About Me

My photo

Bookaholic | Movies Addic | Love Travelling | Culinary Foodie | Book Blogging | Likes Music & Dance Performance

Translate

Monday, December 30, 2013

Books "THE MYSTERIOUS AFFAIR AT STYLES"

Books “MISTERI DI STYLES”
Judul Asli : THE MYSTERIOUS AFFAIR AT STYLES
[ book 1 of Hercule Poirot Series ]
Copyright © Agatha Christie 1920
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : Mareta
Desain Sampul : Dwi Koendoro
Cetakan VI : Januari 2003 ; 272 hlm ; ISBN 979-403-150-X
Rate : 3.5 of 5
~ Conclusion (at the bottom post) in English ~
[ Re-Blogged from HobbyBuku’s Classic ]
[ also read another edition ; my review at : HERE ]

Salah satu buku pertama dari rangkaian novel karya Agatha Christie yang juga menampilkan karakter favorit-ku Hercule Poirot, dimana kisah ini bisa dikatakan merupakan awal dan pendahuluan perjalanan beliau sebagai penulis kisah misteri ternama di dunia. Agatha Christie adalah salah satu penulis yang mempopulerkan genre penulis kisah detektif-misteri, yang lebih menekankan pada metode psikologis serta pemikiran secara logika, bukan sekedar pencarian jejak serta bukti-bukti fisik belaka. Meski ini merupakan buku pertama, terlihat sekali bahwa beliau telah mempersiapkan dasar-dasar yang kuat serta karakter menarik yang menjanjikan sebuah kisah unik dan tak terlupakan.
“Saya suka cerita detektif. Tapi banyak juga yang asal ditulis saja. Pelakunya ditemukan dalam bab terakhir. Pembaca dibuat merasa tolol. Padahal kalau benar-benar terjadi suatu tindakan kriminal – kita busa merasakannya. Maksud saya, orang-orang yang terlibat. Keluarganya. Mereka tidak bisa ditipu dengan mudah. Pasti ketahuan.” [ p. 15 ]
Dibuka oleh sosok Kapten Arthur Hastings ( 30 tahun ) – yang baru pulang dari medan perang dan menerima pensiun dini akibat luka-luka perang. Pertemuan tak terduga dengan teman lama, John Cavendish ( 45 tahun ) yang mengundangnya untuk berkunjung di rumah pedesaan milik keluarganya, Styles Court di Essex, Inggris. Kediaman yang cukup besar itu dibeli oleh Mr. Cavendish yang setelah meninggal, mewariskan seluruh harta miliknya pada sang istri Emily Cavendish yang jauh lebih muda. Akibatnya kedua anak tirinya, John dan Lawrence, harus tergantung pada ‘kemurahan-hati’ sang ibu tiri dan hidup bersama di kediaman tersebut.

Situasi semakin memanas saat sang ibu tiri menikah lagi dengan pria yang berusia hampir 20 tahun lebih muda. Kehadiran Alfred Inglethorp yang tak disukai hampir semua anggota keluarga serta penghuni Styles Court, merupakan suatu awalan dari rangkaian kejadian sekaligus tragedi mengerikan. Kedatangan Kapten Hastings sebagai kenalan lama sekaligus ‘pihak luar’ membuatnya mampu melihat aneka kejanggalan hubungan yang terjadi di dalam Styles Court. Dan sungguh tepat di saat tragedi menyerang, muncul sosok pria asing yang memiliki karakter sangat unik – detektif ternama dari Belgia yang mengaku ‘pensiun’ namun tetap memiliki ketajaman pikiran untuk mengungkap misteri pembunuhan di Styles Court.

Peran sosok Hercule Poirot yang juga sahabat Arthur Hastings, dua pria yang berbeda latar belakang serta karakter yang bertolak belakang, mampu menghidupkan alur kisah yang berjalan cukup cepat, dirangkai dengan aneka petunjuk yang membuat pembaca menebak-nebak, siapakah sang pembunuh berdarah dingin. Berbeda dengan kisah detektif pada umumnya (terutama pada awal kisah ini rilis), dimana pembaca diarahkan untuk mengumpulkan aneka bukti serta fakta yang mendukung untuk menangkap sang pelaku yang baru diketahui menjelang akhir kisahnya. Demikian pula kisah ini dibuat, namun dengan cara yang sedikit berbeda. Karena semenjak awal, telah dibuka ‘kartu-kartu’ untuk membedakan mana karakter antagonis maupun karakter protagonis, mana yang sangat sesuai sebagai tertuduh dan mana yang bukan.

Pemikiran secara umum (yang juga pasti tersirat dalam benak pembaca) diwakili oleh karakter Kapten Hastings, yang oleh Poirot sering diolok-olok tak memiliki imajinasi untuk melakukan analisis dengan tepat. Tindakan serta langkah-langkah yang diambil oleh Poirot juga cukup menakjubkan, karena ia melakukannya demi alasan kebaikan dan kemanusiaan, meski harus menunjuk pelaku yang salah. Poirot juga menunjukkan bahwa manusia tidak selalu bertindak, berbicara sesuai dengan kata hatinya, yang berarti untuk mengungkap kebenaran dibalik ‘kebohongan’ yang terjadi disekelilingnya haruslah dilakukan melalui analisa perilaku dasar dan sifat manusia. Rasa benci dan cinta merupakan hal yang sama, demikian pula kejujuran dan kebohongan, dan bisakah Anda menebak dengan tepat, karakter mana yang benar-benar melakukan apa yang diucapkan ?
“Ada apa, mon ami?”
“Tidak ada apa-apa,”...”Mereka berdua adalah wanita-wanita yang menyenangkan!”
“Tapi tak seorang pun untukmu?”
“Tak apa. Sudahlah. Kita mungkin akan mendapat yang lain. Siapa tahu? Lalu __”
[ ~ The Mysterious Affair at Styles | p. 272 ]
Conclusion :
The first book on Agatha Christie’s novel featuring Hercule Poirot and Arthur Hastings, its the case involving an old acquintance of Capt. Hastings, John Cavendish, who suppose to-be an heir of Cavendish’s Estate, a place named Styles Court. But her step mother, taking roles of the head-family after her husband dies. The relationship between her and two of her stepson, John and Lawrence are never quite good. Then she remarried by Alfred Inglethorp – a man who a lot younger, about 20 years age differences. John Cavendish who already married with Mary Cavendish, having troubles providing good income to his family, and he have to depend on the ‘mercy’ of his stepmother,

The Character of Emily Cavendish / Inglethorp who not only strong, stubborn and have opinion of her self, a little-bit self-control and manipulated regarding her family member, don’t the mention she also taking control of the power as the head of Cavendish / Inglethorp family, are easily become no. 1 enemy by everyone. But not everyone dare to challenge her or question her decision. And when she become victim of cold-murderer, who has advantance of her dead ... well the list are quite bigger, almost the entire family and member of Styles Court. If most people already taking presumption who is the prime-suspect, only Hercule Poirot standing against everyone and responsible for take someone else as suspect, capture, put into jail and must face the trials....but he did it to catch the real killer (sorry, a little-bit spoiler here).

The main theme or even the crime are not quite strong, if you looks precisely, the author even already put ‘the suspect’ at the beginning of the story. But still, the whole stories still interesting, and that’s because of Hercule Poirot roles, who not only playing as ‘good guy catching bad guy’ but rather complex as his perfection, to do the good-right thing for everyone, even when he choose a very strange and hard ways. Is all about the knowledge of humans-characteristic and personality, using psychological approach or the terms ‘using grey-cells’ by Papa Poirot ... something that makes mystery lover like me really love the story. And as Agatha’s fans, don’t you forget to read this book, because it will brings you a preluge to another great and unforgetable masterpiece of Agatha’s (another) book (^_^)

[ more about the author, check my post ALL ABOUT AGATHA CHRISTIE ]

This Post also include in


Best Regards,

Hobby Buku  

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...