuntaskan semua ritual sebelum Hari Kelahiran itu tiba !!! ( Satu hal yang cukup menyenangkan, setelah melakukan pencarian, ternyata kisah ini merupakan sebuah serial tentang pasangan detektif Bryne dan Balzano. Sungguh menggembirakan, karena dari buku pertama ini, keberadaan kedua karakter cukup mengundang rasa penasaran, terlebih jika kasus-kasus yang ditangani mengandung unsur misteri yang kompleks dan pelik seperti The Rosary Murderer. Can’t wait to read the sequels )

[ more about this author & related works, just check at here : Richard Montanari | on Goodreads | on Wikipedia ]

~ This Post are include in 2014 Reading Challenge ~
13th Book in Finding New Author Challenge
40th Book in TBRR Pile

Best Regards,

Hobby Buku

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...