About Me

My photo

Bookaholic | Movies Addic | Love Travelling | Culinary Foodie | Book Blogging | Likes Music & Dance Performance

Translate

Monday, November 3, 2014

Books "BREAKHEART PASS"

Books “BREAKHEART PASS”
Judul Asli : BREAKHEART PASS
by Alistair Maclean
Copyright © Devoran Trustees Ltd, 1974
Penerbit PT Trubus Swadaya
Alih Bahasa : Fahmy Yamani
Editor : Onny Untung
Desain sampul : Niken Anggrek Wulan
Cetakan I : September 2013 ; 252 hlm ; ISBN 978-602-9407-10-5
Rate : 3.5 of 5

Reese City hanyalah sebuah kota kecil yang menjadi lintasan jalur kereta api yang menghubungkan wilayah pegunungan Nevada. Jalur yang ditempuh bukan saja harus melalui medan yang cukup berat, tetapi juga termasuk wilayah berbahaya di tahun 1870, karena adanya sengketa antar dua suku India terbesar yang melakukan klaim bahwa mereka berhak atas lahan yang juga tengah dibangun menjadi pemukiman kaum kulit putih. Kejahatan merajalela, bahkan kamp-kamp tentara yang sengaja ditempatkan di lokasi-lokasi tertentu, cukup kesulitan dalam menangani tahanan yang semakin bertambah. Kisah yang akan muncul berikut ini, menampilkan sisi lain dari sifat manusia, saat dihadapkan pada pilihan untuk memenuhi keserakahan atau mengikuti hukum dan keadilan, yang sayangnya mudah dibengkokkan sebagaimana sejarah mencatat petualangan di dunia Barat yang liar ...



Kolonel Claremont – pemimpin Kaveleri Amerika Serikat sedang dalam misi menjaga Gubernur Fairchild – gubernur wilayah Nevada yang akan menjalankan misi rahasia di Benteng Humboldt. Turut serta dalam perjalanan tersebut, Marica Fairchild – kemenakan sang Gubernur dan putri Kolonel Fairchild – pemimpin Benteng Humboldt. Saat kereta api yang berisi penumpang khusus serta pasukan kaveleri itu singgah di Reese City untuk perawatan kereta, sang kolonel bertemu dengan Nathan Pearce – Marshall Amerika Serikat yang menjabat di kota tersebut. Ia meminta agar diperkenankan turut serta dalam kereta karena hendak mengambil tahanan penting di Benteng Humboldt – Sepp Callhoun, perampok dan pembunuh yang sangat berbahaya. Awalnya sang kolonel menolak permintaan tersebut, hingga muncul persetujuan dari sang Gubernur karena adanya jaminan dari Mayor O’Brien – ajudannya yang ternyata mengenal Pearce.

Saat rombongan bersiap-siap hendak berangkat, terjadi keributan akibat perkelahian dalam permainan kartu di bar. Salah satu pelaku yang terlibat, kemudian dikenali oleh sang Marshall sebagai buronan yang dicari-cari. Pria yang memiliki penampilan tenang itu bernama John Deakin – mantan dosen kedokteran yang terlibat hutang judi hingga melakukan perampokan skala besar. Pearce membawa serta Deakin sebagai tahanan untuk diserahkan ke Benteng Humboldt. Rombongan juga terdiri dari Dokter Molyneux – dokter Angkatan Bersenjata AS yang memiliki tugas penting terkat dengan misi rahasia di Benteng Humboldt, serta Pendeta Theodore Peabody – rohaniwan yang mengemban misi untuk ditugaskan di kawasan militer Virginia City. Mereka semua berangkat dengan misi yang berbeda-beda, menempuh perjalanan jauh nan berbahaya menuju Benteng Humboldt.

Alistair MacLean adalah salah satu penulis kisah thriller dengan bumbu spionase atau kegiatan mata-mata pemerintah dengan menggunakan latar belakang militer paska perang dunia maupun pada masa pendudukan Amerika di wilayah yang masih liar. Edisi terjemahan dari penerbit Trubus ini cukup bagus, dengan perkecualian harganya yang relatif cukup mahal untuk ukuran ‘pocket-book’ hingga dari beberapa pilihan judul, akhirnya hanya satu yang kupilih (sebagai percobaan untuk mengetahui apakah sesuai dengan seleraku). Kisah ini sendiri mengundang tanda tanya besar, bagaikan thriller misteri dengan alur yang cukup cepat dan menimbulkan ketegangan. Bagaimana jika kalian berada di dalam kereta api yang sedang melaju dengan kecepatan tinggi, satu demi satu berjatuhan korban yang ditemukan tewas tanpa bisa diketahui penyebabnya secara pasti.

Penulis sengaja membuat karakter-karakter yang muncul ‘berbicara’ dengan sendirinya untuk menjelaskan kebenaran atau kebohongan yang mereka lakukan. Ibarat sebuah sajian drama, maka tidak diketahui secara jelas status masing-masing karakter, kecuali yang berkenan mereka ungkapkan. Siapa yang sebenarnya bisa menjadi sekutu untuk menyingkap tabir misteri, dan siapa yang merupakan musuh dalam selimut – yang menyebabkan kematian banyak orang. Dari awal hingga akhir, meski bisa mulai menebak siapa gerangan tokoh di balik layar, unsur surprise dan permainan ‘melodramatis’ mampu membuatku melahap buku ini secara cepat hingga akhir halaman. Satu-satunya keluhan yang bisa kusampaikan, kisah ini bisa lebih ‘panjang’ dengan adanya konflik yang cukup kompleks, membuat alur yang terjadi bagai jaring laba-laba yang saling berhubungan satu sama lain.

Tentang Penulis :
Alistair MacLean, putra seorang pendeta yang dibesarkan di dataran tinggi Skotlandia. Pada tahun 1941 di usia 18 tahun, ia bergabung dengan Angkatan Laut Kerajaan. Setelah perang, ia mengajar bahajar Inggris di Glasgow Universitu dan menjabat sebagai kepala sekolah. Dua setengah tahun yang dihabiskannya di atas kapal perang, menjadi sumber inspirasi untuk latar belakang novel perdananya : HMS Ulyses, yang mendulang kesuksesan semenjak terbit di tahun 1955. Ia diakui sebagai salah satu penulis populer yang hebat sepanjang abad ke-20. Karya-karyanya mencakup 29 novel yang masuk daftar bestseller di dunia, sebagian besar bahkan telah diadaptasi ke layar lebar, sepertu The Guns of Navarone, Where Eagles Dare, Fear Is The Key, dan Ice Station Zebra.

[ more about this author & related works, just check at here : Alistair Maclean | on Goodreads | on Wikipedia | on IMDb | Movie Adaptation (1975) ]

~ This Post are include in 2014 Reading Challenge ~
93th Book in Finding New Author Challenge
232th Book in TBRR Pile

Best Regards,

Hobby Buku

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...