About Me

My photo

Bookaholic | Movies Addic | Love Travelling | Culinary Foodie | Book Blogging | Likes Music & Dance Performance

Translate

Tuesday, September 30, 2014

Books "SEE JANE RUN"

Books “SERPIH-SERPIH KENANGAN”
Judul Asli : SEE JANE RUN
by Joy Fielding
Copyright © 1991 by Joy Fielding
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : Esti Ayu Budihabsari
Editor : Rini Nurul Badariah
Desain Sampul : Eduard Iwan Mangopang
Cetakan I : Oktober 2005 ; 556 hlm ; ISBN 978-602-03-0370-3
Rate : 4 of 5

Ia terbangun di tengah persimpangan jalan raya yang cukup sibuk di siang hari. Anehnya ia tak mampu mengingat siapa gerangan dirinya, dari mana asalnya, mengapa ia berada di sana, kecuali sekelebat ingatan bahwa ia harus membeli bahan-bahan untuk membuat kue. Berdiri terpaku bagaikan orang linglung, tiada seorang pun yang melalui jalan tersebut memperhatikan dirinya secara khusus, atau bahkan menawarkan bantuan. Ketika akhirnya ia berhasil menggerakkan kakinya, menelusuri jalan yang sepertinya ia kenal namun tak mampu mengeluarkan nama-nama yang dapat diingat, waktu berjalan begitu cepat tanpa disadari hingga malam menjelang. Ia tetap tak mampu mengingat petunjuk satu pun untuk menjelaskan keberadaan dirinya. Tanpa dompet berisi identitas diri, hanya segepok uang senilai $ 10.000 yang berada di dalam kantong mantelnya. Ketakutan dan panik kembali muncul ketika ia mendapati pakaian di balik mantel panjang yang ia kenakan ternyata berlumuran darah. Darah siapakah itu, jika tubuhnya sama sekali tak terluka ? Apakah ia telah melukai atau membunuh seseorang ?



Jane Withaker – istri Dr. Michael Withaker, ahli bedah anak yang ternama, ditemukan mengalami amnesia, tak mampu mengingat satu pun kenangan masa lalunya, kecuali saat setelah ia terbangun dalam kondisi panik di tengah jalan. Ia ditemukan tanpa sengaja oleh salah satu kenalan sang suami ketika sedang dalam pemeriksaan dokter, setelah ia meminta bantuan pihak kepolisian. Ia dijemput oleh seorang pria yang menarik, ramah dan penuh kasih, mengaku sebagai suaminya. Jane mengalami proses pembelajaran layaknya bayi yang baru lahir, berusaha mengenali jalan menuju kediamannya, memasuki rumah yang sangat indah tanpa sedikit pun kenangan muncul dari benaknya. Jane tak mampu mengenali pria yang mengaku sebagai suaminya, atau ketika menatap foto-foto keluarganya, apalagi tetangga yang mengaku sebagai teman baik selama bertahun-tahun. Meski demikian, Michael cukup sabar dalam membimbing dan memberikan kenyamanan bagi Jane. Ia bahkan memanggil tenaga bantuan untuk menjaga dan merawat istrinya terkasih. Wanita yang nyaris tak pernah tersenyum bernama Paula.

Sekilas Jane tampak dirawat dengan penuh perhatian, namun setelah beberapa hari Jane mulai merasakan keanehan pada dirinya. Ia selalu dalam kondisi setengah sadar, pusing, tak mampu bergerak apalagi mengingat apa pun. Walau beristirahat penuh, kondisinya terasa semakin memburuk. Seakan-akan ia mengalami depresi berat, dan hal ini semakin tak tertahankan ketika kebebasannya diambil – atau setidaknya demikianlah pemikiran Jane. Ia tak diperbolehkan bepergian seorang diri, makan-minum-konsumsi obat, semuanya berjalan bagai rutinitas layaknya seorang robot. Jane mulai memberontak, ketika mendapati telepon dari teman dan kenalannya disabotase oleh Paula, yang mengatakan dirinya sedang bepergian keluar kota. Sedikit demi sedikit ia menaruh kecurigaan, bahwa Michael telah ‘melakukan’ sesuatu yang membuat kondisinya semakin memburuk alih-alih pulih seperti sedia kala. Namun bagaimana Jane bisa membuktikan bahwa Michael telah memperlakukan dirinya layaknya ‘tahanan’ dengan alasan gangguan kejiwaan yang dialami Jane, terlebih ketika semua kenalan dan keluarganya mempercayai penjelasan Michael ...

Satu lagi karya Joy Fielding yang mampu membangkitkan rasa penasaran sekaligus ngeri, tatkala mengikuti jejak langkah sosok Jane – wanita yang menderita hilang ingatan dan berjuang mencari tahu kebenaran tentang dirinya, keluarganya, hanya mendapati sajian teror mengerikan yang harus ia hadapi demi menegakkan keadilan. Semenjak halaman pertama, pembaca dibawa dalam nuansa penuh selubung misteri, dan dituntun secara perlahan menyibak kabut yang menghalangi ingatan Jane. Sepotong demi sepotong kilasan ingatan bermunculan, namun semuanya tak memberikan kelegaan justru bagaikan membuka pintu kurungan monster mengerikan yang berusaha disembunyikan dalam ingatan. Tema KDRT yang dipadu dengan drama suspense psikologis ini, sedikit mengingatkan akan tema kisah serupa dari adaptasi film ‘Gothica’ (dibintangi oleh Halley Bery) dan ‘What Lies Beneath’ (dibintangi oleh Michelle Pfeiffer dan Harrison Ford). Bisa dipastikan, kisah ini mampu memberikan kesan tersendiri bagi penggemar kisah thriller suspense, walau endingnya terasa agak dipaksakan untuk usai lebih cepat. Dibandingkan ‘Grand Avenue’ yang juga mengangkat tema KDRT serta suspense psikologis dalam mengungkap misteri dengan sangat intense, See Jane Run cukup layak masuk daftar bacaan rekomendasi !!

[ more about this author & related works, just check at here : Joy Fielding | on Goodreads | on Wikipedia | on IMDb ]

~ This Post are include in 2014 Reading Challenge ~
59th Book in What’s A Name Challenge
212th Book in TBRR Pile

Best Regards,

Hobby Buku

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...