About Me

My photo

Bookaholic | Movies Addic | Love Travelling | Culinary Foodie | Book Blogging | Likes Music & Dance Performance

Translate

Friday, August 29, 2014

Books "THERAPY"

Books “THERAPY ...TANPA SAKSI-TANPA BUKTI-TANPA JEJAK”
Judul Asli : THERAPY
Copyright © 2006 by Sebastian Fitzek
Penerbit Ufuk
Alih Bahasa : Nina Setyowati
Editor : Uly Amalia
Proofreader : Helena Theresia
Desain Sampul : Ufukreatif Design
Cetakan I : Februari 2010 ; 440 hlm ; ISBN 978-602-8224-84-0
Rate : 4 of 5

Viktor Larenz adalah seorang psikiater ternama sekaligus handal dalam menangani aneka kasus yang cukup berat. Hingga suatu hari, ia mengalami ‘nervous break-down’ yang dipicu dari lenyapnya putri tunggalnya, Josephine ‘Josy’ Larenz yang baru berusia 12 tahun. Ia terakhir terlihat saat Viktor mengantarkan putrinya ke kantor dokter untuk kunjungan rutin. Tiada saksi mata yang mengetahui dimana gerangan gadis cilik ini, dan membuat kehidupan Viktor porak-poranda. Viktor menjalani terapi dan melepas prakteknya, hidup berpisah dengan sang istri, Isabell yang justru memilih menyibukkan diri dengan aneka pekerjaan alih-alih merenungi nasib seperti yang Viktor lakukan.



Empat tahun kemudian, Viktor yang sedikit demi sedikit berhasil memperoleh ‘kesadaran diri’ demi menjalani kehidupannya hari demi hari, sedang mempersiapkan wawancara pertama dengan salah satu majalah untuk membangkitkan kembali aktifitas serta komunikasi dengan dunia luar. Viktor memilih tinggal di sebuah pulau yang dikenal dengan nama Parkum di kawasan Laut Utara. Hingga suatu hari muncul seorang wanita tak dikenal, memaksa Viktor untuk menerima dirinya sebagai pasien atas rekomendasi salah satu kolega Viktor. Ia bernama Anna Glass dan di-diagnosa menderita skizofrenia akut dan telah menjalani perawatan selama 4 tahun di sebuah institusi perawatan eksklusif, namun tak memberikan hasil yang memuaskan.

Viktor awalnya menolak dengan tegas karena ia memang tidak menaruh minat untuk menekuni kembali profesinya. Namun Anna berhasil membangkitkan rasa penasaran Viktor, terutama setelah ia menceritakan ‘hal-hal’ yang dialaminya. Anna Glass adalah seorang penulis novel, dan gejala penyakitnya bisa segera dikenali sejak dini ketika Anna mendapati berbagai karakter dalam cerita yang ia tulis, muncul dalam kondisi hidup di dunia nyata silih berganti. Kisah Anna semakin menarik perhatian Viktor ketika detil-detil yang ada dalam kisahnya, anehnya sangat mirip dengan pengalaman hidup Viktor.

Dan ketika Anna bercerita tentang Charlotte – gadis cilik yang ditulisnya, kemudian hidup dan ada di dunia nyata, gambaran tentang Charlotte anehnya serupa dengan Josy, termasuk penyakit aneh yang diderita putri Viktor semenjak ia lahir. Pertemuan demi pertemuan antara Viktor dan Anna yang sebenarnya merupakan konsultasi untuk mengungkap penyakit Anna, ternyata menuntun Viktor untuk mengetahui kebenaran dibalik menghilangnya Josy. Selubung misteri yang menggayuti benak dan membuat Viktor senantiasa merasa bersalah tanpa mengetahui apa penyebab sebenarnya, secara perlahan mengungkapkan rahasia keluarga yang terpendam selama bertahun-tahun. Siapakah sebenarnya Anna Glass dan dimana gerangan Josy berada ?
“Aku di sini bukan untuk memberikan jawaban. Aku akan menunjukkan padamu petunjuk-petunjuknya, tapi aku tidak bisa menjelaskan arti dari petunjuk-petunjukitu. Kaulah orang yang menulis ceritanya, bukan aku. Kau sudah meilhat dari mana semua itu dimulai. Sekaranglah waktunya aku menunjukkan padamu sesuatu yang lain. Aku ingin menunjukkan padamu di mana penyakit itu tinggal.” [ ~ Charlotte to Anna & Anna to Viktor | p. 171 – 173 ]
Semenjak awal kisah ini sudah membuatku terpaku oleh rasa penasaran yang digambarkan melalui dialog dan pergolakan pikiran sosok Viktor Larenz, yang terombang-ambing antara realita dan ilusi, antara dusta dan kebenaran, terjalin dalam jaring-jaring konflik dan intrik yang sangat intense. Walau alur berjalan cukup lambat, penulis tetap mampu mempertahankan nuansa misteri melalui pemikiran-pemikiran kelam, latar belakang yang cukup membuat bulu kuduk merinding, bukan karena kesan horor melainkan adanya kesadaran akan sesuatu yang ‘salah’ sedang terjadi, walau tidak ada gambaran konkrit yang muncul ... setidaknya pada awal hingga pertengahan kisah ini.

Sajian drama thriller psikologis yang membuatku teringat akan kisah-kisah serupa, seperti Shutter Island, Mystic River, Gone Baby Gone atau Gothica (sebagian besar merupakan novel yang telah diadaptasi ke layar lebar). Dengan menggunakan sudut pandang karakter sebagai narator, di mana silih berganti antara kisah Viktor dan Anna Glass, satu demi satu kepingan misteri yang tampak random dan acak akhirnya mulai membentuk sebuah gambaran besar. Namun pembaca juga harus berhati-hati dalam memilih, bagian mana yang merupakan kebenaran dan mana yang bukan termasuk dalam realita. Kisah tentang penderita skizofrenia yang cenderung paranoid, hingga menciptakan dunia baru berdasarkan masa lalu dan masa kini, benar-benar menarik untuk dipecahkan. Jika pernah membaca / menonton adaptasi Beautiful Mind yang dibintangi oleh Russell Crowe, well that will answer some of this puzzles (^_^)

[ more about the author & related works, just check at here : Sebastian Fitzek | on Goodreads | on Wikipedia ]

~ This Post are include in 2014 Reading Challenge ~
72th Book in Finding New Author Challenge
184th Book in TBRR Pile

Best Regards,

Hobby Buku

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...