Translate

Showing posts with label Jeffery Deaver. Show all posts
Showing posts with label Jeffery Deaver. Show all posts

Friday, January 31, 2014

Books "THE BONE COLLECTOR"

Books “KOLEKTOR TULANG”
Judul Asli : THE BONE COLLECTOR
[ book 1 of Lincoln Rhyme Series ]
Copyright © Jeffery Deaver, 1997
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : B. Sendra Tanuwidjaja
Desain Sampul : Marcel A.W.
Cetakan I : Desember 2007 ; 616 hlm ; ISBN 978-979-22-3374-2
Rate : 5 of 5

Sebuah tangan ditemukan mencuat di atas tanah dengan tubuh korban terkubur di dekat jalur kereta api yang terpencil di West Side, New York. Jari-jemarinya telah dikuliti hingga hanya tertinggal tulang bersimbah darah dengan cincin melekat di tulang jarinya. Hasil penyelidikan membawa korban pada laporan kehilangan dari dua orang penumpang yang terakhir diketahui menumpang taksi di bandara dan tidak pernah tiba di tujuan. Satu orang telah ditemukan tubuhnya, sedangkan yang seorang lagi bernama T.J. Colfax belum diketahui nasibnya. Petugas patroli Amelia Sachs yang pertama kali menemukan korban tersebut, tidak menduga bahwa hari terakhir masa dinasnya akan menjadi awal petualangan mengerikan yang tak terbayangkan. Korban penculikkan dari bandara itu merupakan rangkaian dari korban-korban berikutnya, dari sosok pembunuh jenius yang memiliki obsesi aneh dan meninggalkan petunjuk mengarah pada korban berikutnya.

Friday, March 9, 2012

Books "THE DEVIL'S TEARDROP"


Books “AIR MATA IBLIS”
Judul Asli : THE DEVIL'S TEARDROP
Copyright © 1999 by Jeffery Deaver
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : B. Sendra Tanuwidjaja
Cover by Eduard Iwan Mangopang
Cetakan ke-01 : Maret 2005 , 544 hlm 
Rate : 5 of 5

Sinopsis :
" Pada malam Tahun Baru 1999 sekitar pukul 09.00 pagi, seorang pembunuh yang disebut 'The Digger' melakukan penembakkan dengan senapan mesin berperedam ke tengah banyak orang di area stasiun metro yang padat. Sang pembunuh lolos tak terlihat jejak tanpa ada satu pun saksi mata, meninggalkan banyak korban tewas & terluka dalam kekacauan hebat. Satu jam kemudian, Wali Kota Gerald Kennedy menerima surat tuntutan meminta tebusan sejumlah 20 juta dolar yang harus diterima pada pukul 12.00. Jika tuntutan tidak dipenuhi maka si penulis surat akan memerintahkan The Digger beraksi kembali pada pukul 4, 8 dan tengah malam. 

Hanya si penulis surat yang dapat melakukan perintah terhadap The Digger - jika terjadi sesuatu pada si penulis surat maka The Digger akan terus beraksi. Kasus ini segera ditangani oleh FBI yang dikepalai oleh Agen Margaret Lukas sampai pada waktu penyerahan tebusan - si penulis surat tidak pernah muncul, karena ia Gilbert Havel pagi itu ditemukan meninggal dunia akibat tabrak lari. Sekarang masalah yang harus dihadapi bagaimana menemukan The Digger sebelum terjadi pembunuhan besar-besaran.

Parker Kincaid adalah ahli pemeriksa dokumen forensik, duda-cerai, ayah dari Stephie & Robby, bekerja di rumah sambil mengasuh anaknya. Parker dulunya bekerja secara aktif di FBI, tapi setelah terjadi insiden dimana salah satu tersangka berhasil menyusup kerumahnya & membuat trauma putranya Robby, maka ia memilih mengundurkan diri & bekerja di rumah hanya menerima tawaran penyelidikan dokumen sipil. 

Akan tetapi ketenangan dalam hidupnya segera berubah saat kedatangan Agen Margaret Lukas & Agen Cage meminta bantuannya karena satu-satunya yang tertinggal dari si penulis hanyalah secarik surat tuntutan. Awalnya Parker keberatan karena situasi kehidupan keluarganya akan terganggu, apalagi ia dipusingkan dengan adanya tuntutan dari mantan istrinya atas hak wali kedua anak mereka. Maka setelah mendapat jaminan penuh dari Margaret Lukas yang akan melindungi jati diri Parker beserta kedua anaknya, dimulai penelitian atas surat guna mencari tahu latar belakang yang dapat menuntun mereka pada The Digger.

Di tempat yang berbeda, The Digger yang tidak menerima berita baru dari sang otak perencana, melakukan sesuai instruksi semula, penembakkan kembali. Maka tim yang dibentuk oleh Agen Margaret Lukas terdiri dari Agen Cage, Agen C.P. Ardell, Agen Tobe Geller bagian komputer & komunikasi, Len Hardy - penghubung Kepolisian Distrik beserta Parker Kincaid harus memutar otak & berburu dengan waktu sebelum penembakkan berikut dilakukan. Surat yang ada segera dianalisa secara teliti dari segala macam aspek. Mulai dari analisa psikologi membentuk profil si penulis - jenis tinta yang digunakan - huruf & karakteristik tulisan yang menunjukkan ciri-ciri khusus - jenis kertas, dibuat dari bahan apa & dimana, semua sumber yang ada dicoba untuk menemukan hubungan yang lebih jelas. Parker Kincaid harus men-fokuskan pikirannya demi menemukan sedikit saja petunjuk. Dan gangguan melanda dirinya saat bekerja dengan Margaret Lukas, ia merasakan sesuatu yang lain yang sudah lama tidak dirasakan sejak terakhir berpisah dengan Joan, istrinya. Parker merasakan adanya daya tarik tersendiri dari diri Margaret Lukas.

Di tempat lain, Wali Kota Kennedy yang sedang risau akan pengaruh tindakan The Digger yang membawa dampak buruk terhadap posisinya menghadapi pemilihan berikutnya. Apalagi setelah sebelumnya terkena imbas masalah penyelewengan dana pendidikan. Maka Kepala Ajudan-nya  Wendell Jefferies, mencari akal dengan membuat perjanjian kerjasama dengan salah satu wartawan senior demi meningkatkan pamor Wali Kota dimata calon pemilihnya. Bahkan memanfaatkan salah satu situasi dimana dilakukan penyergapan The Digger di lokasi yang diperkirakan akan dijadikan target - dan tindakan sang Wali Kota hampir menghancurkan rencana yang telah disusun.

Tekanan yang dialami Margareth Lukas semakin berat dengan adanya gangguan dari sang Wali Kota. Dan juga perasaan resah yang tiba-tiba dirasakan denga kehadiran Parker, terlebih saat ia tidak mengindahkan peringatan sebelumnya mengenai penggunaan senjata di lapangan & hal tersebut nyaris membahayakan nyawa Parker. Disaat-saat genting, muncul informasi tak terduga dengan kedatangan seorang wartawan kriminal bernama Henry Czisman yang telah menyelidiki & menelusuri jejak The Digger - bahwa si penembak juga telah melakukan aksinya di kota-kota lain. 

Maka jejak yang samar-samar mulai tampak jelas & sasaran segera diburu. Sang pemburu menjadi yang diburu. Namun tidak semua yang tampak jelas adalah kenyataan. Karena sang otak dari rencana tersebut ternyata masih ada & ia mengendalikan The Digger pada rencana yang lain. Ancaman kematian tidak hanya pada masyarakat umum, tapi target khusus mulai dipasang, satu persatu anggota tim penyelidik menjadi korban, bahkan keluarga mereka - putra putri Parker tidak luput dari serangan. "

Kesan :
" Kisah dibuat dengan alur yang semakin lama semakin tegang & membelit dengan setting waktu yang membuat adrenalin serasa turut berkejaran dengan waktu - serta penuh kejutan yang tak terduga secara bergantian. Detil-detil khas penyelidikan forensik yang berbeda & menyegarkan. Benar-benar khas Jeffery Deaver "  

Best Regards, 
* HobbyBuku * 

Books "THE BLUE NOWHERE"


Books “DUNIA MAYA”
Judul Asli : THE BLUE NOWHERE
Copyright © 2001 by Jeffery Deaver
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : Andang H. Sutopo
Cover by Eduard Iwan Mangopang
Cetakan ke-01 : Mei 2004, 640 hlm 
Rate : 4 0f 5

Sinopsis :
" Wyatt Gillette, 29 thn,  seorang hacker muda sedang menjalani hukuman di Penjara Federal San Jose, California dengan tuduhan membuat program yang membahayakan bagi Departemen Pertahanan setelah berhasil menyusup masuk ke dalam program rahasia tentang pertahanan terbaru mereka - dan akibatnya kecil kemungkinan ia dapat bebas dalam waktu dekat. 

Namun dalam situasi yang tak terduga, Gillette mendapat kesempatan untuk keluar setelah menerima tawaran kerjasama dengan pihak kepolisian dalam menangani kasus pembunuhan yang melibatkan keahlian hacker setingkat dirinya yang luar biasa sehingga dijuluki ' wizard '.(=julukan kehormatan yang diberikan para hacker untuk mereka yang keahliannya telah mencapai tingkat tertinggi). Gillette menggunakan keahliannya dibawah pengawasan Dr. Anthony Anderson, kepala Computer Crimes Unit - CCU, letnan Kepolisian Negara Bagian California bekerjasama dengan Detektif Frank Bishop Divisi Pembunuhan yang ditunjuk untuk memimpin penyelidikan walau sebenarnya ia memilih untuk menangani kasus lain.

Kasus pertama yaitu pembunuhan terhadap Lara Gibson. pemilik website yang laris tentang bagaimana para wanita harus melindungi diri dari kejahatan. Sang pembunuhan berhasil mendekati korban dengan cara menyamar sebagai orang yang seakan-akan dikenal oleh korban setelah sebelumnya mencari tahu tentang segala hal termasuk rahasia yang hanya diketahui korban seorang diri - yaitu menyusup melalui komputer pribadi korban tanpa diketahui. Yang menjadi pertanyaan tidak ditemukan jejak sedikit pun tentang dimana atau bagaimana penyusupan tersebut dilakukan. Maka kemampuan Gillette ditantang untuk mengungkap hal tersebut.

Gillette yang biasa bekerja seorang diri, sekarang harus bekerja dengan tim CCU yaitu Linda Sanchez, Tony Mott, Stephen Miller yang dipimpin oleh Anderson & juga menyesuaikan diri dengan Frank Bishop yang tampak acuh beserta rekannya Bob Shelton yang telah menunjukkan antipati sejak awal bertemu Gillette. Selain itu mereka juga melibatkan bantuan konsultan ahli di luar kepolisian bernama Patricia Nolan. Dari hasil penelitian awal, Gillette menemukan bahwa pembunuhan Lara Gibson bukanlah yang pertama, telah ada pembunuhan-pembunuhan lain sebelumnya - persamaannya adalah tanggal kejadian yang dipilih berkaitan dengan sejarah komputer. Dalam penyelidikan yang lebih dalam terjadi pembunuhan lagi, korbannya adalah Anderson yang sedang mengikuti seseorang yang diduga tersangka namun ternyata calon korban lain bernama Peter Fowler. 

Kejadian ini mengguncang tim CCU yang kehilangan pimpinan mereka & Gillette terancam dikembalikan ke penjara karena terjadi pembentukkan tim penyelidik baru. Namun Frank Bishop yang meminta untuk memimpin melanjutkan penyelidikan mengikut-sertakan keahlian Gillette kembali. Dari informasi Gillette diketahui bahwa pembunuhan-pembunuhan yang terjadi mirip dengan permainan game Access di komputer dimana pembunuhan menggunakan pisau untuk menikam di dada, memanfaatkan tanggal-tanggal istimewa & mencari korban yang susah dibunuh - semakin sulit aksesnya semakin tinggi skor nilai & semakin tinggi level si pemain atau dalam kasus ini game Access telah dibawa dalam ke dunia nyata oleh si pembunuh - yang kemudian diketahui bernama 'Phate' dalam dunia maya & ia memiliki program mengerikan bernama Trapdoor yang mampu menyusup kedalam komputer korban guna mencari kelemahan yang dapat digunakan sebelum menghabisi korban-korbannya.

Pencarian tentang 'Phate' akhirnya membawa penyelidikan terhadap seseorang bernama Jon Patrick Holloway yang sesuai dengan data & profil tersangka. Ia terkenal di kalangan dunia maya terutama karena terlibat dalam pembentukkan cybergang Knights of Access bersama rekannya Valleyman yang sempat menimbulkan kerusakkan parah dengan mematikan akses 911 (=bantuan darurat untuk medis) di kota Oakland selama 2 hari sehingga banyak memakan korban tak bersalah. Walau latar belakang 'Phate' mulai terbentuk namun berkas-berkas penting tentang data dirinya terhapus & hilang secara aneh sehingga keberadaannya tak diketahui.

Belum selesai pengejaran terhadap 'Phate' memanfaatkan informasi dunia maya dari seseorang dengan julukan 'Triple X' - terjadi pembunuhan di St. Fancis Academy melibatkan seorang siswa bernama Jamie Turner, jenius & hacker muda berusia 15 thn yang disergap serta diancam & menyaksikan pembunuhan terhadap kepala sekolahnya. Tersangka hampir tertangkap namun lolos di depan mata pengejarnya, jejak-jejak yang ada dihapus kembali dengan sengaja. Hal ini membuat kecurigaan bahwa rekan Phate dengan julukan Shawn yang memberikan bocoran informasi adalah mata-mata di dalam tim penyelidik kasus ini. Apalagi saat Bob Shelton menemukan bahwa Valleyman sebenarnya adalah Wyatt Gillette, & bertepatan pada saat itu Gillette menghilang dari markas CCU, melarikan diri setelah mematikan sistim pencarian atas dirinya. Gillette bebas untuk sementara waktu karena ada misi penting yang harus dilakukan - menemui mantan istrinya Elena yang masih dicintai.

Kebebasan Gillette benar-benar hanya sementara dengan penangkapan kembali dirinya setelah bertemu dengan Elena. Namun harga yang harus dibayar cukup mahal. Selain fakta bahwa Elena hendak pindah keluar kota bersama seseorang bernama Ed, sebagian rekannya sulit untuk mempercayai kembali dirinya. Apalagi saat Phate yang sedang mengerjakan korban berikutnya siswi Junipero Serra School Samantha Wingate, mendapat informasi dari Shawn bahwa Valleyman mantan rekannya yang mengkhianati dirinya, sekarang bekerjasama dengan kepolisian untuk menangkap dirinya. Maka Phate membatalkan Samantha sebagai korban & memilih korban baru yang lebih menantang - Wyatt Gillette.

Phate tidak segan-segan dalam membuat rencana menghancurkan Valleyman atau Wyatt Gilllette. Mulai dari penyusupan yang membuat Kepemimpinan Kepolisian mendadak berganti pimpinan yang akhirnya menghubungi pihak Departemen Ketahanan yang bersikeras mengembalikan Gillette sebagai tersangka berbahaya kedalam tahanan, juga membuat Frank Bishop & timnya kalang kabut saat diketahui nyawa istri Frank yang berada di rumah sakit dalam bahaya, mengejar tersangka yang ditemukan jejaknya berada di suatu lokasi kamar hotel yang ternyata merupakan jebakan dengan memasang bom di tempat tersebut, bahkan berhasil memecah belah tim dengan memanfaatkan kecurigaan diantara mereka & terbukti bahwa masing-masing orang ternyata memiliki rahasia tersendiri yang cukup kelam. 

Menghadapi lawan yang sebanding, baik Phate maupun Gillette pribadi harus memutar otak satu dengan yang lain. Bahkan di saat-saat terakhir dimana keduanya mampu berhadapan muka satu dengan lainnya - pertarungan sengit terjadi tanpa menduga akan munculnya lawan-lawan lain yang memiliki agenda tersendiri, bahkan mereka juga tidak segan-segan menghabisi nyawa seseorang demi kelangsungan tujuan masing-masing. Satu-satunya jalan untuk selamat - Jangan pernah berhenti & waspada selalu karena lawan akan muncul di saat yang tak terduga. Kawan bisa menjadi musuh demikian pula sebaliknya. "

Kesan :
" Walau banyak istilah-istilah yang asing bagi orang awam, namun tidak mengurangi keasyikkan membaca kisah ini & sebagaimana karya Jeffery Deaver, alur cepat tanpa putus membuat adrenalin & rasa penasaran untuk menuntaskan kisah ini, apalagi senantiasa muncul kejutan-kejutan tentang kebenaran dari tokoh-tokoh yang ada. "

Best Regards, 
* HobbyBuku * 

Books "SPEAKING IN TONGUES"


Books “LIDAH TAK BERTULANG”
Judul Asli : SPEAKING IN TONGUES
Copyright © 1999 by Jeffery Deaver
Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : B. Sendra Tanuwidjaja
Cetakan ke-01 : September 2008 ; 448 hlm
Cover by Marcel A.W. 
Rate : 4

Sinopsis :
Tate Collier, seorang pengacara terkenal, mendadak melakukan perubahan  drastis dalam kehidupannya. Ia mengundurkan diri dari gemerlap kota besar, berpisah dengan istri serta meninggalkan putrinya, memilih hidup di tanah pertanian warisan keluarganya di pedalaman Virginia hanya ditemani seekor anjing kesayangan.

Tak ada yang mengetahui alasan dibalik tindakan Tate tersebut, termasuk putri tunggalnya Megan – yang hanya bertemu saat kunjungan mingguan di kediaman Tate. Perpisahan antara Tate dengan ‘Bett’ Beatrice Susan McCall membawa dampak pada perkembangan pribadi Megan hingga menjadi anak pemberontak, bergaul dengan orang-orang yang ‘salah’ & pada akhirnya setelah nyaris tewas dalam suatu kejadian memalukan – Megan diwajibkan menjalani konsultasi terapi dengan Dr. Hanson, seorang psikoterapi. Dan mimpi-mimpi buruk yang senantiasa membayangi Megan semakin menjadi, bahkan Megan seringkali meragukan ‘kewarasan’ dirinya & semua mengalami perubahan saat kehadiran Dr. Bill Peters yang menggantikan Dr. Hanson untuk sementara waktu karena harus mendampingi ibunya yang mengalami kecelakaan. Megan menaruh kepercayaan pada Dr. Bill Peters yang tampan serta simpatik & mengungkapkan isi hatinya yang terdalam, kemarahan terhadap ayah-ibu-bahkan tunangan baru ibunya, hubungannya dengan kekasih berkulit hitam, serta semua hal yang dirahasiakan selama ini dituangkan dalam tulisan yang ditujukan kepada Tate serta Bett … dan setelah Megan selesai mengungkapkan semua rahasia kelam tersebut, ia dibius & dibawa pergi oleh Dr. Bill Peters.

Di tanah pertaniannya, Tate yang sedang menanti kedatangan Megan sebagai kunjungan rutin, menemui keanehan serta kejanggalan di kediamannya. Dan saat kedatangan Bett tanpa disertai Megan, maka Tate memutuskan menghubungi temannya, Detektif Dimitri Konstantinatis aka Konnie dari Kepolisian County Fairfax. Dari hasil penyelidikan sementara ditemukan bahwa pakaian-pakaian Megan beserta ranselnya hilang, dan ditemukan jadwal kereta menuju New York plus terdapat kertas-kertas berisi tulisan Megan-penuh kemarahan & kata-kata kasar terhadap Tate maupun Bett, maka disimpulkan bahwa Megan sengaja menghilang, lari dari kedua orang tuanya. Baik Tate maupun Bett shock – terutama saat membaca surat Megan terhadap mereka. Namun hati kecil Tate merasakan suatu kejanggalan, sehingga ia memutuskan melakukan penyelidikan menelusuri jejak Megan.

Berdua dengan Bett, Tate berusaha mendapatkan informasi tentang putri mereka, mulai dari berusaha  menemui Amy Walker-sahabat Megan, dan anehnya tidak dapat ditemui setiba mereka dikediaman keluarga Walker. Kemudian saat mencari Dr. Hanson ternyata ia ditangkap saat ditemukan melakukan pembunuhan terhadap diri ibunya, Greta Hanson. Bahkan saat berusaha mencari Robert Eckhard, guru voli Jefferson High-sekolah Megan, ia diciduk pihak berwajib dengan tuduhan sebagai tersangka ‘pedofil’ – padahal ia salah saksi yang dapat mengenali kendaraan yang telah menguntit Megan selama beberapa waktu. Bahkan bekas pacar Megan, Joshua LeFevre juga menghilang & tidak dapat dihubungi. Tate & Bett dihadapkan pada kenyataan pahit bahwa kehidupan yang mereka jalani tidak seperti yang selama ini tampak diluar, bahwa banyak kekecewaan diantara mereka & sekarang kegetiran tersebut membawa putri mereka ke jalan yang kelam.

Tanpa disadari terutama oleh Tate bahwa pemicu kejadian tersebut berakar dari masa lalu yang dihindarinya, masa lalu yang membuat Tate mengambil langkah meninggalkan karirnya sebagai Penuntut Umum yang cemerlang & menyepi di pedalaman hanya menangani kasus-kasus kecil. Tate Collier yang dijuluki sebagai ‘iblis lidah-perak’ karena kepiawaiannya dalam membujuk & mengarahkan pendengarnya sehingga kasus-kasus hukuman mati yang ditangani selalu menang – akhirnya mengalami ‘kejatuhan’ saat hati nurani dirinya tak mampu menerima akibat dari perbuatannya.

Penculik Megan McCall dikenal dengan nama Dr. Bill Peters, namun ia juga dikenal dengan nama William McComb-agen FBI Unit Anak Hilang & Ekploitasi atau menjadi siapapun juga demi kelancaran pelaksanaan rencananya. Nama sebenarnya adalah Dr. Aaron Matthews, ia seorang psikoanalisis & pandai memanipulasi pikiran orang lain … dan saat ini ia mengerahkan segenap kemampuan & pikirannya hanya pada satu tujuan : membalas dendam pada Tate Collier yang telah mengirim putra tunggalnya Peter Matthews ke vonis hukuman mati atas pembunuhan beberapa pasien Rumah Sakit dimana ia praktek & tempat dimana Peter dirawat.

Aaron Matthews akan menyekap Megan & membuat Tate merasakan penderitaan  sebagaimana dirinya saat kehilangan Peter untuk selamanya. Aaron menyusup masuk ke dalam kehidupan Tate, meracuni pikiran Megan bahwa kedua orang tuanya tidak memperdulikan bahkan membenci kehadiran dirinya, membuat Betty Sue terpaksa berpisah dengan tunangannya Brad Markham dengan cara yang memalukan, bahkan penyebab tertangkapnya Dr. Hanson, Robert Eckhard & percobaan pembunuhan terhadap Joshua LeFevre yang mencoba menyelamatkan Megan bahkan mengalihkan tuduhan pembunuhan sadis Amy Walker terhadap diri Tate setelah ia berhasil memperdaya Detektif Konnie untuk memperoleh bukti-bukti hasil penyelidikkan atas hilangnya Megan & menjebak Konnie atas peristiwa tabrak-lari yang menimbulkan korban jiwa.

Tate Collier akhirnya menyadari bahwa rahasia kelam yang menyebabkan kehidupannya berubah dratis beberapa tahun lampau – kini menghadang dirinya & nyawa Megan, seseorang yang dikasihinya tergantung pada bagaimana ia menemukan & menghadapi seorang psikopat berbahaya yang sangat cerdik. Saat kedua orang yang memiliki kemampuan ‘lidah tak bertulang’ saling berhadapan, hanya satu cara yang dapat mengalahkan lawan masing-masing – membuka rahasia terkelam dari kehidupan masing-masing, rahasia yang sangat menyakitkan karena merupakan Fakta akan Kebenaran & Kejujuran.

Kesan :
Sekali lagi Jeffery Deaver mampu menghadirkan karya yang berbeda sekaligus mencekam. Dengan setting & plot waktu yang cepat, pembaca dibawa memasuki dunia dimana kehidupan manusia sebenarnya. Jika semua atribut seperti status sosial, pekerjaan, kekayaan, warna kulit, agama & keyakinan, kenalan & relasi, semua dihilangkan maka yang tertinggal hanya pribadi itu sendiri. 

Mengambil sosok Tate Collier & Dr. Aaron Matthews sebagai tokoh utama, penulis membawa kita untuk melihat sampai sejauh mana manusia mampu berbuat bahkan menyakiti orang-orang yang dikasihi demi alasan untuk melindungi namun justru berbalik menjadi boomerang yang menghancurkan. Baik Tate maupun Aaron mengambil keputusan yang merubah kehidupan mereka & saat langkah yang diambil membawa akibat yang tak terduga & berpengaruh pada kehidupan orang lain, mereka melarikan diri dari tanggung jawab dengan dalih bahwa kesalahan bukanlah 100% ada ditangan mereka, dan pada akhirnya mereka pun harus saling berhadapan dengan Kebenaran.

Dibuka dengan kisah “Beruang-Beruang Yang Berbisik” – suatu kisah menunjukkan betapa rentan jiwa manusia hingga mudah terpedaya oleh kasak-kusuk yang tidak diketahui kebenaran. Lewat pencerminan karakter Tate Collier yang bersembunyi dibalik luka hati akibat perselingkuhan istrinya, berimbas pada kepahitan yang tanpa disadari tercermin pada sikapnya terhadap Megan, sebagaimana seringkali orang dewasa / orang tua melupakan kepekaan & kehalusan perasaan seorang anak kecil, maka luka tersebut turut membekas pada hati Megan yang membuatnya membenci ayahnya sebagai tameng karena kehilangan rasa cinta yang dirindukannya. Sebagaimana banyak orang melakukana kesalahan, Tate hanya memenuhi kebutuhan ‘keluarga’ secara fisik namun pemenuhan rohani dilupakan, yang menyebabkan kekosongan dalam hati Tate.

Ketidak-dewasaan Betty Sue dalam menghadapi berbagai hal yang mengecewakan dirinya, kehilangan cinta sejati akibat perselingkuhan dirinya membuat sosok seorang Ibu hilang & menjadi seorang wanita yang mencari perlindungan diantara pria-pria lain. Sedangkan Megan, gadis berusia 17 tahun, di masa akil-balik justru dihadapkan bahwa kehidupannya yang masih sangat panjang terasa menakutkan karena tiada seorang pun yang menginginkan dirinya, bahkan saat Joshua LeFevre, pria kulit hitam yang menawarkan cinta sepenuhnya justru membuat dirinya merasa tidak nyaman ( Megan menyebut dirinya sendiri Megan Sinting, sebagai ekspektasi yang ia pikirkan atas penerimaan dirinya ).

Demikian pula sosok Aaron Matthews, yang mencari pembenaran dalam tindakan menuntut keadilan, ia menganggap bahwa Tate yang bersalah atas kematian Peter, namun sesungguhnya Peter telah lama mati justru akibat perbuatan ayahnya, tindakan Tate hanyalah jalan yang membuka alternatif lain dalam sejarah kehidupan Peter Matthews. Aaron bermain dengan api untuk merubah nasibnya, jika Sang Pencipta mampu melakukan perubahan, mengapa dirinya sebagai prototype tidak mampu melakukan hal yang sama ? Maka kejatuhan pada akhirnya yang terjadi pada diri Aaron Matthews. Ia ingin Tate merasakan luka hati & keluarganya terpecah belah,  dan ternyata luka hati masing-masing justru mempersatukan keluarga yang terpisah – keluarga yang terbentuk bukan dari hubungan darah langsung namun ternyata kuat dalam kasih & keyakinan.

Ini kisah dimana masing-masing pihak mencari perhatian, penghargaan & pengakuan akan dirinya, dan pada akhirnya ditemukan pemahaman bahwa untuk dihargai & dicintai tidak membutuhkan hubungan kekerabatan asalkan mau memberikannya terlebih dahulu dengan segenap hati, seperti juga hubungan manusia dengan Pencipta-Nya.

Jika dalam The Bone Collector atau Devil’s Teardrop, penulis banyak memberikan detil-detil penyelidikan forensic, dan dalam Blue Nowhere membahas tentang kehidupan social & pribadi seorang hacker, maka lewat Speaking In Tongues bukanlah sekedar kisah thriller semata, tapi membuka pemahaman akan sifat-sifat dasar manusia yang senantiasa memiliki kesamaan dimanapun berada. Walau bukan sejenis kisah filosofi, setelah selesai membaca, mau tidak mau pikiran pun terbawa, mengesampingkan segi dramatisasi - kisah ini bisa terjadi pada siapa saja bahkan pada diri kita semua. 

Best Regards, 
* HobbyBuku * 

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...