Translate

Showing posts with label Siska Yuanita. Show all posts
Showing posts with label Siska Yuanita. Show all posts

Tuesday, January 15, 2013

Books "THE ASSOCIATE "



Books “THE ASSOCIATE”
Judul Asli : THE ASSOCIATE
By John Grisham
Copyright © 2009 by Belfry Holdings, Inc.
Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : Siska Yuanita
Cetakan I : Januari 2011 ; 552 hlm
Cover by Eduard Iwan Mangopang
Rate : 3,5

Kyle McAvoy – salah satu lulusan terbaik Yale, dengan pengetahuan serta latar belakang pendidikannya, bersedia membantu siapa pun, aktif di liga anak-anak, memiliki masa depan cerah serta penawaran dari berbagai biro hukum ternama untuk bergabung sebagai associate. Dibesarkan dengan idealisme tinggi serta rasa keadilan terhadap hukum peradilan, ia berniat bergabung dengan biro hukum yang bergerak membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan hukum, terlepas dari besarnya profit yang akan ia terima seandainya ia menerima tawaran salah satu biro hukum terkemuka. Namun semua impian serta cita-cita itu lenyap, ketika suatu hari ia didatangi pria yang menamakan dirinya sebagai Bennie Wright. Pria ini menjebak Kyle dengan tipuan sebagai agen federal, namun akhirnya mengintimidasi Kyle untuk menuruti kemauannya.

Books "THE BROKER"



Books “SANG BROKER”
Judul Asli : THE BROKER
By John Grisham
Copyright © 2005 by Belfry Holdings, Inc.
Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : Siska Yuanita
Cetakan I : Februari 2007 ; 600 hlm
Cover by Marcel A.W.
Rate : 4,5

Presiden Arthur Morgan harus menghadapi kenyataan pahit, beliau tidak akan terpilih kembali bahkan harus meninggalkan jabatannya sebelum masa bakti berakhir guna menghindari konflik serta dipermalukan lebih lanjut. Tapi sebelum meninggalkan Oval Office, beliau melakukan beberapa hal yang akan berpengaruh pada pemerintahan selanjutnya. Salah satunya, beliau mengabulkan pengampunan hukuman terhadap Joel Backman – tahanan federal yang dihukum seumur hidup. Tindakan ini mengundang protes keras karena sangat kontroversial. Joel Backman merupakan  broker berkuasa 6 tahun silam, ketika ia mengumumkan telah memiliki kuasa atas teknologi rahasia atas sistem satelit pengintai yang canggih. Hal itu memicu berbagai reaksi negara-negara berkuasa yang meng-klaim memiliki atau berniat membeli sistem tersebut. Hingga berbagai peristiwa aneh disertai kematian beberapa pihak yang terkait dengan rahasia itu, maka Joel Backman memilih keselamatan dirinya dengan mengaku bersalah dan dikurung di penjara federal.

Friday, March 9, 2012

Books "NEXT"


Judul Asli : NEXT
Copyright © 2006 by Michael Crichton
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : Gita Yuliani K.
Editor : Siska Yuanita
Cover by Eduard Iwan Mangopang ; photos © Shutterstock/Eric Isselee
Cetakan ke-01 : April 2009 ; 488 hlm 
Rate : 3,5 of 5

Prolog : 
Michael Crichton adalah salah satu penulis produktif yang senantiasa memberikan ‘kesegaran’ dalam setiap karyanya, terutama karena keberaniannya mengemukan topik-topik baru yang terkadang dianggap kontroversial oleh masyarakat umum. Namun sebagai salah satu pecinta karya beliau, untuk tema novelnya yang berikut ini, dapat saya katakan bahwa walau pun tema perkembangan tehnologi bidang genetika sudah sering diangkat dalam karya-karya tulisan lain – namun Michael Crichton mampu menyajikan suatu karya fiksi yang berdasarkan riset mendalam tentang dunia genetika … dan hasilnya sungguh mengejutkan & di luar dugaan. Yang jelas saya sangat menikmatinya & semoga ‘sekilas info’ yang dapat disajikan ini mampu memberikan garis besar dari novel fiksi-sains yang kontroversial ini …

Sinopsis :
Adegan dibuka dengan pengejaran terhadap salah satu ilmuwan yang telah ‘menyelundupkan’ keluar embrio-embrio beku untuk dijual pda pihak tertentu, yang berakhir dengan tewasnya si ilmuwan tanpa dapat menangkap pembelinya.

Kemudian dengan memberikan latar belakang akan beberapa tokoh yang berperan dalam kisah ini, mulai dari perebutan  kekuasaan antara Rick Diehl & Jack Watson dalam BioGen Research Inc. ditingkahi dengan adanya gugatan hukum serta pengejaran terhadap Frank Burnet serta keturunannya, semuanya demi mendapatkan uang serta kekuasaan dalam kancah bisnis tehnologi tinggi.

Antara yang memburu & diburu, hampir tak ada perbedaan, masing-masing memiliki keyakinan bahwa apa yang dilakukan adalah benar adanya – mengatas-namakan demi pengembangan pengetahuan & kemajuan jaman, membuat mereka lupa akan kodrat alami sebagai makhluk hidup terutama rasa kemanusiaan seakan lenyap ditelan ketamakan. Dan di tengah keributan & kekacauan tersebut, muncul suatu fenomena yang cukup menyentuh, hadirnya Dave – primate yang lahir dari hasil rekayasa genetika antara manusia & simpanse. 

Henry Kendall, salah satu ilmuwan yang tanpa disengaja berperan dalam terciptanya makhluk baru ini, bahkan dapat dianggap ia adalah ayah dari Dave. Dave adalah primate yang spesial karena ia mampu berkomunikasi layaknya manusia & perkembangan otaknya sungguh luar biasa. Terlebih ia memiliki ‘perasaan yang peka’ serta keingin-tahuan yang tinggi ( yang terkadang justru membawa masalah ).

Saat Henry melihat Dave pertama kali, ia tahu bahwa tugasnya ( dan ditekankan dengan adanya perintah dari pimpinan ) bahwa ia harus melenyapkan Dave. Namun hati nurani Henry tergerak apalagi Dave merupakan makhluk yang sangat spesial, hingga ia mengambil langkah lain : melarikan Dave dari institusi dan membawanya ke rumah bertemu dengan keluarganya. 

Reaksi Lynn Kendall, istrinya serta kedua anaknya ternyata tidak sesuai perkiraan. Walau pun shock dan terganggu atas kenyataan bahwa Dave adalah ‘keturunan’ Henry, namun rasa iba Lynn justru menang dan ia ‘mengangkat’ Dave sebagai anaknya ( reaksi Dave terhadap Lynn saat pertemuan pertama sungguh menyentuh, mengingat Dave ditinggal mati oleh ibunya saat kelahiran ) dan Lynn pula yang mengambil inisiatif untuk mencoba memperlakukan Dave sebagai anak laki-laki ‘normal’ dengan menyekolahkan Dave bersama putranya Jamie.

Kerumitan yang dihadapi oleh keluarga Kendall, juga dialami oleh Alex Burnet saat ia dihadapkan pada komplotan misterius yang bertujuan menculik anaknya, Jamie Burnet demi mendapatkan sel-sel jaringan tubuhnya. Komplotan tersebut disewa oleh Rick Diehl guna membawa keturunan Burnet agar dapat diambil jaringan tubuhnya, karena rusaknya simpanan jaringan di laboratorium BioGen Research ( akibat perbuatan Brad Gordon, kemenakan Jack Watson yang diperalat dalam melakukan segala pekerjaan kotor ) dan Frank Burnet tiba-tiba menghilang tanpa diketahui keberadaannya. Dalam pelariannya, Alex meminta bantuan sahabat lamanya – Lynn Kendall, dan dua keluarga yang berbeda bersatu melawan korporasi perusahaan raksasa demi membela hak ‘orang-orang’ yang mereka cintai.

Beberapa tokoh yang berperan penting dalam kisah ini :
( Richard ‘Rick’ Diehl ) : CEO dari BioGen Research Inc. di Los Angeles – sebuah perusahaan yang khusus menangani pengembangan genetika. Dobrakan awal dengan membeli hak atas pengembangan sel-sel Burnet ternyata berdampak lain pada masa depan perusahaan apalagi dengan adanya gugatan hukum dari Frank Burnet. Hal ini memaksa Rick menerima tawaran investor luar yaitu Jack Watson – yang ternyata memiliki agenda tersendiri dari sekedar investor biasa. Rick terbelit masalah keuangan yang membuatnya mengambil tindakan ‘nekad’ termasuk menyewa kawanan untuk ‘menculik’ keturunan Frank Burnet demi memperoleh sel-sel jaringan yang ia akui dimiliki secara hukum.   

( Jack B. Watson ) : salah satu kapitalis modal ventura terutama dalam investasi tehnologi canggih, investor utama pada BioGen Research, yang meminat untuk mengembangkan penelitian pribadinya dengan menguasai & memanipulasi pengetahuan serta mengambil hasil penelitian para ilmuwan. Jack melakukan segala cara demi memperoleh keinginannya, namun justru di saat maut menghadang di depan mata – tak satu pun baik uang maupun kekuasaan mampu memberikan apa yang diinginkannya : kesehatan secara alami.

( Frank M. Burnet ) : seorang pria biasa yang suatu hari didiagnosa menderita kanker sumsum tulang & hidupnya tidak akan lama berlangsung. Ketakutan & khawatir membawanya pada Dr. Michael Gross dari UCLA yang terkenal mampu menangani kasus-kasus berat seperti itu. Berkat perawatan intensif yang dilakukan maka dalam beberapa bulan Frank merasa kondisinya mulai membaik, namun sang dokter tetap memintanya datang rutin beberapa bulan sekali untuk peninjauan atas kondisinya. Kecurigaan atas penelitian & pengambilan sel-sel jaringan tubuhnya secara rutin, membuat Frank akhirnya melakukan sedikit penyelidikan. Kemudian diketahui ternyata Dr. Michael Gross telah memperjual-belikan sel-sel jaringan tubuh Frank kepada BioGen Research karena Frank memiliki kelebihan karena tubuhnya memproduksi “cytokine”, suatu zat-zat kimia kuat yang dapat memerangi sel-sel kanker. Ia mengajukan gugatan hukum terhadap University of California (UCLA) atas penyalah-gunaan sel-sel yang diambil dari tubuhnya tanpa sepengetahuannya untuk penelitian yang kemudian ternyata dikomersialkan untuk memproduksi obat-obatan yang mahal bernilai miliaran. Saat kasusnya diambang kekalahan, datang sebuah tawaran tak terduga dengan nilai uang yang sangat tinggi, syaratnya : ia harusmenghilang & meninggalkan keluarganya.

( Alex Burnet ) : seorang pengacara & putri Frank Burnet, saat ia berusaha membantu ayahnya dalam kasus melawan konspirasi perusahaan raksasa, timbul masalah-masalah baru yang tak disangka-sangka akan merubah persepsi hidupnya. Ayahnya tiba-tiba lenyap tanpa jejak hanya mengatakan hendak pergi ‘menyepi’, kemudian ada komplotan yang memburu dirinya serta putranya hingga ia terpaksa melarikan diri dari kota ke kota. Saat ia bertemu dengan teman lamanya Lynn Kendall, ia menyusun strategi bagaimana melawan musuh-musuh yang tampak tak terkalahkan …

( Henry A. Kendall ) : ilmuwan di laboratorium Radial Genomics Inc. UCLA di San Diego, yang suatu hari dikejutkan oleh telepon dari NIH ( National Institutes of Health) di bawah pimpinan Dr. Robert Bellarmino ( anggota konggres yang senantiasa menyerukan anti penyalah-gunaan rekayasa genetika, namun justru perusahaannya berperan penting dalam setiap rekayasa genetika antar ras baik legal maupun illegal ), yang mengabarkan akan adanya Dave : makhluk hasil rekayasa genetika yang melibatkan gen Henry Kendall. Semenjak Henry melihat Dave, kehidupan tidak pernah sama kembali dan ia harus mempersiapkan diri serta keluarganya menghadapi masa depan yang tak jelas mengarah kemana.  

( Dave ) : Dave adalah hasil rekayasa genetika antara manusia & simpanse yang membuatnya menjadi makhluk bertubuh mirip simpanse dengan sedikit kemiripan sebagai manusia, di sertai dengan otak & penalaran manusia dan mampu berkomunikasi dengan sangat baik. Petualangan Dave dimulai semenjak ia dilarikan dari laboratorium oleh ayahnya – Henry Kendall, yang berusaha menyelamatkan makhluk spesial tersebut dengan membawanya dalam kehidupan keluarganya. Beruntung keluarga Kendall termasuk istri Henry bersedia menerima bahkan mengasihi Dave layaknya anggota keluarga. Namun perjuangan Dave untuk beradaptasi dengan lingkungan masyarakat umum mendapat kendala & acapkali membahayakan jiwa Dave.

( Gerard ) : kakaktua kelabu Afrika yang telah mendapat suntikan transgen manusia saat masih bayi, dan sekarang ia menjadi burung kakaktua yang bukan hanya pandai menirukan segala macam suara, tetapi jika mampu berpikir & berhitung matematika secara cepat. Petualangan Gerard dimulai saat ia ‘dilepas’ oleh suami Gail Bond – ilmuwan yang meneliti perkembangan Gerard di kediamannya, Gerard harus hidup di dunia luar yang keras ( sempat diculik beberapa kali, hampir menjadi santapan binatang liar ) dan akhirnya perjumpaannya dengan rombongan keluarga Kendall & Burnet yang mengejar komplotan yang salah menculik Jamie Kendall, dimana sasaran yang dituju adalah Jamie Burnet. 

Sedikit Kesan Tambahan :
Dari novel ini penulis berusaha memberikan sebanyak mungkin fakta-fakta tentang terjadinya penyalah-gunaan tehnologi genetika yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu. Adanya hukum-hukum yang seharusnya melindungi hak-hak pribadi justru dimanfaatkan bagi kepentingan badan-badan korporasi guna mendapatkan jaringan-jaringan tubuh manusia. Simak pada bagian dimana permainan yang dilakukan oleh petugas koroner kamar mayat, bahkan tubuh korban masih menjadi komoditas sumber mencari kekayaan dengan menjual bagian-bagian tubuh mayat tanpa sepengetahuan & seijin keluarga korban ( tulang kaki diganti dengan pipa atau kayu ). Pemikiran logis dengan etika serta kehormatan menjadi rancu karena masing-masing memilih argumentasi serta agenda tersendiri.

Dikatakan pula bahwa seiring dengan perkembangan tehnologi dan demi kemajuan ilmu pengetahuan baik di bidang sains, tehnologi maupun kesehatan, maka dibutuhkan pengorbanan dari orang-orang yang menjadi ‘korban penelitian’ baik mereka sadari maupun tidak. Jika segala tindakan tersebut berlindung di balik ‘tameng’ demi kemajuan & kebaikan banyak orang, maka penulis mencoba mengingatkan kita akan segelintir ‘korban’ yang sering kali tak tampak karena dari mereka-lah dicapai keberhasilan akan suatu penelitian.

Berarti kembali pada diri kita masing-masing sebagai pribadi, sejauh mana kita berperan serta, aktif maupun pasif, namun yang harus senantiasa diingat … senantiasa cek-ulang dengan hati nurani kita, terlebih sebagai manusia kita adalah makhluk ciptaan-Nya yang berbeda ; karena kita diberi kebebasan untuk memilih dan menentukan langkah serta keputusan yang kita ambil, yang membedakan kita dengan makhluk ciptaan-Nya yang lain.

Tentang Penulis :
Ia dilahirkan di Chicago, Illinois, pada tanggal 23 Oktober 1942, lulusan Harvard College dan Harvard Medical School. Selain menulis novel dan buku-buku nonfiksi, ia juga menyutradarai beberapa film, di antaranya Coma, Westworld, dan The Great Train Robbery. Buku-bukunya telah diterjemahkan ke dalam 30 bahasa dan banyak pula yang difilmkan, di antaranya Congo, Sphere, Airframe, Disclosure, Jurassic Park, Timeline. Ia juga kreator dan eksekutif produser seri televisi ER yang sukses di beberapa negara, termasuk Indonesia. Kegandrungannya pada teknologi terutama komputer mendorong Crichton menciptakan games-games komputer, di antaranya Amazon, Congo, dan Timeline. Crichton bersama istri dan anak perempuannya tinggal di Los Angeles, California.

Best Regards,
* HobbyBuku*

Books "THE GHOST"


Books “ SANG PENULIS BAYANGAN “
Judul Asli : THE GHOST
Copyright © 2007 by Robert Harris
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : Siska Yuanita
Cover by Eduard Iwan Mangopang
Cetakan ke-01 : November 2008 ; 320 hlm 
Rate : 3 of 5

Sinopsis :
Adam Lang – mantan perdana menteri Inggris, sedang menyusun buku kisah autobiografi-nya saat musibah menimpa ajudan politik, peneliti serta penulis memoarnya Michael James McAra. Yang menjadi permasalahan adalah kematiannya yang tidak wajar, ditambah dengan munculnya isu yang menyerang Adam Lang yang menempatkan dirinya sebagai tersangka pelaku kejahatan perang.

Untuk membersihkan nama baik serta membuka jalan untuk membela diri, maka diambil keputusan untuk memakai jasa penulis lain – seorang penulis bayangan yang cukup terkenal guna meneruskan tugas McAra. Dengan janji pembayaran yang sangat besar, si penulis yang belum pernah menulis memoar tokoh politik, apalagi tokoh dengan haluan politik yang tak disukainya, akhirnya menyanggupi tugas yang harus selesai dengan batas waktu hanya satu bulan.

Dalam waktu singkat, si penulis meninggalkan Inggris menuju Boston, Amerika sesuai perjanjian dalam kontrak bahwa ia harus menyelesaikan tulisan tersebut di kediaman Martin S. Rhinehart ( pemilik Rhinehart Publishing UK ) di Martha’s Vineyard – tempat dimana Adam Lang beserta pengiringnya berdiam selama kampanye di Amerika. Disana, ia bertemu dengan Adam Lang didampingi istrinya Ruth Lang yang karakternya merupakan kebalikkan dari sang suami.

Saat meneliti tulisan-tulisan yang telah disusun oleh McAra, si penulis mulai menyadari akan beratnya tugas yang diembannya – karena naskah yang sudah ada sangat tidak layak bahkan dapat dikatakan sangat tidak menarik sebagai suatu karya memoar. Dan lewat  informasi Amelia Bly – asisten kepercayaan Adam Lang, diketahui bahwa beliau  terancam akan terkena ’penalti’ karena telah menerima sejumlah uang muka akan penulisan buku tersebut namun belum dapat memberikan naskah yang layak bagi penerbit. Walau pun mengetahui bahwa tugasnya tidaklah mudah, si penulis pantang menyerah, ia menggunakan metode yang berbeda untuk memberikan suatu karya penulisan yang lebih layak & dijamin akan membuat senang pihak penerbit.

Rencana awal untuk merubah total isi naskah McAra agar lebih ‘hidup’ serta menimbulkan kesan mendalam tentang sang mantan perdana menteri dengan menggunakan tehnik wawancara langsung dengan subyek yakni Adam Lang – berjalan dengan baik pada awalnya, sampai sebuah telephone langsung yang diterima Adam Lang di suatu hari merubah segalanya. 

Kabar buruk tersebut adalah berita resmi tentang mantan menteri luar negeri Inggris – Richard Rycart yang pernah dipecat dari Kabinet oleh Adam Lang pada periode pemerintahan sebelumnya & sekarang menjabat sebagai duta besar luar biasa PBB untuk Masalah-Masalah Kemanusiaan telah melaporkan Adam Lang ke Mahkamah Internasional berdasarkan bukti-bukti nyata yang mampu menunjukkan Adam Lang sebagai konspirator dalam penculikkan ilegal empat orang warga negara Inggris yang diduga sebagai tersangka teroris dan menyerahkan mereka ke tangan pihak Amerika. Para korban ditangkap oleh SAS ( dinas rahasia Inggris ) yang kemudian diserahkan kepada CIA dimana mereka ditahan serta disiksa hingga salah satu diantara mereka meninggal dunia akibat serangan jantung. Mahkamah Internasional telah meneliti serta mengabulkan permintaan untuk mengadili Adam Lang sehubungan dengan kasus itu – maka di setiap negara yang mengakui hukum Mahkamah Internasional wajib menangkap serta menyerahkan Adam Lang untuk diadili.

Kehebohan berita tersebut membawa berbagai reaksi. Ruth Lang meminta agar Adam segera pulang ke London, Inggris – berkumpul dengan keluarga serta berusaha menarik kembali simpati masyarakat Inggris. Jika dalam setiap keputusan Adam Lang selalu menghargai & menuruti nasehat Ruth, maka pada saat itu beliau justru mengambil langkah yang bertentangan – yakni segera berangkat beserta tim-nya menuju ke Washington D.C. guna berkampanye sekaligus menemui sekutu-sekutu di pemerintahan Amerika meninggalkan Ruth di Martha’s Vineyard. Walaupun dapat dipahami keberangkatan tersebut merupakan salah satu langkah guna mencegah penangkapan Adam Lang sebelum menyusun kekuatan untuk melawan ( Amerika salah satu negara yang tidak menyetujui hukum Mahkamah Internasional, sedangkan Inggris justru terikat untuk mematuhi hukum tersebut ).

Si penulis yang semula tinggal di hotel dekat kediaman Marty Rhinehart, saat kehebohan terjadi diperintahkan untuk keluar dari hotel dan pindah di salah satu kamar yang tersedia – kamar bekas McAra. Walau pun enggan, namun ia terikat kontrak untuk segera menyelesaikan naskah yang deadline-nya semakin dipercepat gara-gara kehebohan yang terjadi. Semakin lama, ia merasa kesulitan melakukan tugasnya, sebagian besar dikarenakan keanehan-keanehan yang dialami dalam proses pekerjaannya. Dimulai dari peristiwa penyerangan serta perampasan salinan naskah yang diperolehnya dari Sidney Kroll – pengacara Adam Lang, tepat setelah pertemuaannya dengan pihak penerbit di Inggris. Belum lagi masalah perjanjian tentang kontrak kerahasiaan yang harus ditanda-tangani dan yang lebih aneh saat ada yang menghapus data dari email pribadinya yang berisi file naskah McAra yang ia kirim sendiri ke alamat emailnya – seolah ada yang membayangi dan memantau setiap langkahnya.

Namun ada sesuatu yang ‘hilang’ – dalam usaha penyusunan naskah yang akan mencerminkan siapa sebenarnya Adam Lang, si penulis justru mendapati bahwa sosok Adam Lang merupakan ‘hantu’ karena ia tak dapat menangkap kebenaran ‘esensi’ pribadi Adam Lang. Di tengah keraguan serta dalam upaya mengetahui latar belakang sosok yang akan ditulisnya, ia menemukan berkas-berkas penelitian di dalam lemari pakaian McAra ( ditemukan secara kebetulan saat ia sedang beres-beres kamar barunya yang sebelumnya merupakan kamar McAra ). Ketika melihat foto-foto lama, di salah satu foto tercantum sebuah nomer yang membangkitkan rasa ingin-tahunya. Betapa terkejutnya si penulis saat ia mencoba menghubungi nomer tersebut karena terhubung langsung dengan Richard Rychart – orang yang justru melaporkan Adam Lang. Apakah ada hubungan khusus antara McAra dengan Richard Rychart ? Bagaimana dengan kematian McAra yang menimbulkan banyak tanda tanya ?

Dalam usaha menelusuri penelitian McAra, si penulis justru menemukan hal-hal mengerikan yang menyangkut masa lalu Adam Lang sehingga timbul pertanyaan besar dalam dirinya – apakah sosok penuh kharisma tersebut benar-benar tak bersalah atas tuduhan terhadap dirinya ataukah beliau merupakan aktor berbakat di atas panggung maupun dalam kehidupan sehari-hari ? Pada akhirnya semua petunjuk akhir justru mengarah pada suatu konspirasi mengerikan yang telah merenggut nyawa seseorang yang dikenalnya, penulis memoar Adam Lang – Michael McAra, dan ia sangat yakin gilirannya akan segera tiba …

Kesan :
Sebuah kisah fiksi dengan alur yang semakin lama semakin menegangkan serta penuh intrik, yang membuat pembacanya akan senantiasa waspada dengan menggunakan sudut pandang orang pertama pada tokoh utama – si penulis bayangan. 

Hal ini semakin memperkuat berita bahwa Robert Harris menulis kisah ini sebagai ‘unek-unek’ terhadap tindakan Tony Blair – bagaikan tokoh si penulis bayangan terhadap mantan perdana menteri Inggris Adam Lang. Dan yang pasti … endingnya sungguh mengejutkan, membuat pembaca mau tak mau berpikir, berapa banyak dari kisah tersebut yang benar-benar fiksi atau yang merupakan kebenaran yang ditutup-tutupi ?
Sebagaimana komentar Fox Mulder kepada rekannya Dana Scully ( =agen FBI dalam film X-Files ) : “ The Truth Is Out There “

Tentang Penulis :
Robert Harris adalah penulis laris dari Inggris. Hasil karyanya telah diterjemahkan ke dalam 37 bahasa. Lahir di Nottingham pada tahun 1957, Harris lulus dari Cambridge, bekerja sebagai wartawan BBC, kemudian menjadi editor politik Observer, dan akhirnya kolumnis di Sunday Times dan Daily Telegraph. Tahun 2003 dia dianugerahi penghargaan Columnist of the Year dari British Press Award. Saat ini Harris tinggal di Hungerford, Inggris, bersama istri dan empat anaknya.

Novel pertamanya yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia serta diterbitkan oleh PT Gramedia Utama Pustaka adalah Imperium dan sekuel-nya Conspirata, menyusul epic-novel Pompeii. Namun dalam prosenya, Robert Harris justru sempat menunda penulisan sekuel Imperium demi memuntahkan unek-uneknya dalam novel The Ghost ini. Adam Lang, tokoh perdana menteri dalam fiksi ini sangat mirip dengan Tony Blair, mantan Perdana Menteri Inggris, sampai ke detail-detailnya; misalnya tentang istri Blair, asistennya, bahkan pemecatan menteri luar negeri dari kabinetnya.

Seperti diketahui, Harris berteman dengan Blair sejak tahun 1992, bahkan menjadi satu-satunya wartawan yang mendampingi Blair ketika terpilih menjadi Perdana Menteri Inggris. Namun, seiring berlalunya waktu, Harris menentang banyak kebijakan Blair, dan yang paling terakhir adalah invasi ke Irak. Sebelum itu, kabarnya Harris telah diminta berkolaborasi dalam penulisan memoar Tony Blair, tapi kemudian urung dilakukan. Novel The Ghost diterbitkan tak lama sebelum Random House mengumumkan kesepakatan penerbitan memoar Tony Blair yang dihargai jutaan dolar.

Novel ini telah diadaptasi ke layar lebar dengan Roman Polanski sebagai sutradara, dan dibintangi Pierce Brosnan, Nicolas Cage, serta Tilda Swinton. Bahkan skenario film ini ditulis sendiri oleh Polanski, bekerja sama erat dengan Robert Harris. 

Best Regards, 
* HobbyBuku * 

Books "ANATOMY OF FEAR"


Books “ANATOMI KENGERIAN”
Judul Asli : ANATOMY OF FEAR
Copyright © 2007 by Jonathan Santlofer
Alih Bahasa : Siska Yuanita
Cover by Eduard Iwan Mangopang
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan ke-01 : Februari 2008 , 392 hlm 
Rate : 5 of 5

Sinopsis :
" Serangkaian pembunuhan aneh mengguncang kota New York. Tidak ada hubungan yang jelas antara korban yang satu dengan korban-korban yang lain, namun ditemukan persamaan yang menunjukkan bahwa pembunuhan dilakukan oleh orang yang sama - sang pembunuh selalu meninggalkan sketsa korban yang telah terbunuh. Kesulitan dalam penyelidikan dikarenakan tidak adanya saksi seorang pun yang dapat memberikan petunjuk tentang sang pembunuh - yang pernah melihat wajah sang pembunuh hanyanya korban-korbannya yang sudah tak bernyawa.

Detektif Terri Russo, Kepala Divisi Pembunuhan NYPD harus memutar otak demi memecahkan kasus rumit ini. Saat ia melihat keahlian Nate Rodriguez, seniman forensik yang sering diperbantukan dalam kasus-kasus tertentu - maka Nate dilibatkan secara langsung dalam penyelidikkan karena keahliannya yang luar biasa. Nate Rodriguez - campuran pernikahan ibu Yahudi dengan ayah Puerto Rico-Spanyol, bukan sekedar seniman biasa, ia telah menjalani pendidikan & pelatihan di Akademi Kepolisian serta memperdalam tentang analisis & psikologi setaraf dengan pelatihan agen FBI. Namun ia tidak meneruskan karirnya di kepolisian dikarenakan tidak tahan bekerja dilapangan serta dihantui atas rahasia dibalik kematian ayahnya, Detektif Divisi Narkoba.

Dalam menelusuri jejak & mendalami sang pembunuh, Nate bekerja sama dengan Terri mulai mendapat petunjuk-petunjuk yang menghubungkan para korban, mereka merupakan pasangan campuran (=orang yang mempunyai hubungan dengan pasangan yang berbeda ras). Namun belum cukup data penyelidikan dikumpulkan, timbul masalah dengan ikut campurnya pihak FBI dalam mengambil alih penyelidikan. Hal tersebut juga disebabkan karena Kepala Departemen NYPD Perry Denton berniat 'lepas tangan' terhadap kasus yang dianggap dapat mempersulit perjalanan karirnya. Terlepas dari adanya konflik pribadi antara Terri Russo dengan Perry Denton, Terri tetap berusaha mempertahankan penyelidikannya dengan bantuan Naten - yang mana hubungan pribadi diantara mereka mulai lebih erat.

Pada sketsa gambar korban yang ke-4, Nate menemukan simbol yang telah digambarkan oleh neneknya dalam mimpinya, simbol yang sama - merupakan simbol The White Man's Bible yang dikaitkan dengan pergerakan organisasi semacam KKK, Christian Identity, Youth Scene, Aryan Nation, Soldier of War, World Church of the Creator, suatu organisasi yang mayoritas berisi kaum skinhead Neo-Nazi & supremasi kulit putih. Berarti pembunuhan para korban dimaksudkan sebagai peringatan atas perbuatan mereka yang diangkat sebagai Pengkhianat Ras. Berdasarkan bukti tersebut pihak FBI membuat kesimpulan untuk fokus pada ketua salah satu organisasi yang terkemuka Duane Holsten. Saat penangkapan, ditemukan senjata-senjata terlarang, namun tetap belum ada bukti langsung yang dapat menjerat Duane terhadap pembunuhan yang telah berlangsung.

Titik Balik mulai nampak setelah ada korban ke-5 yaitu pengawas gedung dimana Nate Rodriguez tinggal. Bukti-bukti & hasil profiler ahli dari FBI menunjukkan bahwa Nate dapat menjadi tersangka pembunuhan. Apalagi ditemukan kemiripan pada gaya & tarikan garis sketsa yang dibuat sang pembunuh pada korban terakhir dengan sketsa-sketsa yang dibuat Nate - maka fokus penyelidikan beralih dengan Nate sebagai tersangka yang potensial. 

Melihat kondisi yang tidak menguntungkan, Nate berusaha dengan caranya untuk mencari & menelusuri jejak sang pembunuh, demi membersihkan nama baiknya serta menangkap tersangka sebenarnya sebelum ia melakukan pembunuhan lagi. Yang mempercayai dirinya hanyalah sang nenek yang jauh sebelumnya telah mendapat 'penglihatan' akan nasib buruk yang akan menghadang cucunya. Namun Nate tetap membutuhkan bantuan lain dalam menangkap sang pembunuh - maka ia harus menghubungi Terri yang dapat membuktikan ketidak-bersalahannya. Tapi apakah Terri bersedia mempertaruhkan karirnya demi membantu Nate, sedangkan pada korban terakhir terdapat gambar tato malaikat yang diketahui hanya oleh mereka berdua bahwa gambar tersebut sama persis dengan tato tersembunyi di lengan Nate. Apalagi mereka harus berhadapan dengan pihak FBI yang telah mengeluarkan surat untuk penangkapan Nate.

Terri Russo & Nate Rodriguez harus saling mempercayai & bergegas menangkap sang pembunuh yang ternyata telah 'me-masuki' kehidupan mereka berdua & akan mengambil tindakan untuk memenuhi rencana besar yang di-Impikan selama ini. Dan untuk melengkapi rencana tersebut, dibutuhkan korban khusus yang berhubungan dengan orang-orang yang dipilihnya, korban yang berhubungan dengan Nate beserta rahasia masa lalunya. "

Kesan :
" Benar-benar karya yang berbeda, bukan saja ditulis dengan sudut pandang pemikiran sang pelaku sendiri (bergantian antara masing-masing individu, mis.Nate / Terri / Perry / sang Pembunuh) sehingga terbentuk dialog seakan-akan berbicara langsung dengan pembaca. Yang sangat mendukung dengan adanya ilustrasi berupa sketsa-sketsa yang menunjukkan proses & pola pikir terutama hubungan antara Nate & sang Pembunuh. Begitu menarik alur yang dibuat sehingga tak terasa hanya dalam beberapa jam tuntas membacanya - dan puaass dech. Terutama endingnya, benar-benar tak terduga. Hanya kasus yang menyangkut kejahatan yang dilakukan oleh Perry Denton, sepertinya disengaja dibuat dengan ending berbeda, membuat kita bertanya-tanya, mirip dengan cara penulisan cerita yang hendak dibuat bersambung. Well, may be there is another continous - another story. "

Best Regards,
* HobbyBuku* 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...