About Me

My photo

Bookaholic | Movies Addic | Love Travelling | Culinary Foodie | Book Blogging | Likes Music & Dance Performance

Translate

Tuesday, November 18, 2014

Books "SIZE 12 & READY TO ROCK"

Books “BERUKURAN 12 & SIAP MENGGUNCANG DUNIA”
Judul Asli : SIZE 12 & READY TO ROCK
[ book 4 of HEATHER WELLS MYSTERY Series ]
Copyright © 2012 by Meg Cabot, LLC
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : Barokah Ruziati
Editor : Midya N. Santi
Desain & Ilustrasi sampul : Desy Setyowati
Cetakan I : September 2014 ; 352 hlm ; ISBN 978-602-03-0724-4
Rate : 4.5 of 5

Cinta bersemi di Fischer Hall Akhirnya setelah berbagai tragedi dan malapetaka, kini para penghuni dan terutama pengurus gedung yang merana karena jomblo plus dewa kematian yang setia berkunjung, kini berbahagia menemukan pasangan masing-masing. Cooper Cartwright (akhirnya) pun ‘melamar’ Heather Wells menjadi kekasihnya, terutama semenjak ia mengalami episode traumatik dengan ‘mantan’ Heather, Tad Tocco, dan kemudian beralih pada Muffy Fowler – PR yang dipanggil khusus untuk membuat nama baik Fischer Hall pulih. Bahkan sahabat-sahabat Heather, dari Magda, Sarah, Steven hingga Gavin yang terobsesi oleh Heather pun akhirnya menemukan pasangan baru, Jamie Price, yang terlibat dalam kasus pembunuhan Dr. Owen. Tampaknya tidak bakalan ada keributan atau tragedi lain, karena untuk sementara Steven menjadi direktur sementara (kembali), menunggu terpilihnya direktur yang baru.



Dan kejutan lain muncul justru berawal dari area Wasser Hall yang dikepalai oleh Simon Hague – musuh bebuyutan serta saingan berat Heather. Apalagi muncul rumor bahwa diam-diam Simon Hague juga mengincar posisi direktur Fischer Hall, membuat Heather dan kawan-kawan ‘blingsatan’ membayangkan seandainya hal itu terjadi. Namun kejutan yang muncul dari wilayah Wasser Hall disebabkan oleh pendatang dari luar. Betapa terkejutnya Heather ketika mendapati mantannya, Jordan Cartwright beserta istri barunya, Tania Trace yang tengah hamil, melalukan syuting adegan realita show ‘Jordan Love Tania’ yang disponsori tidak lain oleh Christopher Allington – putra Rektor Allington yang sempat terlibat kasus tewasnya gadis-gadis Fischer Hall di dasar lift (baca : Size 12 Is No Fat).

Situasi semakin rumit karena Cooper kemudian disewa oleh Grant Cartwright, CEO Cartwright Records, sekaligus ayah Cooper dan Jordan, untuk melindungi Tania Trace selama melakukan pengambilan adegan yang ternyata dirubah bertempat di Fischer Hall. Stephanie Brewer, produser eksekutif Cartwright Records Television, yang juga kekasih Christopher, melakukan kontrak untuk menyewa Fischer Hall yang kosong selama renovasi liburan panjang. Proyek yang bertajuk ‘Tania Trace Rock Camp’ akan mendatangkan 50 gadis remaja, peserta yang terseleksi dari 200.000 pelamar untuk berkompetisi memenangkan hadiah utama dan menjalani kamp dalam bimbingan Tania Trace. Heather yang sempat membayangkan ketenangan semasa liburan, kini harus bersiap-siap mengurus 50 peserta yang terdiri dari gadis-gadis remaja di bawah 14 tahun beserta para ibunya yang cerewet dan selalu menuntut perlakuan istimewa nan eksklusif.

Hubungan antara Heather dan Cooper yang sengaja dirahasiakan dari keluarga Cartwright, mengingat hubungan masa lalu yang serba rumit dan penuh perselisihan, semakin mempersulit benak dan pikiran Heather. Terutama ketika mengetahui ada ‘rahasia’ yang disembunyikan oleh Tania, yang menjadi alasan mengapa ia ‘mendadak’ menjadi target ‘percobaan’ pembunuhan yang akhirnya memakan korban pengawal pribadinya. Dampak dari usaha untuk melindungi Tania, bukan saja lokasi syuting yang dialihkan ke Fischer Hall, tetapi juga pindahnya Jordan beserta Tania ke apartemen Cooper, dan Heather harus merelakan kamar tidurnya. Betapa terkejutnya Heather tatkala mengetahui itu semua atas permintaan Tania – yang menginginkan ketenangan dan keamanaan, dekat dengan Heather !! Mengingat riwayat hubungan masa lalu mereka yang tidak akur, hal ini sangat mencurigakan.

Beban pikiran Heather semakin bertambah tatkala mengetahui kondisi kesehatannya yang membuat masa depannya untuk memiliki keturunan bersama Cooper sangat kecil, dan masih harus menyesuaikan diri dengan bos barunya, Lisa Wu – yang memiliki penampilan dan sikap bak gadis remaja periang. Apalagi perubahan sikap Sarah yang tampaknya menghadapi masalah dengan kekasihnya yang berangkat ke luar negeri mengikuti misi penyelamatan dunia. Kali ini Heather Wells harus berhadapan dengan begitu banyak masalah yang muncul di hadapannya, masing-masing menuntut penyelesaian yang menguras benak, pikiran serta tenaganya. Super woman yang selalu aktif dan sigap menolong siapa pun yang membutuhkan bantuan, kini berada pada persimpangan jalan, mana yang harus ia pilih dan keputusan apa yang harus ia lakukan. Permasalahannya, siapa yang bersedia membantu Heather dalam menghadapi masalah-masalah dalam kehidupan pribadinya ?

Kisah kali ini benar-benar menyentuh emosi, karena penulis memaparkan sisi lain dari Heather Wells, tatkala ia berada dalam situasi serba sulit dan nyaris kehilangan harapan. Gadis yang mengalami masa lalu cukup berat akibat perlakuan orang-orang yang dekat dengan dirinya, nyaris membuatnya kehilangan kepercayaan terhadap orang lain maupun terhadap dirinya sendiri, namun kemudian mampu bangkit untuk menempuh jalur kehidupan yang sama sekali berbeda, kini harus berhadapan dengan realita bahwa tidak semua masalah dari masa lalu bisa dilupakan begitu saja. Yang sering terjadi justru ‘hantu masa lalu’ akan muncul menagih janji untuk penyelesaian hingga tuntas, demi masa depan yang berbeda. Dengan tetap mempertahankan gaya penuturan yang ceplas-ceplos dan mengundang tawa, penulis justru mampu menghadirkan kisah yang menghanyutkan dan membuat penasaran hingga akhir. And I just love when Heather Wells finally becoming ‘grown-woman’ without losing her sense of humour and her big-kind-heart (_) ... and Cooper too !!

~ Favorite Quote ~
“Menjadi orang tua adalah pekerjaan paling sulit dan paling menuntut di seluruh dunia. Hal terburuk yang bisa dilakukan seseorang adalah punya anak karena beranggapan itulah yang diharapkan dari merka, atau karena itulah yang dilakukan semua orang, atau karena mereka tak tahu mesti berbuat apa lagi dengan hidup mereka. Kalau sudah memutuskan untuk punya anak, kau harus berkomitmen seratus persen pada pekerjaan itu. Dan tak seorang pun boleh punya anak dengan tujuan agar ada yang membiayai mereka di hari tua. Itu salah satu alasan terburuk di dunia untuk punya bayi ... hampir sama buruknya dengan punya bayi untuk menyelamatkan pernikahan.” [ ~ Cooper to Heather | p. 343-344 ]
Tentang Penulis :
Meg Cabot ( nama aslinya Meggin Patricia Cabot ), lahir di Bloomington, Indiana, Amerika Serikat pada tanggal 1 Februari 1967. Ia merupakan penulis Amerika yang sangat produktif dalam menulis dan telah menghasilkan lebih dari 50 judul buku. Karyanya yang terkenal diantaranya seri The Princess Diaries, yang telah diangkat ke layar lebar oleh Walt Disneys Pictures dengan judul yang sama. Kemudian seri Mediator  tentang remaja yang memiliki kemampuan supranatural, serial detektif lewat Heather Wells Mystery, serangkaian chicklit, historical romance dan tentu saja seri Underworld yang merupakan adaptasi dari kisah Mitologi Yunani yaitu Persephone yang diculik oleh Hades – dewa penjaga gerbang kematian, dan dipaksa menemaninya tinggal di Underworld. Meg Cabot telah memperoleh banyak penghargaan atas karya-karyanya, hingga kini buku-bukunya terjual lebih dari 15 juta kopi, dan ia masih tetap giat menulis sampai kapan pun ...

 more about the author & related works, just check at here : Meg Cabot | on Goodreads | on Wikipedia | on IMDb  ]

~ This Post are include in 2014 Reading Challenge ~
253th Book in TBRR Pile

Best Regards,

Hobby Buku

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...