Translate

Showing posts with label Esensi. Show all posts
Showing posts with label Esensi. Show all posts

Tuesday, October 2, 2012

Books "A RELIABLE WIFE"



Books “WANITA IDAMAN”
Judul Asli : A RELIABLE WIFE
Copyright © 2009 by Robert Goolrick
Penerbit Esensi
Alih Bahasa : Meggy P. Soedjatmiko
Editor : Isthi P. Rahayu & FR Uli Haloho
Cover by Satrio Amal Budiawan
Cetakan I : 29 Juli 2010 ; 408 hlm 
Rate : 3 of 5 

[ source ]
Ralph Truitt seorang pria kaya raya, tinggal seorang diri di sebuah rumah mewah bersama sepasang suami-istri pengurus rumah tangganya. Namun pada usia 54 tahun, ia menginginkan kehidupan yang berbeda dari kesunyian dan kesepian selama 20 tahun semenjak pernikahan pertamanya hancur. Maka ia menulis sebuah iklan di surat kabar dengan topik : Mencari Istri Idaman. Dari sekian banyak surat lamaran yang masuk, ia tertarik pada sepucuk surat dari seorang wanita bernama Catherine Land. Setelah melalui surat-menyurat pendahuluan sepanjang musim gugur, maka akhirnya ia menyetujui untuk mengundang wanita tersebut ke kediamannya, untuk menikah secara resmi. Maka pada awal musim dingin di Wisconsin, tahun 1907, Ralph Truitt berdiri kaku di depan stasiun kereta api yang akan membawa wanita calon istrinya. 

He placed a notice in a Chicago paper, an advertisement for "a reliable wife."
She responded, saying that she was "a simple, honest woman." 

Sunday, September 16, 2012

Books "BEAT THE REAPER"


Books “MENAKLUKKAN MAUT”
Judul Asli : BEAT THE REAPER
Copyright © 2009 by Josh Bazell
Penerbit Esensi
Alih Bahasa : Putri Dewi MR
Editor : Johanes Trihartanto & Fransiska R. Uli
Cover by  Sony Sonatha
Cetakan I : 29 Oktober 2009 ; 342 hlm 

[ source ]
Peter Brown, adalah seorang dokter residen di sebuah rumah sakit di Manhattan, New York. Menjalani rutinitas sebagai dokter di unit gawat darurat, mengharuskan dirinya siap selama 24 jam untuk menangani berbagai pasien yang tiada hentinya. Kurang tidur, tergantung dengan obat-obatan, nyaris tidak memiliki kehidupan sosial, hanya jam kerja yang sangat tinggi adalah gambaran umum para residen di rumah sakit kecil ini, demikian pula dengan Peter Brown. 

Penampilan serta tingkah laku yang seenaknya, gaya berbicara yang cenderung sarkastis, menyembunyikan fakta bahwa ia adalah dokter yang cermat serta memiliki pemikiran yang jauh. Peter sadar bahwa banyak pasien yang tak mampu terawat secara maksimal di rumah sakit itu, namun ia berusaha mencari jalan keluar yang terbaik bagi sang pasien tanpa membebani lebih banyak akan biaya perawatan yang lebih tinggi, meski cara yang dilakukan terkadang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.

[ source ]
Peter Brown tidak terlalu suka bergaul, dengan alasan jam kerja yang ‘gila-gilaan’, namun sebenarnya ia menyembunyikan suatu fakta akan masa lalunya. Tiada yang mengetahui bahwa ia adalah Pietro ‘Bearclaw’ Brnwna mantan pembunuh bayaran mafia, yang mengikuti program Pelindungan Saksi Federal selama beberapa tahun terakhir. Ia menjadi saksi kunci akan aktifitas keluarga Locano – salah satu gembong mafia, yang pernah menjadi bagian dari kehidupannya semenjak remaja, hingga ia terpilih sebagai orang kepercayaan David Locano, untuk membereskan berbagai masalah sehubungan dengan organisasi tersebut.  

Peter Brown masih akan berkutat dengan jadwalnya yang padat seandainya saja ia tidak bertemu dengan Nicholas LoBrutto aka Eddy Squillante, pasien sekarat yang masa hidupnya tinggal 3 bulan, dan ia mengenali dirinya sebagai ‘Bearclaw’ – sosok malaikat pembawa maut yang mengerikan sekaligus musuh yang paling dicari oleh mafia. 

[ source ]
Eddy Squillante memaksa Peter agar membantunya selama operasi rahasia guna memperpanjang usianya, karena jika ia meninggal, maka rahasia keberadaan Peter akan langsung terungkap, dan para pemburu bayaran akan mengincar nyawanya Peter. Dengan segenap cara bahkan paksaan, Peter mampu membantu agar operasi yang dilakukan diluar agenda rumah sakit itu berlangsung dengan lancar. Namun suatu kesalahan kecil, berakibat fatal yang menyebabkan kematian Eddy Squillante, dan ini berarti tinggal hitungan waktu sebelum Peter menjadi buruan para pembunuh bayaran serta antek-antek mafia. 

Ide dan kisah ini sangat menarik, tentang mantan pembunuh bayaran yang alih profesi menjadi seorang dokter. Sosok Peter atau Pietro yang mengalami perubahan besar dalam hidupnya setelah dua tragedi terjadi pada orang-orang yang dikasihinya. Pertama pada kakek dan neneknya yang telah membesarkan dirinya semenjak kecil. Kedua pada kekasih dan keluarganya. Dari seorang manusia yang dibesarkan dengan penuh kasih sayang, hingga timbul dendam kesumat terhadap orang-orang yang membuat penderitaan pada kehidupannya, menjadikan dirinya manusia dengan kemampuan beradaptasi dalam situasi apa pun. 

[ source ]
Dengan gaya urakan serta komentar-komentar sarkastis, mudah diduga bahwa sosok ini sengaja membuat tembok-pembatas dalam pergaulan sosialnya. Dan justru penggambaran seperti ini yang menarik perhatian diriku, bak menonton sosok Dr. House (dari drama serial TV) yang aneh sekaligus ‘nyeleneh’ namun memiliki otak luar biasa yang mampu menganalisa sesuatu yang tak terlihat oleh kebanyakan orang. Jika ada sedikit ganjalan hanya begitu banyaknya catatan kaki dari hal yang penting sampai yang tidak terlalu penting. Dari salah satu wawancara, penulis memang sengaja membuat seakan-akan sosok Pietro bercerita langsung, termasuk pembuatan berbagai komentar ala sindiran sarkastis dengan gaya penulisan footnote ini (sebuah jurnal dengan footnote). Harus diakui isinya terkadang mengundang senyum, akan tetapi secara format cukup menggannggu kenyamanan dalam membaca.

[ source ]
Dan satu hal yang cukup banyak diungkapkan disini, berbagai istilah medis yang tidak dimengerti oleh pembaca awam (seperti diriku), terkesan overwhelm – terlalu banyak, walau dimaklumi bahwa penulis adalah seorang dokter, namun tidak terlalu perlu setiap halaman diisi penuh dengan berbagai istilah seperti ini. Karena ide dan alur kisah sudah cukup menarik untuk disimak, apalagi jika kisah ini digali lebih dalam pada pengembangan karakter tokoh-tokohnya. Maka kisah petualangan ala Dr. House plus gaya inovatif ala MacGyver ini mendapat rating lumayan menurut seleraku. Dan ternyata kisah ini ada kelanjutannya, petualangan Dr. Peter aka Pietro di atas kapal persiar ...mmm, penasaran juga bagaimana kisah kelanjutannya (^_^)

Special Note : membaca penggambaran sang penulis yang notebene seorang dokter, membuatku miris membayangkan kebobrokan sistem rumah sakit yang bergitu mengerikan. Para pasien yang sebenarnya terluka ringan atau menderita penyakit ringan, malahan bisa tewas tertular atau terkontaminasi peralatan yang tidak higienis serta kemalasan para dokter serta perawat dalam menjaga kebersihan serta ‘bebas-kuman’ termasuk dalam ruang operasi. Semoga saja diriku tidak pernah harus mendekam di rumah sakit dech ... ( -__- )  *sangat mengerikan*

Tentang Penulis :
[ source ]
Josh Bazell, mendapat gelar BA jurusan Sastra Inggris dari Universitas Brown, dan gelar MD dari Universitas Columbia. Saat ini ia menjadi dokter residen di Universitas California, San Fransisco. Noverl perdananya Beat The Reaper memperoleh sambutan yang lumayan bagus dari berbagai kalangan. Sebagian menjuluki sebagai novel ‘comedy crime’ yang merujuk pada gaya semi slapstick pada film-film action-comedy. 

New Regency Production bahkan telah mengambil hak untuk membuat film ini, dengan menggandeng aktor Leonardo DiCaprio sebagai pemeran utama sekaligus co-producer. Namun sampai sejauh mana perkembangannya, masih belum ada konfirmasi ulang sejauh ini. Novel kedua kelanjutan petualangan Peter Brown dalam "Wild Thing" telah rilis. Untuk mengetahui lebih lengkap tentang penulis serta karya-karyanya, silahkan berkunjung ke situs "Josh Bazell" atau situs "Beat The Reaper"

Best Regards,
* Hobby Buku *

Event Posting Bersama BEAT THE REAPER by Josh Bazell bersama BBI & Penerbit Esensi 


Alvina | Blog Mari Ngomongin Buku
Ferina | Blog Lemari Bukuku
Tezar | Blog Membaca Buku
Inge | Blog Bacaan Inge 
Ren | Blog Ren's Little Corner 
Martina | Blog Reading In The Morning



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...