About Me

My photo

Bookaholic | Movies Addic | Love Travelling | Culinary Foodie | Book Blogging | Likes Music & Dance Performance

Translate

Monday, November 3, 2014

Books "THE CUCKOO'S CALLING"

Books “DEKUT BURUNG KUKUK”
Judul Asli : THE CUCKOO’S CALLING
[ book 1 of CORMORAN STRIKE Series ]
by Robert Galbraith
Copyright © 2013 by Robert Galbraith Limited
First published in Great Britain in 2013 by Sphere
Cover images :
Figure © Ilona Wellman / Arcangel Images
Railing © Yolande de Kort / Trevilion Images
Street scene & design by LBBG – Sian Wilson
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : Siska Yuanita
Alih Bahasa puisi hlm 7 & 517 : M. Aan Mansyur
Desain sampul : Marcel A.W.
Cetakan I : Desember 2013 ; 520 hlm ; ISBN 978-602-03-0062-7
Rate : 3.5 of 5

Saat pertama kali mendengar salah satu judul buku yang menjadi bahan pembincangan di kalangan penikmat buku, buku yang berjudul ‘The Cuckoo’s Calling’ menimbulkan seberkas imajinasi dibenakku, akan kisah drama psikologis, yang mungkin muncul akibat judul buku lain yang cukup terkenal ‘One Flew Over the Cuckoo’s Nest’ dan sebuah idiom akan sebutan ‘cuckoo’ bagi seseorang yang terganggu jiwa serta pikirannya. Tanpa menyadari bahwa hampir sebagian besar hal tersebut akan muncul dalam kisah ini. Satu lagi bacaan misteri yang menggugah rasa penasaran diriku sebagai penikmat kisah-kisah misteri.



Kisah dibuka dengan adegan kematian sosok wanita yang cukup dikenal sebagai salah sat selibriti di kawasan London, Inggris. Kematian tragis sekaligus mengerikan, mengundang polemik di kalangan penggemar dan masyarakat umum. Namun penyelidikan pihak berwajib, akhirnya berakhir pada keputusan kematian akibat bunuh diri. Kehebohan akan peristiwa ini akan segera berakhir, sebagaimana kisah hari kemarin akan menjadi berita basi di kemudian hari. Namun ada satu orang yang tak bersedia menerima fakta bahwa Lula Landry – bintang dan model yang sedang naik daun, tewas bunuh diri akibat pertengkaran dengan sang kekasih.

John Bristow – kakak Lula, meminta bantuan detektif swasta Cormoran Strike, yang diketahui memiliki hubungan dekat dengan adiknya, Charlie, kakak Lula yang telah meninggal dalam usia muda. Ia meminta agar diadakan pengusutan lebih dalam, karena adanya bukti-bukti yang menunjukkan ada seseorang berada di dekat lokasi di saat Lula di duga jatuh dari atas balkon apartemennya. John meyakini, Lula dibunuh, karena mustahil gadis itu melakukan bunuh diri, mengingat kondisi serta hal-hal kecil yang dikatahuinya menjelang kematian gadis itu. Hal ini bisa jadi merupakan pekerjaan sulit, mengingat pihak berwajib telah melakukan penyelidikan secara menyeluruh, tanpa bisa menemukan adanya bukti-bukti kematian Lula akibat perbuatan pihak lain.

Cormoran Strike yang semula skeptis dengan permintaan John Bristow, akhirnya menerima tugas tersebut dan bersedia melakukan penyelidikan mulai nol, untuk melihat apakah memang ada kemungkinan lain kematian Lula disebabkan oleh pembunuhan. Didampingi oleh asisten barunya, Robin Ellacott – yang seharusnya hanya bertugas sebagai resepsionis sementara selama dua minggu, namun mendapati dirinya justru sangat tertarik untuk terlibat dalam usaha penyelidikan dan mengungkap misteri di balik kematian Lula Landry. Tanpa disadari, hubungan antar Robin dan Cormoran juga berkembang ke arah yang unik, dimana keduanya maju menerjang segala hal yang tampaknya diterima secara normal oleh masyarakat, dimana sosok pelaku misterius tersembunyi dalam selubung kabut misteri.

Sebagai kisah misteri, ide yang ditawarkan dalam kisah ini tidak memiliki keistimewaan khusus. Namun satu hal yang menarik perhatianku semenjak awal kisah, penuturan akan kehidupan detektif swasta (partikelir) digambarkan secara gamblang dari setiap sudut pandang. Mulai dari klien yang menunggak pembayaran, kasus menyedihkan yang melibatkan penguntitan lama serta menjemukan, pasangan suami-istri yang saling mencurigai, hingga metode penyelidikan yang melibatkan wawancara demi wawancara dengan setiap pihak yang memiliki keterlibatan dengan sosok korban. Lupakan gaya action yang melibatkan tembak-menembak dan baku hantam ala Hawai-Five-O atau tehnologi serta sains ala CSI (Crime Scene Investigation). Ini adalah kisah klasik detektif ala Colombo bertemu dengan Murder She Wrote.

Perpaduan kerja keras menemukan titik temu dari sekian banyak pernyataan dan wawancara, kemudian menarik kesimpulan berdasarkan logika dan analisa psikologis, inilah yang tercermin dalam duet Cormoran dan Robin. Di sisi lain, karakter Cormoran Strike yang sangat unik, mampu menghadirkan kesan kuat sepanjang kisah ini, hingga seandainya diriku tidak terlalu terkesan dengan kisah utama kasus Lula Landry, maka Cormoran Strike bukanlah sosok yang mudah dilupakan, bahkan setelah usai menamatkan kisah ini. Sedikit banyak, diriku berharap akan muncul kisah-kisah lain yang menampilkan sosok Cormoran – manusia yang mengalami cacat fisik namun memiliki kekuatan serta keberanian untuk berjuang setiap hari melawan kelemahan serta ketakutan di dalam dirinya, dan memegang prinsip kebenaran serta keadilan diatas segalanya.

Terlepas dari pengetahuan bahwa ini adalah karya penulis ternama JK Rowling yang dengan sengaja menggunakan nama pena demi ‘kebebasan’ berekspresi dan melakukan eksperimen dengan menghadirkan sebuah karya yang sama sekali berbeda dengan serial Harry Potter, kisah ini layak memperoleh tempat tersendiri bagi para penikmat buku. Selain penggunaan tata bahasa serta gaya penuturan yang sangat tidak biasa, dimana hal ini turut membuatku beberapa ‘mengerutkan kening’ akibat padanan serta pemilihan kosa kata oleh penerjemah yang tidak lazim, secara keseluruhan nuansa eksotik akan keaneka ragaman budaya, dan kultural yang tercermin pada karakter-karakter yang mewakili sudut kota London yang tidak terlalu dikenal oleh dunia luar.

Hal ini sedikit banyak mengingatkan gaya penulis Charles Dickens yang acapkali menyoroti perbedaan kehidupan antar kaum kalangan atas dengan masyarakat kelas menengah hingga bawah. Sebuah penggambaran kehidupan modern kota London yang samar-samar tak berbeda jauh dengan kehidupan kaum manusia di abad pertengahan. Tehnologi dan modernisasi boleh berkembang, namun sifat dan unsur kejahatan masih tetap serupa mesti terbentang jarak luas beraba-abad. Jika Anda penggemar kisah misteri dan memiliki kesabaran serta cukup ulet untuk terus memantai perkembangan penyelidikan Cormoran Strike (secara realita, sebuah penyelidikan tidak mungkin terselesaikan dalam tempo durasi dua jam sebagaimana episode serial televisi), maka ini adalah salah satu rekomendasi bacaan yang layak Anda simak lebih dalam.

[ more about this author & related works, just check at here : Robert Galbraith | on Goodreads ]

~ This Post are include in 2014 Reading Challenge ~
94th Book in Finding New Author Challenge
233th Book in TBRR Pile

Best Regards,

Hobby Buku

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...