About Me

My photo

Bookaholic | Movies Addic | Love Travelling | Culinary Foodie | Book Blogging | Likes Music & Dance Performance

Translate

Saturday, August 10, 2013

Books "KILL FOR ME"

Judul Asli : KILL FOR ME
[ book 9 of Karen Rose’s Series | book 3 of Daniel Vartanian Series ]
Copyright © 2009 by Karen Rose Hafer            
Penerbit Dastan Books
Alih Bahasa : Shanty Marhen
Editor : Nur Asiah
Desain Sampul :  m_shuzue@yahoo.com | © photographer : George Mayer Jgroup Gemenacom
Cetakan I : September 2011 , 528 hlm
Rate : 4 of 5

Susannah Vartanian berjuang seumur hidupnya semenjak kanak-kanak hingga dewasa. Dibesarkan sebagai satu-satunya putri keluarga besar Vartanian yang terkenal di Dutton, Georgia, justru membuat dirinya menjadi sasaran korban pelecehan seksual serta siksaan mental akibat ketidak-pedulian kedua orang tuanya yang lebih memilih kepentingan nama baik keluarga mereka, daripada memperlakukan hukum seadil-adilnya. Sungguh ironis jika mengingat ayahnya adalah Hakim Agung Arthur Vartanian yang terkenal bengis dan tak kenal ampun dalam menjatuhkan hukuman bagi para terdakwa di persidangan yang ditanganinya. 

Tiada satu pun orang yang bisa membela dan melindunginya, apalagi semenjak kakak tertuanya, Daniel, memilih ‘keluar’ dari lingkup keluarga setelah pertengkaran sengit dengan ayah mereka. Susannah menjadi ‘terbiasa’ untuk mempertahankan diri agar tidak menjadi gila dalam kondisi teror tiada henti, sampai ia mencapai usia cukup untuk memilih lari’ dan hidup diluar jangkauan keluarganya. Hingga suatu hari, kenangan masa lalu yang menyakitkan, harus kembali ia hadapi ketika Daniel muncul untuk menyelidiki lenyapnya kedua orang tua mereka.



Susannah tak pernah mengungkapkan ‘pengalaman’ mengerikan yang ia alami, hingga Daniel menemukan bukti-bukti serta catatan ayahnya serta kumpulan ‘trofi’ yang disembunyikan oleh sang pelaku, yang juga merupakan anggota keluarga mereka. Penyesalan dan kesedihan Daniel akan kondisi yang membuat Susannah trauma, tak mampu ia hadapi, karena rasa kasihan justru membuatnya semakin terpuruk. Kemudian disusul dengan serangkaian pembunuhan yang kembali memberikan ‘kilas-balik’ masa lalunya, saat sang pelaku merencanakan serta menyiksa dirinya. Mimpi buruk tiada henti kembali menghantui Susannah, dan meski ia tahu bahwa dengan bantuannya, maka pelaku kejahatan selama bertahun-tahun akan bisa terungkap dengan cepat, Susannah merasakan kekuatan dalam dirinya semakin lama semakin melemah, entah kapan ia mampu mempertahankan ‘kewarasan’ dalam benaknya.

Agen Khusus GBI Luke Papadopoulos semula hanya menjalani perintah dan membantu rekannya, Daniel Vartanian dalam mengungkap skandal pembunuhan puluhan korban selama bertahun-tahun. Daniel mempercayai Luke sepenuh hati, dan disaat ia tak mampu membagi waktu serta pikirannya antara tugas serta kewajibannya mendampingi Susannah, Luke dimintai pertolongan untuk ‘menjaga’ Susannah. Dalam perjalanan selama penyelidikan, Luke yang tenang dan tak banyak bicara, menaruh perhatian khusus terhadap Susannah, sesuatu yang tak mampu ia cegah, apalagi ketika satu demi satu rahasia yang disimpan oleh Susannah dengan sangat rapat, mulai bermunculan. 

Luke sendiri adalah pribadi yang sangat misterius dan tak pernah bercerita tentang masa lalunya kepada siapa pun. Ia menyimpan ‘rahasia-kelam’ yang menghantui sepanjang hidupnya, dan takkan pernah bisa lepas dari dirinya. Karena itu pula ia memahami kondisi Susannah, sebagai sesama ‘pejuang’ yang berhasil keluar dari pengalaman mengerikan dalam kehidupan masing-masing. Luke bersedia mengorbankan jiwanya demi keselamatan jiwa Susannah yang senantiasa hidup dalam neraka tiada henti. Permasalahnnya kini, apakah Susannah cukup mempercayainya untuk membiarkan dirinya membantu Susannah bebas dari lingkaran setan itu?

Buku ketiga dari seri Daniel Vartanian dibuka dengan adegan puncak yang membawa pembaca pada perjalanan panjang sejarah keluarga Vartanian yang penuh intrik, konflik serta skandal yang kompleks. Jika dalam buku kedua, sosok Daniel Vartanian menjadi lebih jelas dan terbuka bagi para pembaca, maka penggambaran tentang sosok Susannah Vartanian yang penuh misteri semenjak buku pertam, secara perlahan mulai terbuka selubungnya dalam kisah ini (baca ‘Die For Me’ dan ‘Scream For Me’). 

Susannah – salah satu korban yang selamat, selain Alex Tremaine, memikul beban besar karena ia juga memegang ‘kunci’ yang akan membuka peti rahasia akan skandal yang sengaja disembunyikan oleh sosok terkenal senantero Georgia. Peran serta karakter Luke Papadopoulos, yang ibarat bayangan dan pendamping setia Daniel Vartanian, kini mengambil peran yang lebih besar, sebagai penyelamat jiwa Susannah yang mengalami ‘kejatuhan’ secara perlahan namun pasti dalam usaha berhadapan dengan ‘sang iblis’. Dengan memadukan dua sosok yang memiliki ‘trauma’ dan perbedaan karakter, namun pada akhirnya saling memberikan kekuatan satu sama lain, membuat diriku sangat menyukai perjalanan yang dibuat oleh sang penulis bagi karakter-karakter dalam kisah ini.

Note : I always love Karen Rose’s books, but there’s two favorite characters from all her stories, first is Hunter’s family [ check on ‘Don’t Tell’ | ‘Nothing To Fear’ | ‘I Can See You’ | ‘Silent Scream’ ] and the second is Vartanian’s series [ check on ‘Die For Me’ | “Scream For Me’ | ‘Kill For Me’ ], but not for the sama reason. On Hunter’s families, I sees all the goodness and strong characters that keep the whole families stronger against tragedy, but in Vartanian’s – the author do the opposite-things, she describing all the crazy-ugly-dark mind on each characters, with the most disturbing scenery, the journey that must be taken by its characters to not only survive but reach-out for a better life. Botha are equally interesting and touching at the same time.

Tentang penulis :
Karen Rose adalah mantan guru SMA di bidang kimia & fisika, yang mendapat gelar sarjana tehnik kimia dari Universitas Maryland. Pada tahun 2005 - novelnya kedua berjudul “Have You Seen Her” masuk sebagai finalis penerima penghargaan RITA sedangkan novelnya ketiga, “I’m Watching You” menerima penghargaan RITA untuk kategori Best Romantic Suspense. “Nothing To Fear” yang merupakan novel keempat masuk nominasi sebagai finalis RITA pada tahun 2006 & dinominasikan sebagai Best Suspense oleh Romantic Times Magazine & Best Fiction oleh SIBA Book Award. Karen Rose kini tinggal di Florida bersama suami & anak mereka. Jika sedang tidak menulis, ia gemar melakukan traveling, karate & bermain ski.
Links Situs Resmi : www.karenrosebooks.com

Best Regards,
* Hobby Buku * 



No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...